PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Masjid Luar Batang Jakarta Utara

Blog

Lokasi dan Keberadaan Masjid Luar Batang

Sejarah Masjid Luar Batang

Masjid Luar Batang merupakan salah satu tempat ibadah umat Muslim yang terkenal keramat di kawasan Sunda Kelapa sejak abad ke-18 M. Masjid ini terletak di Jl. Luar Batang V No.12, RT.6/RW.3, Penjaringan, Jakarta Utara 14440. Keberadaan masjid ini telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sekaligus menjadi tempat ziarah bagi kaum Muslimin.

Sejarah Masjid Luar Batang dimulai dengan kehadiran seorang ulama yang bernama Habib Husein Al Aydrus. Beliau berasal dari Hadramaut, daerah Yaman Selatan yang dikenal sebagai tempat kelahiran para habib atau keturunan Nabi Muhammad. Pada awalnya, Beliau pergi ke kota Gujarat di India dan kemudian melanjutkan perjalanan ke daerah Aceh dan sebagian Sumatera. Setelah itu, Beliau melanjutkan perjalanan ke daerah Banten dan akhirnya menetap di daerah Sunda Kelapa pada tahun 1736.

Habib Husein Al Aydrus membangun masjid di daerah Sunda Kelapa sebagai tempat beribadah dan pemukiman bagi para musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan jauh. Masjid ini juga menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat yang selalu ditindas oleh penjajah Belanda pada saat itu. Habib Husein Al Aydrus melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda dengan melindungi rakyat Sunda Kelapa. Beliau menjadi pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan bagi rakyat Sunda Kelapa.

BACA JUGA :  10 Petshop Terlengkap di Cilegon Untuk Memenuhi Kebutuhan Si Anabul

Namun, penjajah Belanda tidak tinggal diam dan berusaha untuk menangkap Habib Husein Al Aydrus. Meskipun banyak upaya yang dilakukan, penjajah Belanda tidak berhasil menangkap Habib Husein Al Aydrus karena banyak keajaiban atau karomah yang terjadi setiap kali Beliau akan ditangkap. Akhirnya, penjajah Belanda berhasil menangkap Habib Husein Al Aydrus dan memenjarakannya. Beberapa tahun kemudian, Habib Husein Al Aydrus meninggal dunia dan pihak keluarga dari Yaman ingin membawa jenazahnya pulang ke negeri Hadramaut. Namun, penjajah Belanda tidak mengizinkan pemindahan jenazah tersebut dan memutuskan untuk menguburkannya di daerah Tanah Abang.

Namun, terjadi sebuah mukjizat saat prosesi penguburan jenazah Habib Husein Al Aydrus. Setelah keranda jenazah dibuka, ternyata jasad Habib Husein tidak ada dan telah kembali ke rumah Luar Batang. Hal ini terjadi berulang kali hingga tiga kali. Pihak penjajah Belanda merasa kewalahan dan tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya, jenazah Habib Husein Al Aydrus dimakamkan di teras Masjid Luar Batang oleh masyarakat setempat.

Dalam prosesi penguburan tersebut, masyarakat setempat memberikan nama Luar Batang kepada masjid ini. Nama ini berasal dari kata “batang” yang artinya jasad manusia yang sudah meninggal. Hal ini dikarenakan jasad Habib Husein selalu keluar dari keranda jenazahnya. Sejak itu, masjid ini dikenal dengan nama Masjid Luar Batang.

Keberadaan Makam Habib Husein Al Aydrus

Masjid Luar Batang menjadi terkenal karena keberadaan makam Habib Husein Al Aydrus, pendiri masjid dan pemuka agama serta salah satu pahlawan Nusantara. Makam Habib Husein Al Aydrus terletak di teras masjid dan sering dikunjungi oleh peziarah dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Para peziarah datang untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Habib Husein atas jasa-jasanya dalam membantu perjuangan rakyat Sunda Kelapa melawan penjajah Belanda.

BACA JUGA :  Taman Nasional Baluran

Makam Habib Husein Al Aydrus juga menjadi tempat ziarah bagi umat Muslim Indonesia. Banyak orang yang datang untuk berdoa dan memohon berkah kepada Habib Husein. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi tempat peringatan atau maulid setiap tahun untuk mengenang jasa-jasa beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan bagi rakyat Sunda Kelapa.

Arsitektur Masjid Luar Batang

Gaya Arsitektur Masjid Luar Batang

Bangunan Masjid Luar Batang memiliki arsitektur yang sangat unik karena menggabungkan beberapa jenis arsitektur, yaitu Timur Tengah, Betawi, dan Jawa. Gaya arsitektur Betawi terlihat pada teras dan muka masjid, dengan model tiang berbentuk kotak yang merupakan ciri khas arsitektur Betawi. Sedangkan, seluruh ornamen pada langit-langit atap bergaya Timur Tengah. Terdapat juga hiasan kaligrafi atau tulisan Arab yang indah pada atap sebelah kiri masjid.

Satu-satunya arsitektur gaya Jawa yang terdapat pada Masjid Luar Batang adalah pada bentuk atap yang mengerucut seperti masjid Demak di Jawa Tengah dan Masjid Sunan Ampel di Jawa Timur. Gaya atap yang mengerucut ini merupakan ciri khas arsitektur Jawa. Model bangunan atap yang lancip ini banyak didominasi pada bangunan-bangunan di daerah Jawa.

Selain itu, ada juga dua menara baru yang tinggi sebagai pertanda bahwa terdapat masjid di sekitar lokasi tersebut. Menara tersebut memiliki bentuk seperti menara-menara agung yang ada di Turki, dengan kuncup diatas puncaknya. Menara ini juga memiliki fungsi sebagai tempat pengumandangan adzan agar bisa terdengar sampai jauh. Menara pertama yang dibangun bersamaan dengan berdirinya masjid Luar Batang sudah tidak terlihat lagi, dan digantikan dengan dua menara baru setinggi 57 meter.

BACA JUGA :  10 Daftar Toko Furniture Yang Ada di Medan, Lengkap Dengan Alamat dan Nomor Telepon

Akses Menuju Masjid Luar Batang

Rute Menuju Masjid Luar Batang

Ada beberapa rute yang dapat digunakan untuk menuju ke Masjid Luar Batang. Jika berasal dari Pasar Minggu, Anda dapat naik kereta jurusan Jakarta Kota dan turun di Stasiun Jakarta Kota. Setelah itu, naik angkutan umum Kopami Jaya 02 jurusan Pluit atau Muara Karang. Angkutan umum ini melewati kawasan Luar Batang sehingga Anda dapat turun di sekitar lokasi masjid.

Jika Anda berada di Plaza PRJ, Anda dapat menggunakan metro mini U30 jurusan Muara Angke-PRJ Kemayoran. Rute angkot ini melewati Mangga Besar, Terminal Kota, dan jalan Pakin. Anda dapat turun di sekitar lokasi masjid setelah melewati Terminal Grogol 2.

Jika Anda berada di Tanjung Priok, Anda dapat naik bis P022 jurusan Tanjung PriokGrogol. Setelah tiba di Grogol, Anda dapat berjalan kaki atau naik ojek ke Terminal Grogol 2. Dari Terminal Grogol 2, naik bis jurusan Pinang Ranti-Pluit no.9 dan turun sebelum sampai di Pluit.

Masjid Luar Batang dapat diakses dengan mudah melalui berbagai rute tersebut. Anda dapat menggunakan angkutan umum seperti kereta, metro mini, atau bis untuk mencapai masjid ini.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *