PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Kete Kesu, Desa Wisata yang Harus Anda Kunjungi Saat Berada di Toraja

Blog

Desa Kete Kesu: Mengenal Tradisi dan Keindahan Adat Toraja di Tana Toraja

Tana Toraja atau yang sering disebut TaTor merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Sulawesi Selatan. Daerah ini memang memiliki daya tarik yang unik dan menarik perhatian banyak wisatawan. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi ketika berlibur ke Tana Toraja adalah Desa Kete Kesu. Desa ini merupakan desa adat yang menjaga keaslian tradisi dan kebudayaan masyarakat Toraja.

Harga Tiket Masuk Kete Kesu

Sebelum memasuki Desa Kete Kesu, Anda akan dikenai biaya tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Namun, bagi para mahasiswa, Anda bisa mendapatkan tiket masuk dengan harga lebih murah, yaitu Rp 3.000 per orang. Tiket ini harus dibayar saat Anda memasuki pintu masuk desa. Biaya tiket tersebut merupakan kontribusi untuk menjaga dan mempertahankan kelestarian desa adat ini.

Lokasi Strategis di Kampung Bonoran

Desa Kete Kesu terletak di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Tana Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Desa ini hanya berjarak sekitar 5 km dari kawasan Rantepao, pusat Kota Tana Toraja. Namun, jika Anda mengunjungi Tana Toraja dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, perjalanan menuju Desa Kete Kesu akan memakan waktu sekitar 8 hingga 10 jam.

Untuk mencapai Desa Kete Kesu, Anda dapat menggunakan bus dari Rantepao. Namun, tiket bus harus dibeli di kota sebelumnya. Bus menuju Rantepao biasanya berangkat pada pagi hari jam 7 dan malam hari jam 7. Jika Anda tidak ingin repot mengurus transportasi sendiri, Anda juga bisa menggunakan jasa travel agent yang akan membantu mengatur perjalanan Anda.

BACA JUGA :  10 Rekomendasi Toko iPhone di Pekanbaru dan Adakah Yang Pernah Kamu Kunjungi?

Keindahan Desa Kete Kesu

Ketika Anda memasuki Desa Kete Kesu, Anda akan langsung disambut dengan pemandangan yang memukau. Desa ini memperlihatkan kehidupan asli masyarakat Toraja dengan rumah adat Tongkonan yang menjadi ciri khas daerah ini. Rumah adat ini memiliki usia yang sangat tua, sekitar 300 tahun. Tongkonan adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu dengan pintu yang terbuka ke atas dan atap yang dilapisi dengan ijuk atau sabut.

Tongkonan dibangun menghadap ke utara, sesuai dengan kepercayaan masyarakat Toraja bahwa leluhur mereka berasal dari utara. Atap Tongkonan memiliki bentuk yang unik, mirip seperti perahu yang ditelungkupkan dengan buritan. Selain itu, Tongkonan juga berfungsi sebagai kompas bagi masyarakat sekitar dan wisatawan yang datang.

Di dalam Tongkonan, Anda juga dapat melihat berbagai patung kepala kerbau yang menjadi simbol kemakmuran dan status sosial penghuninya. Anda juga akan menemukan alang atau lumbung padi yang merupakan simbol kekayaan dan kelimpahan. Jika Anda ingin lebih memahami tentang adat dan kebudayaan Toraja, Anda bisa mengunjungi museum yang terletak di bawah Tongkonan.

Keunikan Bukit Buntu Kesu

Selain Tongkonan, Desa Kete Kesu juga memiliki keunikan lain yang menarik perhatian wisatawan, yaitu Bukit Buntu Kesu. Bukit ini adalah situs pemakaman kuno yang usianya sudah lebih dari 700 tahun. Bentuknya mirip dengan goa atau lubang yang digunakan untuk menyimpan peti mati. Ketika Anda berada di Bukit Buntu Kesu, Anda akan melihat sebaran tulang dan tengkorak manusia, terutama di kaki bukit.

Tradisi pemakaman masyarakat Toraja sangat unik. Rakyat jelata dikuburkan di kaki bukit tanpa disimpan dalam peti mati, sedangkan bangsawan atau orang-orang dengan status sosial yang lebih tinggi dikuburkan di tempat yang lebih tinggi di bukit. Di tebing Bukit Buntu Kesu, Anda juga akan melihat patung-patung yang disebut Tau-Tau. Patung ini merupakan perwujudan dari orang-orang yang telah meninggal dan hanya dibuat untuk orang yang memiliki status sosial tinggi.

BACA JUGA :  10 Daftar Pilihan Tempat Nongkrong Hits dan Kekinian di Daerah Samarinda, Sudah Pernah Kesini?

Pembuatan Tau-Tau ini membutuhkan biaya yang cukup besar, di mana keluarga jenazah harus menyembelih puluhan kerbau. Beberapa Tau-Tau bahkan dihiasi dengan perhiasan emas dan perak. Untuk informasi lebih lanjut tentang makam ini, Anda dapat bertanya kepada guide yang ada di lokasi.

Tips Berwisata di Kete Kesu

Jika Anda berencana mengunjungi Desa Kete Kesu, ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan. Pertama, pastikan Anda membawa persediaan makanan dan minuman yang cukup, karena di sekitar objek wisata ini minim terdapat penjual makanan dan minuman. Selain itu, Anda juga tidak akan menemukan penginapan di Desa Kete Kesu. Sebaiknya Anda menginap di daerah Rantepao yang memiliki fasilitas penginapan yang lebih lengkap.

Selama berada di Tana Toraja, Anda juga perlu menjaga sikap dan menghormati adat dan kebiasaan masyarakat setempat. Jangan melanggar aturan adat yang ada, karena akan ada konsekuensi yang harus Anda hadapi, seperti pelayanan adat, persembahan hewan sembelih, atau bahkan penahanan. Pastikan Anda selalu mengawasi diri sendiri dan menghindari melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat setempat.

Anda dapat mengunjungi Desa Kete Kesu kapan saja, namun jika Anda ingin melihat upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Toraja, datanglah pada bulan Juni hingga Desember. Pada periode ini, masyarakat Toraja sering mengadakan acara-acara adat yang menarik untuk disaksikan.

Demikianlah ulasan mengenai Desa Kete Kesu, sebuah desa adat yang memperlihatkan tradisi dan kebudayaan masyarakat Toraja. Dengan mengunjungi desa ini, Anda akan lebih memahami keunikan dan keindahan Tana Toraja. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Desa Kete Kesu saat bepergian ke Tana Toraja.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *