PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

7 Info Penting Mengenai Jam Gadang Bukittinggi yang Membuat Kita Tanpa Pikir Panjang Langsung Pergi ke Tempat ini

Blog

Jam Gadang: Pesona Ikonik Kota Bukittinggi

1. Jam Big Bennya Indonesia

Jam Gadang, sebuah ikon yang tak terpisahkan dari keindahan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Disebut sebagai Big Ben-nya Indonesia, Jam Gadang memiliki pesona yang tak kalah mengesankan dengan jam raksasa yang terkenal di London tersebut. Dengan luas kurang lebih 13 x 4 meter dan tinggi mencapai 26 meter, Jam Gadang menjadi salah satu bangunan yang paling menonjol di kota ini.

Jam Gadang dibangun dengan beberapa tingkat, dengan bagian paling atas memiliki sebuah bandul yang berfungsi sebagai penunjuk waktu. Namun, pada tahun 2007, saat Bukittinggi dilanda gempa bumi, bandul tersebut mengalami kerusakan dan harus diganti dengan yang baru. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Jam Gadang bagi warga Bukittinggi, sehingga mereka dengan cepat melakukan perbaikan agar keindahan dan fungsi jam ini tetap terjaga.

2. Hadiah Dari Ratu Belanda

Tahukah Anda bahwa Jam Gadang merupakan hadiah dari Ratu Belanda untuk Rook Maker, seorang pejabat Belanda yang menjabat sebagai Controleur Sekretaris Bukittinggi pada masa pemerintahan kolonial? Jam Gadang ini didatangkan langsung dari Rotterdam dengan menggunakan kapal layar melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Sebuah hadiah yang tak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga mengandung makna diplomasi antara kedua negara.

BACA JUGA :  Keindahan Danau Tempe dengan Kekayaan Alam yang Menawan

Keberadaan Jam Gadang sebagai hadiah dari Ratu Belanda menunjukkan betapa pentingnya Bukittinggi sebagai pusat pemerintahan Belanda di masa lalu. Jam Gadang menjadi simbol kekuasaan dan kehadiran Belanda di wilayah tersebut, serta menandakan hubungan yang erat antara Indonesia dan Belanda.

3. Penulisannya yang Unik

Salah satu hal yang menarik dari Jam Gadang adalah penulisannya yang unik. Jika diperhatikan dengan seksama, penunjuk waktu pada jam ini menggunakan angka Romawi, tetapi dengan penulisan yang sedikit berbeda. Bukanlah “IV” yang biasanya digunakan untuk angka 4 dalam penulisan angka Romawi, tetapi digantikan dengan “IIII”.

Penulisan angka 4 ini memiliki keunikan tersendiri dan menjadi salah satu ciri khas dari Jam Gadang. Arsitektur jam ini sendiri terinspirasi dari rumah adat Minangkabau yang memiliki atap berbentuk gonjong. Kombinasi antara penulisan angka yang unik dan arsitektur tradisional ini menjadikan Jam Gadang semakin menarik dan mempesona.

4. Berbagai Macam Menu Kuliner

Tidak hanya keindahan arsitektur Jam Gadang yang dapat dinikmati di Kota Bukittinggi, namun juga berbagai macam menu kuliner yang sangat menggoda selera. Setelah berkeliling dan menikmati keindahan Jam Gadang, tidak ada salahnya untuk mencoba makanan khas Bukittinggi yang lezat dan menggoyang lidah.

Salah satu menu yang wajib dicoba adalah nasi kapau, sebuah hidangan nasi dengan berbagai macam lauk pauk seperti dendeng batokok, gulai ayam, dan rendang. Rasanya yang kaya rempah dan cita rasa yang autentik membuat nasi kapau menjadi favorit wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi. Selain itu, ada juga berbagai makanan khas Padang yang dapat dinikmati dengan harga yang cukup bersahabat di kantong.

BACA JUGA :  Rental Mobil Jakarta Selatan Murah 24 Jam Lepas Kunci Harga 250.000 Sewa Dengan Supir

Selain makanan berat, jangan lewatkan juga makanan ringan dan jajanan tradisional yang dapat ditemui di sekitar Jam Gadang. Ada banyak penjual kue tradisional seperti lemang, luti gendang, dan aneka kue basah lainnya yang dapat menjadi camilan manis saat berkunjung ke Bukittinggi.

Jangan lupa untuk membawa pulang beberapa oleh-oleh dan souvenir yang telah tersedia di pasar bawah dan pasar atas. Anda dapat membeli berbagai macam kerajinan tangan dan produk lokal yang menjadi bukti kunjungan Anda ke Kota Bukittinggi.

5. Malam yang Semakin Mempesona

Pesona Jam Gadang tidak hanya terlihat pada siang hari, tetapi juga semakin memukau saat malam tiba. Lampu-lampu warna-warni yang menghiasi Jam Gadang membuatnya tampak semakin indah dan mempesona. Seperti bintang-bintang yang bersinar di langit malam, Jam Gadang menjadi pusat perhatian dan menjadi pemandangan yang tak terlupakan.

Malam hari adalah waktu yang tepat untuk mengagumi keindahan Jam Gadang dengan suasana yang lebih tenang dan romantis. Anda dapat duduk di sekitar Jam Gadang sambil menikmati hembusan angin malam sambil menatap keindahan lampu-lampu yang berkelip-kelip. Suasana tersebut akan membawa Anda ke dalam suasana yang magis dan romantis.

6. Tidak Ada Besi Dan Semen

Salah satu fakta menarik tentang Jam Gadang adalah bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Ternyata, Jam Gadang tidak menggunakan besi dan semen seperti bangunan pada umumnya. Bahan utama yang digunakan adalah putih telur, kapur, dan pasir putih.

Penggunaan bahan-bahan alami ini menunjukkan kepiawaian arsitek dalam membangun Jam Gadang. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar, mereka berhasil menciptakan sebuah karya arsitektur yang indah dan awet. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kekayaan alam Indonesia dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menciptakan karya seni yang memukau.

BACA JUGA :  10 Petshop di Kediri, Tempat Untuk Manjain Si Anabul Kesayangan Kamu

7. Banyak Renovasi

Seiring berjalannya waktu, Jam Gadang telah mengalami beberapa kali renovasi. Atap Jam Gadang pernah mengalami tiga kali perubahan desain. Pertama kali, atapnya berbentuk bulat dengan ayam jantan yang menghadap ke arah timur. Kemudian, pada zaman penjajahan Jepang, desain atapnya diubah kembali menjadi pagoda.

Renovasi-renovasi tersebut dilakukan untuk menjaga keaslian dan keindahan Jam Gadang. Para arsitek dan ahli sejarah berupaya untuk mempertahankan nilai historis dari bangunan ini sambil tetap memperhatikan kebutuhan dan keindahan arsitektur yang ada.

Jam Gadang adalah salah satu contoh arsitektur yang menjadi kebanggaan Indonesia. Keindahannya yang memukau dan sejarahnya yang kaya membuatnya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bukittinggi. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi objek wisata ini dan menjadikannya sebagai latar belakang foto dan kenangan indah selama liburan Anda.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *