PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Lokasi Jam Gadang

Blog

Jam Gadang: Landmark Kebanggaan Kota Bukittinggi

Jam Gadang merupakan sebuah Clock Tower yang terletak di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Monumen ini menjadi landmark yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi. Lokasinya yang berada di pusat kota membuatnya sangat mudah diakses oleh wisatawan, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Jam Gadang memiliki tinggi 26 meter dengan bagian dasar berukuran 13 x 4 meter. Di bagian atasnya terdapat jam raksasa yang memiliki diameter 80 cm. Monumen ini diberi nama Jam Gadang karena kata “Gadang” dalam Bahasa Minangkabau memiliki arti “Besar”. Mesin yang menggerakkan jam ini hanya diproduksi 2 unit di Jerman, satu digunakan di Menara Big Ben di London dan satu lagi digunakan di Jam Gadang.

Sejarah pembangunan Jam Gadang dimulai pada tahun 1926 oleh sekretaris Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi), Rook Maker. Bangunan ini didesain oleh arsitektur asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh. Jam Gadang dibangun tanpa menggunakan semen dan besi penyanggah, menggunakan material pasir putih, kapur, dan putih telur. Biaya yang dikeluarkan untuk mendirikan bangunan ini sekitar 3.000 gulden atau sekitar Rp.22,7 juta.

Pada awalnya, atap menara Jam Gadang berbentuk bulat dengan bagian atas berhiaskan patung ayam jantan yang menghadap ke Timur. Namun, saat Jepang menguasai Bukittinggi, atap direnovasi dan diganti dengan bentuk menyerupai klenteng atau pagoda. Setelah Indonesia merdeka, atap menara kembali mengalami perubahan dan diganti dengan bentuk menyerupai rumah adat Minangkabau.

BACA JUGA :  Rekomendasi Dokter Spesialis Kandungan Terbaik Di Palangkaraya Dengan Pelayanan Memuaskan

Jam Gadang menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Bukittinggi. Monumen ini berada di Taman Sabai Nan Aluih yang juga menjadi tempat rekreasi murah bagi masyarakat sekitar. Wisatawan dapat menikmati keindahan Jam Gadang sambil melakukan berbagai aktivitas di taman, seperti berjalan-jalan, bermain, atau sekadar duduk-duduk menikmati suasana.

Di malam hari, Taman Sabai Nan Aluih semakin ramai dengan pengunjung. Anak-anak muda dan keluarga datang ke taman ini untuk bersantai dan menikmati waktu bersama. Pedagang kaki lima dan penjual makanan juga memenuhi beberapa sudut taman, menjual berbagai jenis kuliner khas Minangkabau yang wajib dicoba oleh wisatawan. Tidak jauh dari taman, terdapat juga Pasar Atas yang menjual berbagai jenis barang dan oleh-oleh khas Bukittinggi.

Deskripsi Singkat

Jam Gadang terletak di Taman Sabai Nan Aluih, JL. Istana, Kelurahan Bukit Cangang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Lokasinya mudah diakses, hanya berjarak sekitar 72 km dari Kota Padang atau sekitar 42 km dari Kota Payakumbuh. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum untuk mencapai lokasi ini.

Monumen Jam Gadang memiliki tinggi 26 meter dengan bagian dasar berukuran 13 x 4 meter. Di bagian atasnya terdapat jam raksasa dengan diameter 80 cm. Jam Gadang diberi nama karena kata “Gadang” dalam Bahasa Minangkabau berarti “Besar”. Mesin yang menggerakkan jam ini hanya diproduksi 2 unit di Jerman, satu digunakan di Menara Big Ben di London dan satu lagi digunakan di Jam Gadang.

Sejarah Struktur

Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh Rook Maker, sekretaris Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi). Bangunan ini didesain oleh arsitektur asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh. Jam Gadang dibangun dengan menggunakan material pasir putih, kapur, dan putih telur tanpa menggunakan semen dan besi penyanggah. Biaya yang dikeluarkan untuk mendirikan bangunan ini sekitar 3.000 gulden atau sekitar Rp.22,7 juta.

BACA JUGA :  Ini Dia 10 Toko Pasang Kaca Film Mobil Terbaik di Wilayah Bogor Yang Ada Llumar Atau Solar Gard

Pada awalnya, atap menara Jam Gadang berbentuk bulat dengan bagian atas berhiaskan patung ayam jantan yang menghadap ke Timur. Saat Jepang menguasai Bukittinggi, atap direnovasi dan diganti dengan bentuk menyerupai klenteng atau pagoda. Setelah Indonesia merdeka, atap menara kembali mengalami perubahan dan diganti dengan bentuk menyerupai rumah adat Minangkabau.

Wisata Kawasan

Taman Sabai Nan Aluih, tempat berdirinya Jam Gadang, merupakan tempat rekreasi murah bagi masyarakat sekitar. Wisatawan dapat menikmati keindahan Jam Gadang sambil melakukan berbagai aktivitas di taman ini. Di malam hari, taman ini semakin ramai dengan pengunjung yang datang bersama keluarga. Pedagang kaki lima dan penjual makanan juga memenuhi beberapa sudut taman, menjual berbagai jenis kuliner khas Minangkabau.

Tidak jauh dari Taman Sabai Nan Aluih, terdapat Pasar Atas yang menjual berbagai jenis barang dan oleh-oleh khas Bukittinggi. Wisatawan dapat membeli kerajinan perak, kerajinan tenun, serta berbagai souvenir dan pernik-pernik khas Minangkabau di pasar ini. Selain itu, di pasar ini juga dijual barang-barang kebutuhan sehari-hari serta buah-buahan.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *