PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

10 Daftar Pilihan Gunung Aktif Yang Sering Meletus di Negara Indonesia, Wajib Untuk Kalian Ketahui

Blog

Gunung Tambora

Sejarah Letusan Tambora

Gunung Tambora merupakan salah satu gunung yang meletus dengan ledakan dahsyat di Indonesia. Menurut catatan sejarah, letusan Tambora pada tanggal 10 April 1815 merupakan letusan terdahsyat yang pernah tercatat dalam sejarah dunia. Letusan ini terjadi setelah aktivitas vulkanik yang semakin meningkat selama hampir 4 tahun sebelumnya.

Dampak Letusan Tambora

Letusan Tambora diketahui sangat hebat, bahkan bisa disamakan dengan ratusan ribu bom atom yang meletus secara sekaligus. Akibat ledakan ini, diperkirakan ada sekitar 70 ribu orang di sekitar Sumbawa yang meninggal dikarenakan lava dan debu gunung tersebut. Bukan hanya itu, letusan Tambora juga memberi dampak bagi dunia. Material debu yang dihasilkan oleh letusan ini terbawa ke langit dan mengakibatkan terjadinya perubahan iklim.

Gunung Krakatau

Sejarah Letusan Krakatau

Gunung Krakatau terletak di Selat Sunda dan pernah meletus dengan dahsyat pada tanggal 26 sampai 27 Agustus 1883. Aktivitas vulkanik Krakatau sudah terjadi sejak bulan Mei sebelum letusan ledakan dahsyat terjadi.

BACA JUGA :  Ini Lho Pesona Air Terjun Banyumala Bak Seperti Surga Tersembunyi

Dampak Letusan Krakatau

Letusan Krakatau menyebabkan bencana alam besar di beberapa kota besar di sekitar Selat Sunda seperti Merak dan Banten. Banyak sekali material batuan panas dilemparkan ke luar bumi dan mengakibatkan banyak warga meninggal. Selain itu, letusan Krakatau juga menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang dahsyat. Seperti halnya letusan Tambora, letusan Krakatau juga memiliki dampak terhadap perubahan iklim.

Gunung Kelud

Gunung Kelud dalam Sejarah

Gunung Kelud adalah salah satu gunung yang paling fenomenal di Indonesia. Spot ini sudah dihormati sejak zaman kerajaan Majapahit sampai Kediri. Bahkan, di kota Blitar, dibuat sebuah candi khusus untuk penyembahan kepada Kelud, yang dikenal dengan nama candi Palah atau Penataran.

Letusan Terbesar Gunung Kelud

Pada tahun 2014, Gunung Kelud mengalami letusan terbesar. Material yang dimuntahkan oleh gunung tersebut menyebabkan beberapa bencana di sejumlah kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Kediri dan Yogyakarta. Untungnya, sebelum meletus, warga sudah dievakuasi sehingga korban yang meninggal tidak banyak. Namun, kerusakan rumah tidak dapat dihindari.

Gunung Merapi

Sejarah Gunung Merapi

Gunung Merapi dikenal sebagai gunung berapi paling aktif di Pulau Jawa. Menurut berita, gunung ini sudah sering erupsi sejak abad ke-16. Letusan terakhir terjadi pada tahun 2010.

Dampak Letusan Merapi

Letusan Merapi pada tahun 2010 mengakibatkan 153 orang meninggal dan sekitar 320.000 warga kehilangan rumahnya. Gunung Merapi juga terkenal karena fenomena asap hitam panas yang keluar dari gunung, yang dikenal dengan nama wedhus gembel.

Gunung Samalas

Sejarah Letusan Gunung Samalas

Gunung Samalas mungkin masih sangat asing dan tidak sepopuler Merapi atau Kelud. Hal ini disebabkan karena gunung ini sudah hancur karena ledakan sendiri. Gunung Samalas meletus pada tahun 1257 dan akibat letusan tersebut, sekitar 10 mil kubik material dimuntahkan ke permukaan bumi.

BACA JUGA :  10 Hotel Dekat Kawah Putih Bandung Mulai 200 Ribuan

Dampak Letusan Gunung Samalas

Besarnya ledakan Gunung Samalas hampir sama seperti Tambora dan memberi dampak terhadap perubahan iklim serta menjadi penyebab Zaman Es Kecil. Letusan ini juga menyebabkan banyak orang menderita bahkan sampai kehilangan nyawanya.

Gunung Sinabung

Sejarah Gunung Sinabung

Gunung Sinabung terletak di daerah dataran tinggi Tanah Karo, Sumatera Utara, dan merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Gunung ini sudah meletus sejak tahun 1600 dan mendadak kembali aktif pada akhir 2010.

Aktivitas Gunung Sinabung

Sejak tahun 2010, Gunung Sinabung sering erupsi dan hampir meletus tiap tahun seperti pada 2013, 2014, 2016, dan 2018. Letusan terakhir terjadi pada tanggal 9 Juni 2019, yang mengakibatkan kolom abu setinggi 7.000 meter. Gunung Sinabung termasuk dalam kategori gunung yang cukup rawan untuk didaki.

Gunung Lokon

Sejarah Gunung Lokon

Gunung Lokon merupakan gunung yang terletak dekat kota Tomohon, Sulawesi Utara. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.580 meter di atas permukaan laut. Lokon pernah meletus dengan dahsyat pada tahun 1951 dan kembali aktif pada tahun 1991, 2001, serta terakhir pada tanggal 10 Juli 2011.

Letusan Gunung Lokon

Lokon menunjukkan aktivitas sejak Juni 2011, namun letusannya baru terjadi pada bulan Juli dengan lontaran vulkanik setinggi 600 meter. Letusan ini menyebabkan lebih dari 10.000 warga mengungsi ke Tomohon dan Manado.

Gunung Agung

Aktivitas Gunung Agung

Gunung Agung terletak di Pulau Dewata Bali dan menunjukkan aktivitas erupsi pada tahun 2017. Gempa tektonik yang disebabkan oleh ledakan dahsyat Gunung Agung ini sudah terdeteksi sejak Agustus 2017 dan meningkat secara signifikan beberapa minggu kemudian.

BACA JUGA :  10 Rental Mobil Dumai Lepas Kunci, Harga Murah 275K

Dampak Letusan Gunung Agung

Letusan Gunung Agung menyebabkan ribuan orang mengungsi dan bandara di sekitar Gunung Agung ditutup, termasuk Ngurah Rai Airport dan International Airport Lombok. Penutupan tersebut berlangsung sampai 30 November 2017.

Gunung Rinjani

Sejarah Letusan Gunung Rinjani

Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Gunung ini meletus terakhir pada tanggal 25 Oktober 2015 dan menyemburkan material abu vulkanik setinggi 500 meter ke atmosfer bumi.

Aktivitas Gunung Rinjani

Sebelum hujan abu, anak dari Gunung Rinjani, yaitu Barujari, sudah mengeluarkan letusan sebanyak 7 kali dan menghembuskan asap sampai setinggi 1.300 meter. Letusan ini juga menyebabkan penghentian seluruh penerbangan dari Australia menuju Bali.

Gunung Anak Krakatau

Sejarah Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung vulkanik aktif di Selat Sunda yang muncul akibat letusan Krakatau pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Pada tanggal 10 April 2024, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 657 meter di atas permukaan laut.

Status Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau saat itu ditetapkan dalam status Level 3 atau Siaga. Letusan ini memberi dampak terhadap lingkungan sekitar dan perlu kewaspadaan yang tinggi.

Itulah beberapa contoh gunung di Indonesia yang pernah dan sering meletus dengan ledakan dahsyat. Dari data yang disebutkan di atas, dapat kita lihat bahwa Indonesia memang memiliki banyak gunung api aktif yang tersebar di berbagai wilayah. Aktivitas vulkanik ini merupakan bagian dari kekayaan alam Indonesia, namun juga menjadi ancaman bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, perlu adanya kewaspadaan dan pengawasan yang terus-menerus terhadap gunung-gunung ini untuk mengurangi risiko bencana yang dapat terjadi.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *