Mencoba Cave Tubing di Goa Pindul Jogja
Lokasi dan Informasi Kontak
Lokasi:
Goa Pindul terletak di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55891.
Map:
Klik Disini
Jam Buka:
06.30 – 17.00 WIB
Telepon:
0274-2903089, 0818 204 507, 081 227 095 33
Website:
Tidak disebutkan dalam data yang diberikan.
Goa Pindul merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Goa Pindul dapat dijangkau dengan mudah melalui jalan raya yang sudah berlapis aspal dan dalam kondisi baik. Lokasinya yang terletak di daerah pedesaan memberikan kesan alami dan tenang bagi pengunjung yang datang ke sana.
Untuk mencapai Goa Pindul dari Kota Yogyakarta, pengunjung dapat mengikuti rute perjalanan sebagai berikut. Pertama, bawa kendaraan menuju jalan Jogja-Wonosari melalui Bukit Bintang. Teruslah mengikuti jalan tersebut sampai tiba di Kota Wonosari. Di Kota Wonosari, cari Bundaran Siyono yang merupakan bundaran simpang empat dengan ciri bangunan air mancur di tengahnya. Dari bundaran tersebut, belokkan kendaraan ke arah kiri dan ikuti jalan sampai bertemu dengan lampu merah di simpang empat. Dari situ, ambil jalan yang lurus dan teruslah mengikuti jalan tersebut sampai bertemu perempatan besar. Belokkan kendaraan ke arah kiri untuk menuju Desa Bejiharjo dan teruslah mengikuti jalan yang lurus sampai tiba di lokasi wisata Gunung Pindul.
Setelah sampai di Dusun Gelaran, pengunjung akan melihat banyak pemuda-pemuda yang berdiri di pinggir jalan dan siap untuk mengantar menuju lokasi wisata. Mereka merupakan pemuda yang dipekerjakan dan digaji oleh pihak pengelola Goa Pindul untuk membantu para wisatawan. Pengunjung tidak perlu memberikan imbalan kepada mereka karena mereka sudah mendapatkan upah dari pihak pengelola. Hal ini bertujuan untuk menjaga citra pariwisata Goa Pindul agar tetap baik dan pelayanan kepada wisatawan tetap optimal.
Goa Pindul buka setiap hari mulai pukul 06.30 hingga 17.00 WIB. Jam buka tersebut memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk menikmati keindahan dan petualangan di dalam goa. Selain itu, Goa Pindul juga menyediakan berbagai fasilitas yang dapat memudahkan pengunjung, seperti area parkir yang luas dan tempat istirahat yang nyaman. Untuk informasi lebih lanjut atau pemesanan tiket, pengunjung dapat menghubungi nomor telepon 0274-2903089, 0818 204 507, atau 081 227 095 33.
Harga Tiket Masuk
Tiket masuk ke Goa Pindul terdiri dari tiket retribusi dan paket-paket wisata yang ditawarkan. Berikut adalah harga tiket masuk yang berlaku di Goa Pindul:
– Tiket Retribusi: Rp. 10.000 per orang
– Paket Cave Tubing Goa Pindul: Rp. 40.000 per orang
– Paket Susur Goa Gelatik: Rp. 30.000 per orang
– Paket Susur Goa Baru: Rp. 35.000 per orang
– Paket River Tubing Sungai Oyo: Rp. 50.000 per orang
Tiket retribusi sebesar Rp. 10.000 per orang dikenakan kepada setiap pengunjung yang masuk ke area wisata Goa Pindul. Retribusi ini digunakan untuk memelihara kebersihan dan keamanan area wisata, serta mempertahankan kualitas dan kelestarian lingkungan sekitar.
Selain tiket retribusi, pengunjung juga dapat memilih paket-paket wisata yang ditawarkan di Goa Pindul. Paket-paket tersebut mencakup berbagai kegiatan petualangan yang dapat dilakukan di dalam goa. Paket yang paling terkenal adalah paket Cave Tubing Goa Pindul dengan harga Rp. 40.000 per orang. Dalam paket ini, pengunjung akan diajak untuk menyusuri sungai di dalam goa menggunakan ban pelampung. Petualangan ini sangat menarik dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan.
Paket lainnya yang ditawarkan di Goa Pindul antara lain Paket Susur Goa Gelatik dengan harga Rp. 30.000 per orang, Paket Susur Goa Baru dengan harga Rp. 35.000 per orang, dan Paket River Tubing Sungai Oyo dengan harga Rp. 50.000 per orang. Setiap paket memiliki atraksi dan keindahan yang unik, sehingga pengunjung dapat memilih sesuai dengan minat dan keinginan mereka.
Wisata Jogja
Yogyakarta, atau yang sering disebut Jogja, merupakan salah satu tujuan wisata yang terkenal di Indonesia. Kota ini tidak hanya kaya akan bangunan bersejarah seperti Candi Prambanan, Keraton Yogyakarta, dan Benteng Vredeburg, tetapi juga memiliki pantai–pantai dan pemandangan alam yang menawan. Beberapa pantai terkenal di Jogja antara lain Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Indrayanti, dan Pantai Pok Tunggal. Selain itu, Jogja juga memiliki air terjun yang indah seperti Air Terjun Sri Gethuk dan Desa Wisata Kalibiru.
Namun, Jogja juga memiliki sejumlah wisata minat khusus yang semakin populer dari waktu ke waktu, seperti wisata belanja di Malioboro, wisata rafting di Sungai Elo, dan wisata Cave Tubing di Goa Kalisuci, Goa Glatik, dan Goa Pindul. Istilah Cave Tubing (Caving) dalam dunia wisata memang masih relatif baru, karena sebelumnya yang ada hanya wisata susur goa dan wisata rafting. Wisata susur goa dan wisata rafting kemudian digabungkan menjadi wisata Cave Tubing, dan masyarakat Jogja menjadi pelopor dalam memperkenalkan jenis wisata ini melalui Cave Tubing di Goa Kalisuci.
Goa Pindul merupakan salah satu wisata Cave Tubing yang paling terkenal di Jogja. Meski objek wisata ini masih terbilang baru, namun tidak pernah sepi dari pengunjung. Terutama saat musim liburan, antrean pengunjung yang ingin menyusuri goa bisa mencapai ribuan orang. Goa Pindul memiliki daya tarik yang luar biasa, terutama karena suasana di dalam goa yang eksotis dengan dinding-dinding batu yang indah dan stalaktit serta stalagmit yang memukau. Salah satu stalaktit di dalam goa bahkan tercatat sebagai stalaktit terbesar ke-4 di dunia.
Aliran air di dalam goa Pindul sangat tenang dengan kedalaman yang bervariasi, mulai dari yang dangkal hingga yang berkedalaman 12 meter. Hal ini membuat wisata susur goa di tempat ini relatif aman, bahkan untuk kaum wanita, anak-anak, atau mereka yang tidak bisa berenang. Selama perjalanan, peserta dilengkapi dengan pelampung dan dipandu oleh guide atau operator wisata yang profesional dan mengenal betul lokasi Goa Pindul.
Goa Pindul juga memiliki sejarah yang menarik. Meski tidak ada bukti sejarah yang menjelaskan tentang keberadaan goa ini, masyarakat setempat percaya bahwa goa ini memiliki kekuatan sakral. Asal-usul nama Goa Pindul berdasarkan legenda yang dituturkan dari mulut ke mulut. Cerita tersebut berasal dari perjalanan Ki Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani yang diperintahkan Panembahan Senopati Mataram untuk menghabisi nyawa bayi yang sebenarnya adalah cucunya sendiri. Namun, kedua orang tersebut sepakat untuk tidak membunuh bayi tersebut dan membawanya pergi ke arah Gunung Kidul. Ketika bayi tersebut terus menangis, mereka berhenti dan memandikannya menggunakan sumber air di dalam lubang yang terbentuk karena tanah yang diinjak dengan keras oleh Ki Juru Mertani. Lubang tersebut kini dikenal sebagai Goa Pindul.
Sebelum dijadikan sebagai destinasi wisata, Goa Pindul dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk berbagai aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memancing. Goa Pindul mulai dikenal sebagai tempat wisata setelah dilakukan penelitian oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tertarik dengan keindahan goa tersebut. Penelitian tersebut kemudian berkembang menjadi studi tentang keamanan dan kelayakan Goa Pindul sebagai tempat wisata. Pada tahun 2010, Goa Pindul resmi dibuka sebagai tempat wisata dengan dihadiri oleh masyarakat setempat dan pejabat daerah.
Sejak dibukanya Goa Pindul, tempat ini semakin populer dan sering menjadi sorotan publik. Banyak website dan media sosial yang memberikan ulasan dan foto tentang serunya Cave Tubing di Goa Pindul. Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk mengunjungi tempat ini dan beberapa pengelola atau operator wisata berinvestasi di sana. Namun, pengelolaan Goa Pindul tetap dipegang oleh warga setempat dan hanya ada 10 pengelola atau operator wisata yang beroperasi di sana.
Perjalanan di Goa Pindul
Perjalanan menelusuri goa di Goa Pindul dimulai dari camp menuju aliran sungai yang menjadi titik awal sebelum masuk ke pintu goa. Di sini, peserta Cave Tubing akan menerima briefing dan training dari guide atau operator wisata tentang hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama dalam perjalanan untuk menjaga keamanan dan keselamatan mereka.
Salah satu larangan yang diberlakukan di Goa Pindul adalah larangan membawa HP dan kamera. Untuk pengunjung yang ingin mengabadikan momen selama perjalanan, pihak operator menyediakan tas plastik bening untuk membungkus HP atau kamera agar tetap aman dari air. Hal ini dilakukan untuk menjaga keaslian dan kelestarian lingkungan di dalam goa.
Goa Pindul memiliki panjang sekitar 350 meter, lebar hingga 5 meter, dan kedalaman air bervariasi antara 5 hingga 12 meter. Goa ini terbagi menjadi tiga zona, yaitu zona terang, zona remang, dan zona gelap abadi. Zona terang berada di dekat pintu masuk goa dan masih terdapat cahaya matahari yang dapat menerangi setiap sudut goa. Di zona ini, pengunjung dapat melihat stalaktit yang menggantung di langit-langit goa, ornamen alam yang indah, dan kelelawar yang bergantungan.
Zona kedua adalah zona remang dengan cahaya yang sangat minim. Di zona ini, pengunjung perlu menggunakan lampu sorot yang disediakan oleh pemandu untuk melihat pemandangan di dalam goa. Zona ini merupakan tempat ternak burung walet, sehingga terdapat atap rumah yang digunakan untuk ternak burung walet di atas goa. Jumlah stalaktit dan stalagmit di zona ini lebih banyak dan memiliki bentuk yang variatif.
Zona terakhir adalah zona gelap abadi. Di zona ini, tidak ada cahaya yang masuk, sehingga pemandangan di dalam goa tidak terlihat dengan jelas. Pada saat ini, pemandu biasanya mematikan lampu dan meminta seluruh peserta untuk mengheningkan cipta sebagai tanda syukur atas keindahan alam yang ada di sekitar mereka. Setelah mengheningkan cipta, perjalanan dilanjutkan menuju pintu keluar goa.
Sebelum meninggalkan goa, pengunjung akan beristirahat sejenak di mulut goa yang dikenal dengan nama Goa Njomplang. Di sini, pengunjung dapat bermain air atau berfoto dengan latar belakang goa. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju aliran sungai di luar goa. Di sini, pengunjung dapat mandi dan berenang sepuasnya atau terjun dari tebing kecil di bibir sungai. Petualangan di Goa Pindul diakhiri dengan naik ke atas mendaki bendungan menggunakan tali.
Perjalanan menelusuri Goa Pindul memakan waktu sekitar 45 menit. Selama perjalanan, pemandu atau operator wisata akan memberikan informasi menarik tentang goa dan menjelaskan setiap detil dari tempat yang dilalui. Goa Pindul juga menawarkan pengalaman yang unik dan tak terlupakan bagi para pengunjung.