PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Candi Arjuna Buka Jam Berapa?

Blog

Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Candi Arjuna terletak di Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Lokasinya berada di dataran tinggi Dieng, yang terkenal dengan keindahan alamnya. Untuk mencapai candi ini, pengunjung dapat menggunakan transportasi umum seperti bus dari Terminal Mendolo Wonosobo menuju Dieng. Dari Terminal Dieng, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata dataran tinggi Dieng.

Untuk dapat memasuki komplek candi Arjuna dan menikmati semua fasilitas yang ada, pengunjung hanya perlu membayar tiket sebesar Rp. 5.000 per orang. Harga tiket yang terjangkau ini membuat candi Arjuna menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Jawa Tengah. Selain itu, pengunjung juga dapat membeli tiket terusan dengan harga Rp. 10.000 untuk mengunjungi candi Arjuna dan fenomena alam vulkanis di kawah Sikidang.

Candi Arjuna dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00. Pengunjung dapat mengunjungi candi ini baik pada hari kerja maupun hari libur. Dengan jadwal kunjungan yang fleksibel, pengunjung memiliki banyak waktu untuk mengeksplorasi keindahan dan sejarah yang terkandung di dalam candi Arjuna.

Komplek Percandian

Candi Arjuna merupakan salah satu komplek candi yang terdapat di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Komplek candi ini memiliki arsitektur yang unik dan menjadi bukti sejarah keberadaan Kerajaan Mataram Kuno. Di dalam komplek candi ini terdapat lima bangunan candi, yaitu candi Semar, Srikandi, Sembadra, Puntadewa, dan candi Arjuna sendiri.

BACA JUGA :  10 Toko Elektronik di Bogor Yang Bisa Kamu Kunjungi Untuk Belanja

Selain komplek pertama, terdapat juga komplek kedua yang terdiri dari candi Setyaki, Nakula, Gatutkaca, Gareng, dan Sadewa. Namun, saat ini hanya candi Gatutkaca yang masih utuh, sedangkan empat bangunan lainnya hanya tinggal pondasinya saja.

Di sisi selatan komplek pertama terdapat komplek ketiga yang dikenal dengan komplek Dwarawati. Dulunya, komplek ini terdiri dari empat bangunan, yaitu candi Abiyasa, Pandu, Margasari, dan candi Dwarawati sendiri. Namun, saat ini hanya candi Dwarawati yang masih dapat dilihat.

Komplek candi terakhir dan terbesar di Dataran Tinggi Dieng adalah candi Bima. Candi ini berlokasi persis di dekat kawah Sikidang, yang juga merupakan objek wisata utama di Dieng Plateau. Keberadaan candi Bima dan kawah Sikidang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan yang berkunjung ke Dieng.

Lebih Dekat dengan Candi Arjuna

Candi Arjuna memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Pada awal penemuannya, di komplek candi ini ditemukan sebuah prasasti bertuliskan aksara Jawa Kuno yang diperkirakan dibuat sekitar tahun 731 Caka atau tahun 809 Masehi. Prasasti ini menjadi petunjuk bahwa bangunan ini merupakan candi tertua di tanah Jawa. Komplek candi Arjuna diperkirakan mulai dibangun pada awal abad ke-9 Masehi.

Prasasti tersebut saat ini telah diamankan dan disimpan di Galeri Museum Nasional di Jakarta. Temuan prasasti ini memberikan banyak informasi penting mengenai sejarah dan peradaban masyarakat Jawa kuno.

Selain itu, candi Arjuna juga memiliki relief-relief yang menggambarkan tiga dewa agung dalam kepercayaan agama Hindu, yaitu dewa Syiwa, dewa Wisnu, dan dewa Brahma. Relief-relief ini menjadi bukti bahwa candi Arjuna digunakan sebagai tempat pemujaan umat Hindu pada masa lampau.

BACA JUGA :  10 Distributor Minyak Goreng di Jakarta Barat Beserta Alamatnya, Manakah Yang Harganya Bersahabat?

Dengan mengunjungi candi Arjuna, pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut mengenai keberadaan Kerajaan Mataram Kuno dan peradaban masyarakat Jawa pada zaman dahulu.

Aktivitas Wisata di Candi Arjuna

Kawasan sekitar candi Arjuna ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan hijau, yang memberikan kesan asri dan alami. Udara di sekitar komplek candi juga sangat sejuk, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana yang tenang dan nyaman.

Selain itu, komplek candi Arjuna juga merupakan tempat yang ideal untuk berburu spot foto. Keindahan bangunan candi dan pesona alam sekitarnya menjadi objek yang sempurna untuk difoto. Pengunjung dapat mengabadikan momen indah mereka dengan latar belakang candi yang megah dan pemandangan alam yang memukau.

Selain bersantai dan berburu spot foto, pengunjung juga dapat mempelajari sejarah melalui papan informasi yang disediakan di setiap candi. Papan informasi tersebut berisi kisah peradaban masyarakat Jawa kuno pada zaman dahulu.

Selanjutnya, pengunjung dapat mengunjungi Museum Kailasa untuk menambah pengetahuan mengenai komplek candi Arjuna. Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai benda bersejarah seperti batu prasasti dan arca, replika bangunan, serta peralatan dapur yang digunakan oleh masyarakat Dieng.

Rute Menuju Candi Arjuna

Untuk mencapai candi Arjuna, pengunjung dapat menggunakan angkutan umum seperti bus dari Terminal Mendolo Wonosobo menuju Dieng. Perjalanan dari terminal Dieng menuju candi Arjuna dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan pribadi.

Meskipun candi Arjuna terletak di Kabupaten Banjarnegara, rute yang lebih mudah dan cepat adalah melalui Kabupaten Wonosobo. Dengan mengikuti rute ini, pengunjung dapat mencapai candi Arjuna dengan lebih mudah dan nyaman.

Tips Berwisata di Candi Arjuna

Untuk dapat menikmati wisata di candi Arjuna dengan nyaman, ada beberapa tips yang dapat diikuti oleh pengunjung. Pertama, karena candi Arjuna terletak di dataran tinggi Dieng yang memiliki suhu udara yang dingin, sebaiknya pengunjung menyiapkan pakaian tebal dan topi yang dapat menutup kepala hingga telinga agar tetap hangat.

BACA JUGA :  10 Pilihan Jasa Service Mesin Cuci Yang Handal dan Jujur di Bekasi Agar Pakaian Kotor Segera Tertangani

Selanjutnya, sebaiknya pengunjung berkunjung ke candi Arjuna pada musim kemarau, antara bulan Mei hingga September. Pada musim ini, cuaca di Dieng cenderung lebih cerah dan tidak terlalu dingin, sehingga pengunjung dapat menikmati wisata dengan lebih nyaman.

Bagi para fotografer, waktu terbaik untuk memotret candi Arjuna adalah saat bangunan ini diselimuti kabut putih dengan sorotan sinar mentari pagi. Pengunjung dapat menunggu momen ini sejak subuh hingga sekitar jam 9 pagi untuk mendapatkan hasil foto yang indah.

Terakhir, setelah mengunjungi candi Arjuna, pengunjung dapat melengkapi pengetahuan mereka dengan mengunjungi Museum Kailasa. Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai artefak dan benda bersejarah yang terkait dengan candi Arjuna dan kehidupan masyarakat Dieng.

Dengan mengikuti tips-tips ini, pengunjung dapat menikmati wisata sejarah di candi Arjuna dengan lebih baik dan mendapatkan pengalaman yang berharga.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *