Alun Alun Purwokerto
Lokasi Alun-Alun Purwokerto
Sejarah Asal Usul
Alun-alun Purwokerto merupakan sebuah tempat yang memiliki sejarah yang panjang dalam perjuangan rakyat Purwokerto. Tempat ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Penataan area alun-alun ini terdiri dari beberapa bagian, seperti helaman (plataran), Pendapa, Pringgitan, dalem, dan plataran buri (Belakang) yang di tengahnya terdapat masjid yang biasa disebut masjid Paguwon.
Masjid Paguwon ini terletak di sebelah barat alun-alun, sementara di sebelah timur terdapat kantor pengadilan dan penjara yang dibangun di sebelah selatan masjid. Pembangunan alun-alun ini dilakukan dengan mempertimbangkan filosofi dan konsep yang tinggi. Alun-alun ini dibangun membelakangi gunung dan menghadap ke samudera. Untuk memperkuat garis imajiner, tempat ini dibagi menjadi 2 wilayah dengan jalan yang langsung menuju halaman pendapa.
Salah satu ciri khas dari alun-alun Purwokerto adalah adanya pohon beringin yang ditanam di dalamnya. Pohon beringin ini melambangkan pengayoman kepada masyarakat Purwokerto. Keberadaan pohon beringin ini telah dipertahankan hingga saat ini oleh pemerintah setempat.
Menurut Prof. Eko Budihardjo, alun-alun Purwokerto menjadi jati diri kota dengan menjunjung tinggi nilai budaya dan filosofi dalam membangun serta merawat tempat ini. Pada masa kolonial Belanda, tempat ini sayangnya dirusak dengan dibangunnya pusat pemerintahan kolonial yang tidak sejalan dengan nilai budaya dan filosofi lokal.
Dalam pembangunannya, alun-alun Purwokerto sangat mengedepankan hubungan yang erat antara manusia dengan alam dan Tuhannya. Tujuan dari pembangunan ini bukan hanya untuk kepentingan penguasa saja, tetapi juga untuk kepentingan seluruh masyarakat Purwokerto.
Seiring berjalannya waktu, alun-alun Purwokerto telah mengalami renovasi sebanyak dua kali. Renovasi pertama dilakukan pada tahun 2008 saat pemerintahan bupati Mardjoko, sedangkan renovasi kedua dilakukan pada tahun 2014 saat pemerintahan bupati Achmad Husein.
Renovasi yang paling kontroversial adalah renovasi pada tahun 2014 yang dilakukan oleh pemerintahan bupati Achmad Husein. Renovasi ini tidak sesuai dengan harapan warga untuk mengembalikan keadaan alun-alun seperti tempo dulu. Renovasi tersebut hanya mengganti jenis rumput dan membangun air mancur.
Konsep yang diusung oleh bupati Husein dalam renovasi alun-alun Purwokerto terinspirasi oleh kota-kota besar di Indonesia, seperti Surabaya, Malang, dan Jakarta. Konsep terbaru yang diusung adalah konsep Modern Citizen Park. Saat ini sudah banyak gambar dan foto yang beredar di internet mengenai tampilan tempat ini.
Namun, masih belum diketahui secara pasti apakah alun-alun Purwokerto dilengkapi dengan samsat, wifi berpassword untuk mengakses internet cepat, serta cctv untuk melakukan live streaming video di tempat ini. Selain itu, juga belum ada informasi mengenai acara televisi yang akan meliput tempat hiburan ini. Denah dan peta tempat ini dapat dilihat melalui Google Maps, namun tidak terdapat nomor telepon, pegadaian, bom, dan mayasi.
Lokasi Dimana
Alun-alun Purwokerto terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dari pusat kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 168 kilometer. Tempat ini mudah ditemukan karena berada di pusat kota dan tepat di depan kantor bupati. Alun-alun Purwokerto juga menjadi lokasi transit karena berada di jalur mudik saat Idul Fitri.
Hasil Renovasi
Setelah mengalami renovasi, wajah alun-alun Purwokerto berbeda dari beberapa tahun silam. Kini, konsep tempat ini lebih modern dengan adanya air mancur yang dapat mengubah warna. Air mancur ini menjadi tempat bermain anak-anak, mereka bisa bermain air di sana dengan latar belakang tulisan “PURWOKERTO”. Di tempat ini juga terdapat banyak mainan untuk anak-anak.
Tepat di depan alun-alun Purwokerto terdapat kantor bupati Banyumas. Di sekitar alun-alun juga terdapat tempat-tempat populer seperti Cafe Buntos, Cafe All Rich, dan Rita Bakery, sehingga tempat ini menjadi tempat berkumpul yang ideal bagi keluarga karena wisatanya yang lengkap.
Untuk beribadah, pengunjung dapat memanfaatkan Masjid Agung yang terletak di sebelah kiri alun-alun. Fasilitas lain seperti parkiran juga sangat strategis, dan biaya parkir yang murah hanya sebesar 2000 rupiah, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana malam di kota Purwokerto.
Wisata Kuliner
Alun-alun Purwokerto juga menawarkan wisata kuliner yang menarik. Salah satu tempat favorit untuk menikmati kuliner di kota ini adalah Bakso Pekih yang terletak di Jalan Pekih. Tempat ini hanya berjarak 4 menit dengan berjalan kaki dari alun-alun. Bakso Pekih menjadi favorit warga dan wisatawan karena kelezatannya. Harga bakso di tempat ini hanya sekitar 11.000 rupiah.
Selain itu, ada juga Rumah Makan dan Karaoke Keluarga KABAYAN yang menjadi salah satu destinasi wisata kuliner legendaris di kota ini. Tempat ini berdiri sejak lama dan terkenal dengan nasi timbelnya. Lokasi KABAYAN berada di depan RRI dan memiliki suasana yang bersih serta tata ruang yang bagus. Staf di tempat ini juga ramah.
Makam Ragasemangsang
Di alun-alun Purwokerto, terdapat sebuah bangunan misterius yang menjadi perbincangan warga setempat. Bangunan ini berdiri di pusat keramaian alun-alun dan memiliki pintu besi berukuran 1,5 x 2 meter. Menurut keterangan warga setempat, di dalam bangunan ini terdapat jasad seorang lelaki.
Tidak dapat dipastikan kapan bangunan ini didirikan, karena terdapat banyak versi cerita rakyat mengenai asal usulnya. Cerita ini tersebar mulai dari zaman raja hingga zaman penjajahan Belanda.
Menurut cerita yang dipaparkan oleh Ketua RT 3 RW 5 Sokanegara, Bapak Suwito, konon pada zaman dahulu terjadi peperangan antara dua orang sakti mandraguna, yaitu Mbah Ragasemangsang sebagai protagonis dan Paden Pekih sebagai antagonis. Perkelahian tersebut dimenangkan oleh Raden Pekih yang akhirnya menggantung raga Mbah Ragasemangsang. Saat ini, bangunan tersebut masih menjadi tempat yang keramat di tengah kota Purwokerto.
Hotel Terdekat
Bagi wisatawan yang ingin menginap di Purwokerto, terdapat beberapa hotel terdekat yang dapat dipilih. Salah satu hotel yang terletak di Jalan Sudirman adalah COR Hotel Purwokerto. Hotel ini berjarak sekitar 1,6 kilometer dari alun-alun Purwokerto, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 6-9 menit. COR Hotel Purwokerto menawarkan kenyamanan menginap dengan akses jalan yang mudah.
Selain itu, terdapat juga Java Heritage Hotel yang berjarak sekitar 2,1 kilometer dari alun-alun Purwokerto, dapat ditempuh dengan waktu sekitar 8 menit menggunakan kendaraan pribadi. Hotel ini memiliki fasilitas yang lengkap dan nyaman untuk menginap.
Hotel Moetel Purwokerto by Dafam juga menjadi salah satu pilihan yang dapat diakses dengan kendaraan pribadi. Hotel ini berjarak sekitar 3,9 kilometer dari alun-alun Purwokerto, dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 12 menit melalui jalan Gatot Subroto.
Selain itu, terdapat juga Hotel Cahaya Nirwana yang hanya berjarak kurang dari 1 kilometer dari alun-alun Purwokerto. Hotel ini menawarkan kenyamanan menginap dengan harga yang terjangkau.
Dengan lokasi yang strategis dan akses yang mudah, hotel-hotel ini menjadi pilihan yang tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati kota Purwokerto. Pemesanan hotel dapat dilakukan langsung melalui pihak hotel atau melalui jasa pemesanan hotel online.