Tandon Ciater Tutup Jam Berapa
Lokasi dan Fungsi Tandon Ciater
Tandon Ciater merupakan sebuah tempat wisata yang terletak di Jl. Widya Kencana, Ciater, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310. Tempat ini memiliki luas sekitar 7 hektar dan merupakan tandon air yang berfungsi untuk menampung air.
Seperti yang kita ketahui, tandon air memiliki ukuran yang sangat besar karena berfungsi untuk menyimpan air dalam jumlah yang besar pula. Tandon Ciater ini tidak hanya menjadi tempat penampungan air, tetapi juga menjadi solusi untuk menanggulangi banjir yang sering terjadi di ibukota. Pembangunan tandon ini didanai oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta dengan dana hibah sebesar Rp. 10 miliar.
Pembangunan tandon ini juga menjadi solusi bagi warga Tangerang Selatan yang selama ini sulit mencari tempat wisata di daerah perkotaan. Dengan adanya tandon ini, warga Tangerang Selatan dapat berlibur bersama keluarga tanpa harus pergi jauh dari rumah. Tempat ini menjadi alternatif wisata baru selain pusat perbelanjaan maupun taman kota.
Tandon Ciater sebagai Tempat Wisata Menarik
Tandon Ciater di Tangerang Selatan bukan hanya berfungsi sebagai penampungan air, tetapi juga menjadi tempat wisata menarik bagi warga setempat. Tempat ini memiliki luas 7 hektar dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menarik.
Selain dapat menikmati keindahan tandon air yang luas, pengunjung juga dapat melihat bangunan blandongan yang menjadi ciri khas Betawi. Blandongan ini memiliki luas 500 m2 dan merupakan blandongan terbesar di Indonesia. Di sekitar kawasan tandon ini juga terdapat area untuk berkemah, sehingga pengunjung dapat menghabiskan waktu bersama keluarga sambil menikmati suasana alam yang asri.
Tidak hanya itu, Tandon Ciater juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas lain seperti tenda yang menjual makanan dan minuman serta tempat bermain untuk anak-anak. Dengan demikian, tempat ini tidak hanya menjadi penampungan air, tetapi juga menjadi ladang rezeki bagi banyak orang.
Pembangunan Tandon Ciater
Pembangunan Tandon Ciater di Tangerang Selatan membutuhkan dana yang cukup besar. Dilansir dari suaratangsel.com pada tahun 2015, pembangunan tandon ini menghabiskan dana sebesar Rp. 34 miliar. Dana tersebut berasal dari dana hibah yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Meskipun pembangunan tandon ini menggunakan dana hibah dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga ikut andil dalam pembangunan ini. Pemerintah Kota Tangerang Selatan membangun akses jalan menuju area tandon dengan menghabiskan dana sebesar Rp. 24 miliar. Jalan ini memiliki panjang 1 kilometer dan dimulai dari muka Kantor Kementrian Agama Tangerang Selatan hingga ke lokasi Tandon Ciater.
Pembangunan tandon ini juga dilakukan untuk mengurangi debit air yang mengalir ke Kali Angke. Sebagai daerah perkotaan yang padat penduduknya, Tangerang Selatan membutuhkan penampungan air yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya.
Manfaat Tandon Ciater
Tandon Ciater di Tangerang Selatan memiliki manfaat yang sangat besar bagi warga setempat. Dengan luas kawasan mencapai 7 hektar, tandon ini mampu menampung air hingga 120 ribu m3. Penampungan air yang begitu besar ini sangat bermanfaat bagi warga Tangerang Selatan, terutama dalam hal penyediaan air bersih.
Kepadatan penduduk di Tangerang Selatan mencapai hampir 1,5 juta pada tahun 2014. Dengan jumlah penduduk yang semakin banyak, kebutuhan akan air bersih juga semakin meningkat. Oleh karena itu, tandon ini menjadi daerah vital yang dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Tangerang Selatan.
Selain itu, Tandon Ciater juga menjadi tempat ekowisata yang menjadi andalan Tangerang Selatan. Pihak terkait telah membuat area ini menjadi hijau dan akan menjadi lahan pertanian terpadu. Di area ini juga terdapat pendopo bergaya tradisional, mushola, kantin, dan toilet umum. Pendopo ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seperti diskusi, kumpul-kumpul, dan pertemuan komunitas.
Tidak hanya itu, Tandon Ciater juga dilengkapi dengan jogging track yang dapat digunakan untuk berolahraga seperti lari pagi atau jogging. Di area ini juga terdapat banyak ikan yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Namun, pengunjung tidak diperbolehkan memancing di sini karena tujuan ikan-ikan tersebut dilepas di tandon ini adalah untuk menjaga ekosistem perairan.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional
Untuk masuk ke area Tandon Ciater, pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir. Biaya parkir untuk sepeda motor adalah Rp. 3.000 dan untuk mobil adalah Rp. 5.000. Namun, jika pengunjung menggunakan mobil, mereka tidak dapat masuk ke area tandon dan harus memarkirkan mobil di sisi jalan dekat pintu masuk. Pengunjung yang menggunakan sepeda motor dapat langsung masuk melalui pintu yang sama.
Jam operasional Tandon Ciater adalah mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 17.00. Pengunjung dapat mengunjungi tempat ini pada jam-jam tersebut untuk menikmati keindahan tandon dan berbagai fasilitas yang disediakan.
Pentingnya Menjaga Kebersihan
Sayangnya, kondisi Tandon Ciater pernah mengalami masalah kebersihan pada tahun 2017. Banyak pengunjung yang tidak membuang sampah pada tempatnya sehingga keindahan dan kebersihan tandon ini terganggu. Sampah-sampah tersebut ditemukan di jogging track, taman, tali kawat baja pembatas tandon, dan dinding-dinding tandon.
Hal ini sangat disayangkan karena jika perilaku tersebut terus berlanjut, maka kebersihan tandon ini akan semakin terancam. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap pengunjung untuk menjaga kebersihan tempat ini dengan tidak membuang sampah sembarangan. Jika memang tempat sampah di area ini sedikit, lebih baik membawa kembali sampah atau tidak membawa apapun ketika berkunjung ke sini.
Kita sebagai masyarakat yang berpendidikan dan memiliki akhlak yang baik harus mulai menjaga kebersihan dari diri sendiri. Dengan membuang sampah pada tempatnya, kita dapat menjaga keindahan dan kebersihan tempat wisata ini. Selain itu, kita juga dapat turut serta dalam menjaga ekosistem perairan di Tandon Ciater agar tetap terjaga dengan baik.
Dalam rangka menjaga kebersihan tandon ini, pihak pengelola juga telah menyediakan kantong plastik sebagai wadah sampah. Jadi, pengunjung dapat membawa kantong plastik sendiri atau menggunakan yang disediakan oleh pengelola untuk membuang sampah.
Dengan menjaga kebersihan Tandon Ciater, kita dapat menjaga tempat ini tetap indah dan nyaman untuk dikunjungi oleh kita dan generasi mendatang. Selain itu, kita juga memberikan contoh yang baik bagi masyarakat lainnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kesimpulan
Tandon Ciater di Tangerang Selatan merupakan tempat wisata yang memiliki fungsi ganda. Selain sebagai penampungan air, tandon ini juga menjadi tempat wisata menarik bagi warga setempat. Dengan luas kawasan yang mencapai 7 hektar, tandon ini mampu menampung air hingga 120 ribu m3.
Pembangunan tandon ini didanai oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta dengan dana hibah sebesar Rp. 10 miliar. Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga turut berperan dalam pembangunan ini dengan membangun akses jalan menuju area tandon dengan dana sebesar Rp. 24 miliar.
Tandon Ciater juga memiliki manfaat yang sangat besar bagi warga Tangerang Selatan, terutama dalam hal penyediaan air bersih. Tempat ini juga menjadi lokasi ekowisata andalan Tangerang Selatan dengan adanya pendopo bergaya tradisional, area pertanian terpadu, dan berbagai fasilitas lainnya.
Pengunjung dapat masuk ke area Tandon Ciater dengan membayar biaya parkir. Jam operasional tempat ini adalah mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 17.00. Penting bagi setiap pengunjung untuk menjaga kebersihan tempat ini dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Dengan menjaga kebersihan Tandon Ciater, kita dapat menjaga keindahan dan kebersihan tempat ini. Selain itu, kita juga dapat turut serta dalam menjaga ekosistem perairan di sana agar tetap terjaga dengan baik.