10 Daftar Rincian Biaya Hidup di Kuala Lumpur, Benarkah Lebih Murah Daripada Jakarta?
1. Sewa Tempat Tinggal
Kondominium
Sewa kondominium adalah pilihan yang paling murah untuk mahasiswa di Kuala Lumpur. Harganya berkisar antara RM 400 hingga 600 per bulan. Kondominium umumnya dilengkapi dengan fasilitas seperti kolam renang, gym, dan keamanan 24 jam. Kondominium ini biasanya terletak di daerah yang strategis, dekat dengan pusat kota atau kampus-kampus ternama di Kuala Lumpur.
Apartemen
Untuk yang ingin tinggal di apartemen, biaya sewanya lebih mahal dibandingkan dengan kondominium. Harga sewa apartemen tipe studio berkisar antara RM 1.200 hingga 1.600 per bulan. Namun, apartemen biasanya lebih luas dan memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan dengan kondominium.
Tipe Sharing
Selain itu, bagi yang ingin berbagi tempat tinggal dengan teman-teman, bisa memilih tipe sharing yang biasanya memiliki dua hingga tiga bilik. Harga sewanya berkisar antara RM 900 hingga 1.200 per bulan. Dengan memilih tipe sharing, Anda bisa berbagi biaya sewa dengan teman-teman sehingga lebih hemat.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan lokasi tempat tinggal. Jika Anda ingin menghemat biaya transportasi, sebaiknya carilah tempat tinggal yang dekat dengan kampus atau tempat-tempat yang sering Anda kunjungi. Dengan begitu, Anda bisa menghemat waktu dan uang untuk transportasi.
2. Tagihan Utilitas
Selain biaya sewa tempat tinggal, Anda juga perlu memperhatikan tagihan utilitas yang harus dibayarkan setiap bulan. Biasanya, tagihan utilitas seperti listrik dan air tidak termasuk dalam biaya sewa tempat tinggal. Namun, ada juga beberapa tempat tinggal yang sudah menyertakan biaya utilitas dalam harga sewanya.
Untuk biaya listrik dan air, besarnya tergantung pada pemakaian setiap orang. Rata-rata, biaya listrik dan air per bulan berkisar antara RM 75 hingga 150. Namun, perlu diingat bahwa pemakaian yang berlebihan akan meningkatkan biaya utilitas tersebut.
3. Makan dan Minum
Biaya makan dan minum juga perlu diperhatikan dalam perencanaan biaya hidup di Kuala Lumpur. Di Malaysia, variasi makanan sangat beragam dan harganya rata-rata ramah di kantong.
Jika Anda ingin makan di warung nasi, biasanya akan menghabiskan uang sekitar RM 5 hingga 12 per porsi nasi, lauk, dan sayur. Namun, jika Anda makan di mall atau restoran, harga makanan bisa mencapai RM 15 hingga 30 per porsi.
Namun, pilihan termurah tetap dengan memasak sendiri. Selain lebih murah, memasak sendiri juga lebih sehat dan bersih. Anda bisa memilih bahan-bahan yang akan diolah dan menentukan sendiri bumbu-bumbunya. Selain itu, di Kuala Lumpur juga mudah menemukan bahan makanan Indonesia yang bisa digunakan dalam memasak.
4. Biaya Transportasi
Biaya transportasi juga perlu diperhitungkan dalam perencanaan biaya hidup di Kuala Lumpur. Ada beberapa moda transportasi yang sering digunakan di kota ini, seperti bus umum, bus Go KL, kereta, dan taksi online.
Tarif bus umum mulai dari RM 0,85 untuk 1-2 kali stop. Tarif bus Go KL gratis, namun hanya beroperasi di pusat kota. Rute bus ini mencakup hampir semua tempat wisata di tengah Kota Kuala Lumpur. Tarif kereta mulai dari RM 1,2 hingga 8, tergantung rute yang ditempuh. Sedangkan untuk taksi online, harganya mulai dari RM 5 tergantung rute yang ditempuh.
Untuk menghemat biaya transportasi, sebaiknya carilah tempat tinggal yang dekat dengan kampus atau tempat-tempat yang sering Anda kunjungi. Jika memungkinkan, Anda juga bisa berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk pergi ke tempat tujuan. Dengan begitu, Anda bisa menghemat uang transportasi.
5. Biaya Kuliah
Bagi para mahasiswa, biaya kuliah juga perlu diperhitungkan dalam perencanaan biaya hidup di Kuala Lumpur. Biaya kuliah di Malaysia jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan negara lain.
Biaya kuliah yang harus dibayarkan setiap tahunnya akan berbeda-beda tergantung dari kampus, program studi, dan jumlah SKS yang diambil. Untuk universitas negeri, biaya kuliahnya berkisar antara RM 30.000.000 hingga 60.000.000 per tahun. Sedangkan untuk universitas swasta, biaya kuliahnya bisa mencapai ratusan juta per tahun.
Untuk menghemat biaya kuliah, Anda bisa mencari beasiswa atau program pertukaran pelajar yang ditawarkan oleh universitas atau pemerintah. Selain itu, Anda juga bisa mencari pekerjaan paruh waktu untuk membantu membiayai kuliah.
6. Belanja Bulanan
Sebagai mahasiswa yang merantau, Anda juga perlu mengeluarkan biaya untuk belanja kebutuhan bulanan seperti bahan makanan mentah, bumbu-bumbu, camilan, dan perlengkapan kebersihan.
Harga barang-barang pokok di Malaysia cukup murah. Misalnya, harga 10 buah telur ayam sekitar RM 3 hingga 5, dan seikat kangkung di supermarket juga dihargai sekitar RM 3. Selain itu, di Malaysia juga tidak sulit menemukan makanan Indonesia, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kekurangan makanan.
Untuk menghemat biaya belanja bulanan, sebaiknya Anda membuat daftar belanjaan sebelum pergi ke supermarket. Dengan membuat daftar belanjaan, Anda bisa lebih fokus dan tidak tergoda untuk membeli barang-barang yang tidak diperlukan.
7. Komunikasi
Untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman-teman di tanah air, Anda perlu membeli paket data untuk ponsel Anda. Ada banyak provider di Malaysia yang menawarkan paket data dengan harga yang berbeda-beda.
Untuk pemakaian standar, Anda akan mengeluarkan sekitar RM 50 hingga 150 per bulan. Namun, itu belum termasuk panggilan ke luar negeri. Jika Anda ingin melakukan panggilan ke luar negeri, Anda bisa membeli kartu IDD dengan harga terjangkau.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi komunikasi seperti WhatsApp atau Skype untuk melakukan panggilan atau video call dengan keluarga dan teman-teman di tanah air. Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda bisa menghemat biaya komunikasi.
8. Hiburan dan Rekreasi
Sebagai mahasiswa yang merantau, tentu Anda juga membutuhkan hiburan dan rekreasi untuk melepas penat di waktu luang. Biaya untuk hiburan dan rekreasi ini juga berbeda-beda tergantung pada gaya hidup dan jenis tempat yang dikunjungi.
Jika Anda sering jalan-jalan ke mall, tempat wisata, atau shopping, tentu Anda akan mengeluarkan lebih banyak uang untuk hiburan dan rekreasi. Namun, jika Anda ingin menghemat biaya, Anda bisa mencari alternatif hiburan yang lebih murah seperti mengunjungi taman atau mengikuti kegiatan komunitas.
Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh kampus Anda, seperti perpustakaan, pusat kebugaran, atau klub-klub mahasiswa. Dengan memanfaatkan fasilitas kampus, Anda bisa menghemat biaya hiburan dan rekreasi.
9. Laundry
Bagi Anda yang tidak memiliki waktu atau malas untuk mencuci baju sendiri, Anda perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk laundry. Biasanya, jasa laundry tersedia di kondominium atau apartemen tempat Anda tinggal.
Jika Anda ingin menggunakan jasa laundry, per bulannya Anda perlu mengeluarkan biaya sekitar RM 60 tergantung dari lokasinya. Namun, jika Anda ingin menghemat biaya, Anda bisa mencuci dan menyetrika baju sendiri. Anda hanya perlu membeli deterjen untuk mencuci dan spray untuk menyetrika baju.
10. Total dan Kesimpulan
Jadi, jika dihitung secara keseluruhan, minimal biaya hidup yang perlu dikeluarkan selama satu bulan di Kuala Lumpur adalah sekitar RM 1.560 atau setara dengan Rp. 5.522.833 jika 1 Ringgit sama dengan Rp. 3.540. Namun, perlu diingat bahwa angka ini tidak mutlak dan bisa berbeda-beda tergantung dari gaya hidup, harga barang-barang, kurs valuta asing, dan faktor-faktor lainnya.
Meskipun biaya hidup di Kuala Lumpur relatif murah, sebaiknya Anda tetap berhemat untuk tidak menyusahkan keluarga di rumah. Anda bisa mengatur keuangan dengan membuat anggaran dan mencari cara-cara untuk menghemat pengeluaran. Dengan begitu, Anda bisa menjalani kehidupan sebagai mahasiswa merantau dengan lebih nyaman dan sejahtera.
Jadi, apakah Anda masih mau merantau ke Kuala Lumpur, Malaysia? Keputusan ada di tangan Anda. Semoga informasi ini bisa membantu Anda dalam merencanakan biaya hidup ketika merantau ke Kuala Lumpur.