PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Taman Ratu Safiatuddin

Blog

Taman Ratu Safiatuddin: Menyelami Kekayaan Budaya Aceh

“Taman Mini”

Taman Ratu Safiatuddin adalah taman yang menampilkan berbagai jenis rumah adat dari seluruh kabupaten atau kota di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Dalam taman ini, terdapat 23 rumah adat beserta baju adat tradisional yang mewakili setiap kabupaten atau kota di Aceh. Oleh karena itu, taman ini sering disebut sebagai “Taman Mininya Aceh”. Selain sebagai tempat untuk mempelajari budaya Aceh, taman ini juga dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap Ratu Aceh.

Taman Ratu Safiatuddin bukan hanya sekadar tempat pameran rumah dan pakaian adat, tetapi juga sering menjadi tuan rumah festival budaya dan pertunjukan seni. Hal ini menjadikan objek wisata ini selalu menarik untuk dikunjungi.

Sejarah Singkat

Taman Ratu Safiatuddin diambil dari nama Ratu Safiatuddin, putri Sultan Iskandar Muda yang memiliki nama lahir Putri Sri Alam. Ratu Safiatuddin menikah dengan Sultan Iskandar Tsani, yang saat itu menjadi raja Kesultanan Aceh.

Pada tahun 1641, Sultan Iskandar Tsani meninggal dunia dan sulit untuk menemukan penggantinya. Ratu Safiatuddin kemudian menjadi kandidat satu-satunya untuk memimpin Aceh. Namun, terjadi perdebatan karena para ulama dan wujudiyah tidak setuju dengan pemimpinan seorang wanita. Mereka berpendapat bahwa jika Aceh dipimpin oleh seorang wanita, maka kekuasaan Kesultanan Aceh akan kehilangan kredibilitas di mata dunia.

Namun, Nurrudin Al Raniri, seorang ulama besar, menentang alasan penolakan tersebut. Beliau berhasil meyakinkan para ulama untuk mengangkat Ratu Safiatuddin sebagai pemimpin Aceh.

BACA JUGA :  7 Info Penting Sebelum Pergi ke Cirebon Waterland Ade Irma Suryani

Selama kepemimpinannya, Ratu Safiatuddin berhasil memajukan Aceh. Beliau mendukung perkembangan sastra, ilmu pengetahuan, dan budaya adat. Ratu Safiatuddin juga membangun perpustakaan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Selain itu, beliau juga memiliki hobi menulis syair dan sajak.

Ratu Safiatuddin dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan arif. Beliau bahkan membentuk pasukan pengawal yang terdiri dari perempuan. Saat terjadi Perang Malaka, pasukan perempuan ini turun tangan dalam pertempuran.

Pembangunan Taman Ratu Safiatuddin merupakan bentuk penghormatan dari masyarakat Aceh terhadap jasa-jasa dan dedikasi Ratu Safiatuddin selama memimpin Aceh. Taman ini dibangun pada masa kepemimpinan Gubernur Abdullah Puteh dan diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri, Presiden Indonesia saat itu.

Daya Tarik

Taman Ratu Safiatuddin menampilkan 23 rumah adat tradisional dari berbagai kabupaten atau kota di Aceh. Rumah-rumah tersebut terbuat dari kayu dan memiliki konstruksi panggung yang tidak menggunakan paku sama sekali. Setiap rumah adat memiliki keunikan tersendiri.

Selain rumah adat, taman ini juga menampilkan pameran pakaian adat, pelaminan, dan beragam budaya dari masing-masing daerah. Mulai dari Kabupaten Aceh Besar hingga Langsa.

Pada awalnya, taman ini hanya memiliki 20 rumah adat dari 20 kabupaten atau kota di Aceh. Namun, seiring dengan pemekaran daerah, jumlah rumah adat di taman ini juga bertambah menjadi 23.

Panggung utama di taman ini sering digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya. Acara ini biasanya diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Setiap kabupaten dan kota menampilkan pertunjukan seni khas daerahnya.

Taman Ratu Safiatuddin juga menjadi tempat penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Aceh setiap 5 tahun sekali. Pekan kebudayaan ini menampilkan beragam budaya dari setiap suku yang ada di Aceh, seperti Suku Aceh, Suku Singkil, Suku Gayo, Suku Tamiang, dan suku-suku lainnya.

BACA JUGA :  Daftar Rekomendasi Dokter Spesialis THT Terdekat di Pekalongan Jawa Tengah Yang Bagus

Selain itu, taman ini juga sering menyelenggarakan kegiatan memasak kuliner khas dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Kegiatan ini diadakan oleh ibu-ibu PKK dan hasil masakannya dibagikan secara gratis kepada pengunjung.

Pada sore hari, taman ini ramai dikunjungi oleh anak-anak yang bermain sepatu roda di sekitar panggung utama. Orang dewasa juga sering datang ke taman ini untuk melepaskan penat setelah menjalani rutinitas harian. Selama berkunjung, jangan lupa untuk mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan.

Fasilitas Yang Ada

Taman Ratu Safiatuddin dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain toilet umum, tempat parkir, tempat sampah, dan mushola. Jika Anda ingin bermalam di dekat taman ini, terdapat juga penginapan atau hotel yang dapat Anda tempati.

Di dekat kawasan taman, terdapat juga Masjid Agung Al-Makmur yang dapat Anda kunjungi. Jika Anda merasa lapar, terdapat pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai pilihan makanan. Di sekitar lokasi taman ini, juga terdapat cafe, warung, dan rumah makan yang dapat Anda kunjungi untuk mencicipi kuliner khas Aceh.

Letak Dimana

Taman Ratu Safiatuddin terletak di Jl. Senangin, Bandar Baru, Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Lokasinya sangat strategis, dekat dengan Kantor Gubernur Aceh dan Masjid Agung Al Makmur. Anda dapat mencapai lokasi ini dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Tiket masuk ke taman ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Anda dapat menikmati pemandangan dan melihat rumah adat serta pakaian adat khas Aceh tanpa harus membayar. Taman ini buka mulai pagi hingga menjelang magrib, yaitu pukul 08.00 – 18.00 WIB.

BACA JUGA :  13 Hotel Murah di Ungaran Mulai Rp.30.000

Dengan segala keunikan dan keindahannya, Taman Ratu Safiatuddin adalah tempat yang sangat layak untuk dikunjungi bagi siapa pun yang ingin menyelami kekayaan budaya Aceh. Dalam taman ini, Anda dapat melihat rumah adat dari berbagai daerah di Aceh, mengenal lebih dekat sejarah Ratu Safiatuddin, serta menikmati pertunjukan seni dan budaya dari seluruh Aceh. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Taman Ratu Safiatuddin saat berada di Banda Aceh!


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *