PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Menikmati Atraksi Menggemaskan Buaya Baron dan Jack di Penangkaran Buaya Subang

Blog

Penangkaran Buaya Blanakan Subang
Penangkaran buaya Blanakan merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Tempat ini dikelola oleh Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan memiliki sejumlah kolam buaya yang dibedakan berdasarkan usia buaya tersebut. Terdapat 407 ekor buaya yang ditempatkan pada 23 kolam di penangkaran ini, dengan jumlah buaya jantan sebanyak 372 ekor dan buaya betina hanya 35 ekor.

Pemberian makan kepada buaya-buaya ini dilakukan dua hari sekali. Hal ini dilakukan karena jika mereka diberi makan setiap hari, biasanya makanan yang diberikan tidak akan habis. Menu makan utama buaya-buaya ini adalah ikan laut, dan karena penangkaran ini berdekatan dengan lokasi pelelangan ikan, pasokan makanan untuk buaya-buaya ini sangat berlimpah.

Tempat penangkaran buaya Blanakan ini cocok untuk wisata keluarga yang ingin membawa serta anak-anak mereka. Di sini, anak-anak dapat belajar langsung mengenai habitat asli buaya, bagaimana cara mereka makan, dan bagaimana mereka bertahan hidup. Suasana di tempat ini biasanya cukup sepi pada hari biasa, namun saat hari libur terutama libur sekolah dan lebaran, pengunjung yang datang membludak. Area parkir akan penuh sesak oleh kendaraan, dan di dalam area penangkaran pun akan penuh sesak dengan para pengunjung yang ingin mengamati kehidupan para hewan predator ini.

Salah satu daya tarik utama dari Penangkaran Buaya Blanakan adalah atraksi dari dua buaya bernama Baron dan Jack. Kedua buaya ini adalah generasi pertama buaya yang ada di penangkaran ini. Baron memiliki panjang 5,5 meter sementara Jack memiliki panjang 6 meter. Keduanya memiliki berat yang sama, yaitu 700 kilogram.

BACA JUGA :  10 Pilihan Jasa Sedot WC Profesional di Wilayah Pasar Minggu dan Mana Yang Harganya Bisa Nego?

Pemberian makan kepada Baron dan Jack adalah momen yang sangat dinanti-nanti oleh pengunjung. Makanan yang diberikan kepada keduanya berupa seekor bebek, dan pengunjung yang ingin memberi makan dapat membeli umpan makanan tersebut di tempat penangkaran. Harga untuk dapat memberi makan kepada Baron dan Jack adalah Rp. 50.000 per seekor bebek.

Baron dan Jack tinggal di kolam yang lumayan besar bersama dengan 5 ekor buaya betina lainnya. Namun, Baron dan Jack memiliki wilayahnya sendiri-sendiri di dalam kolam tersebut. Keduanya sudah mulai enggan keluar dari wilayah teritorinya, mungkin karena bobot tubuh dan usia mereka yang semakin bertambah. Mereka agak kesulitan bergerak.

Di sisi kanan kolam terdapat tempat untuk para buaya bertelur. Tempat bertelur para buaya betina ini berupa gundukan jerami. Para betina yang menempati area ini adalah induk utama, dan mereka adalah penghasil sebagian besar anak-anak buaya yang berkembang biak di penangkaran ini. Jack cenderung agresif jika dibandingkan dengan Baron. Pawang buaya memanggil nama Jack sembari memukul tongkat dari bambu di pinggir kolam, dan sesaat kemudian Jack akan keluar dan langsung menerkam tongkat tersebut.

Jika Baron termasuk buaya yang jinak, para pengunjung dapat menyentuh tubuhnya dengan pengawasan dari pawang. Namun, jika memanggil Baron agak lama, beberapa kali panggilan diperlukan agar Baron bergerak melintasi area yang dangkal. Ketika Baron keluar, pengunjung dapat berfoto bersama Baron dan juga menyentuh moncongnya. Namun, penting untuk tetap waspada, hati-hati, dan tenang saat menyentuh moncong Baron.

Harga tiket masuk untuk menjelajahi penangkaran ini sangat terjangkau. Tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp. 10.000 dan untuk anak-anak sebesar Rp. 7.500. Namun, untuk melihat atraksi Baron dan Jack, pengunjung perlu membayar tambahan sebesar Rp. 8.000 per orang. Jika ingin memberi makan kepada Baron dan Jack, pengunjung harus membayar biaya pakan berupa seekor bebek sebesar Rp. 50.000.

BACA JUGA :  10 Tempat Makan di Lotte Shopping Avenue dan Adakah Restoran Jepang Atau Korea?

Untuk mencapai lokasi penangkaran buaya Blanakan ini, pengunjung dapat mengaksesnya melalui jalur utama Pantura. Setelah itu, arahkan kendaraan menuju desa Blanakan, Kecamatan Blanakan. Jarak tempuh dari kota Subang ke penangkaran ini sekitar 48-50 kilometer atau sekitar 2 jam perjalanan. Jika berasal dari kota Jakarta melalui jalur Pantura, jarak tempuhnya sekitar 190 kilometer. Jika berasal dari Bandung, perjalanan menuju Subang dan kemudian ke Blanakan sekitar 116 kilometer. Jika menggunakan jalur Ciater-Blanakan, jarak tempuhnya sekitar 65 kilometer.

Perlu diingat bahwa lamanya perjalanan menuju penangkaran ini dapat dipengaruhi oleh kondisi jalan di Kecamatan Blanakan yang cukup parah, terutama saat musim hujan. Dahulu, penangkaran ini sangat ramai dikunjungi oleh pengunjung, namun beberapa tahun belakangan ini jumlah pengunjungnya menurun drastis. Salah satu faktor penurunan pengunjung tersebut kemungkinan besar adalah infrastruktur jalan menuju lokasi yang dalam kondisi yang parah dan kurangnya perawatan terhadap penangkaran ini.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *