PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Jual Apa Saja Pasar Beringharjo Jogja

Blog

Pasar Beringharjo: Menyimpan Sejuta Cerita

Tutup Jam Berapa

Pasar Beringharjo merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Yogyakarta. Pasar ini buka sejak pukul 08.30 pagi dan akan tutup pada pukul 21.00 malam. Namun, ada hal menarik yang terjadi di sekitar Beringharjo menjelang malam hari. Mulai dari pukul 18.00 hingga tengah malam, suasana di sekitar pasar ini semakin ramai. Para penjual makanan seperti gudeg, cenil, klepon, sate kikil, dan oseng-oseng mercon, berdatangan untuk menggoyang lidah para pengunjung. Sambil menikmati kuliner, wisatawan juga dapat melihat suasana Malioboro di malam hari dan bersantai bersama teman.

Mengenal Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo adalah pasar tradisional tertua dan terbesar di Yogyakarta. Tempat ini memiliki tempat tersendiri di hati para wisatawan, terutama masyarakat Jogja. Bahkan, banyak yang menyebut Beringharjo sebagai pasar tradisional terindah di Pulau Jawa. Selain itu, Beringharjo juga memiliki ikatan sejarah yang sangat erat dengan Kraton Jogja dan budaya Jawa. Pasar ini juga menjadi salah satu ikon wisata di Jogja bersama dengan Malioboro.

Sejarah Singkat Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo memiliki ikatan penting dengan Kraton dan kota Jogja. Pada peta Keraton Yogyakarta tahun 1765, lokasi pasar ini masih berupa tanah kosong di tegalan dengan padukuhan di sekitarnya. Pada saat itu, Beringharjo hanya menjadi pasar temporari. Namun, dengan perkembangan zaman, pada peta tahun 1876, pasar Beringharjo sudah memiliki bangunan permanen dengan los atau kios yang memanjang dari utara ke selatan, berdekatan dengan jalan utama Malioboro.

BACA JUGA :  10 Restoran All You Can Eat di Sekitar Galaxy Bekasi Yang Recommended Dengan Harga Murah

Pasar Beringharjo memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi kerajaan Kesultanan di Jogja. Pasar ini mulai didirikan pada saat pendirian kerajaan dan pada tahun 1758, pasar ini masih bersifat temporari. Keberadaan pasar menjadi salah satu pilar aspek “catur tunggal” yang terdiri dari Keraton, Alun-Alun Utara, Pasar Beringharjo, dan Masjid Keraton. Catur Tunggal merupakan pola tata kerajaan yang didirikan untuk mendukung pola pemerintahan kerajaan di kota Jogja.

Awalnya, lokasi pasar ini adalah hutan belantara yang sulit untuk dipugar. Namun, untuk mempertahankan konsep catur tunggal, lahan hutan dibuka dan menjadi salah satu roda perekonomian yang membantu warga setempat dalam bertransaksi. Di pasar ini, terdapat banyak pohon beringin yang menjadi tempat berteduh dan area untuk membuka kios. Pada masa kepemimpinan Sri Sultan HB IX, pasar ini dinamakan Pasar Beringharjo dengan harapan akan adanya kesejahteraan bagi masyarakat Jogja.

Hasrat Belanja di Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo menjadi tempat yang memuaskan hasrat berbelanja para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Meskipun saat ini era belanja online semakin marak, namun keberadaan pasar ini tidak tergantikan. Di pasar Beringharjo, pengunjung dapat menemukan berbagai macam barang, mulai dari busana modern seperti jeans, gaun, baju, hingga aksesoris dan souvenir yang murah. Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan batik dan busana tradisional yang lengkap.

Pasar Beringharjo juga menjadi tempat yang cocok untuk mencari aneka macam souvenir dan pernak-pernik untuk keperluan pernikahan. Di pasar ini, para pengunjung tidak hanya dewasa, tetapi juga anak-anak dapat menemukan pakaian dan aksesoris yang lengkap. Selain busana, pengunjung juga dapat menemukan sepatu, sandal, dan tas dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan toko-toko lainnya. Harga barang di pasar ini juga masih bisa ditawar sesuai dengan keinginan pembeli.

BACA JUGA :  10 Toko Kimia Favorit di Makassar Untuk Memenuhi Kebutuhan Industri dan Pelaku Usaha

Pasar Beringharjo memiliki pemetaan yang menarik. Di area depan dan belakang pasar, terdapat banyak pedagang makanan seperti cemilan khas Kraton Jogja. Di gerbang depan, pengunjung akan disambut dengan pawartos basa Jawa yang kental. Di area depan sebelah utara, pengunjung dapat menemukan cemilan khas seperti brem dan krasikan. Sedangkan di area selatan, terdapat penjual bakpia dengan aneka macam isi seperti kacang hijau, coklat, keju, vanilla, dan durian. Di area belakang pasar, pengunjung dapat menemukan aneka snack dan makanan seperti ting-ting, sate kere, dan pecel.

Rute Menuju Lokasi

Untuk menuju ke Pasar Beringharjo, terdapat beberapa rute yang dapat diambil. Jika berangkat dari Stasiun Tugu, pengunjung dapat berjalan kaki melewati Jalan Malioboro menuju pasar Beringharjo. Jaraknya sekitar 1 kilometer, namun selama perjalanan, pengunjung dapat menikmati suasana Malioboro. Jika berangkat dari Terminal Bus Giwangan, pengunjung dapat menggunakan bus kota atau Trans Jogja dengan jalur menuju Malioboro atau Beringharjo. Jika berangkat dari bandara, pengunjung dapat menggunakan taksi atau Trans Jogja yang membawa ke arah Malioboro. Aplikasi Google Maps juga dapat digunakan untuk mempermudah perjalanan menuju pasar Beringharjo.

Wisata Kuliner di Pasar Beringharjo

Selain sebagai tempat berbelanja, Pasar Beringharjo juga merupakan surganya wisata kuliner. Di pasar ini, pengunjung dapat menemukan berbagai macam kuliner yang lezat dan menggugah selera. Salah satu kuliner yang sangat terkenal di pasar ini adalah nasi pecel. Pengunjung dapat menikmati nasi pecel dengan sayuran kembang turi yang segar. Selain itu, di pasar ini juga dapat ditemukan makanan khas seperti gatot thiwul, cenil, dan lupis. Di area depan pasar, pengunjung dapat menemukan aneka es seperti es cendol dan cendol putih. Jika ingin mencoba minuman tradisional, di pasar ini juga tersedia jamu seperti kunyit asam dan beras kencur.

BACA JUGA :  10 Referensi Toko Besi Terlengkap di Wilayah Jogja, Mulai Dari Sekawan Jaya Sampai Diamond Mesh

Pasar Beringharjo juga memiliki pasar sore yang diadakan di area parkir di sebelah selatan pasar. Di pasar sore ini, pengunjung dapat menemukan aneka aksesoris, pakaian, dan barang-barang lainnya. Pada malam hari, area ini akan dipenuhi oleh anak-anak muda yang mencari barang-barang unik dan murah.

Penggemar Barang Antik

Bagi penggemar barang antik, Pasar Beringharjo juga merupakan tempat yang cocok untuk dikunjungi. Di lantai 3 Pasar Beringharjo, terdapat banyak barang antik yang bisa ditemukan. Mulai dari mesin ketik tua yang masih berfungsi, helm klasik, tape dan radio klasik, hingga pakaian klasik dari tempo dulu. Selain itu, di pasar ini juga dapat ditemukan barang bekas seperti sepatu bekas import dengan harga yang lebih terjangkau. Bagi pengoleksi benda-benda klasik dan antik, di pasar ini juga tersedia patung berbahan kuningan dan uang dari berbagai negara.

Pasar Beringharjo memang memiliki sejuta cerita. Dari sejarahnya yang erat dengan Keraton Jogja dan kota Jogja, hingga keberadaannya sebagai tempat berbelanja dan kuliner yang lengkap. Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, jangan lewatkan untuk mengunjungi Pasar Beringharjo dan merasakan suasana serta keunikan yang dimilikinya.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *