10 Oleh-Oleh Khas Toraja Yang Murah dan Wajib Kamu Bawa Pulang
1. Ukiran Khas
Ukiran khas Toraja merupakan salah satu oleh-oleh yang paling populer dan banyak dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke Tanah Toraja. Seni mengukir orang Toraja telah menjadi terkenal di seluruh dunia karena memiliki motif yang indah dan unik. Selain itu, ukiran-ukiran tersebut juga memiliki nilai-nilai dan makna kehidupan yang dalam dari masyarakat Toraja.
Terdapat berbagai jenis ukiran khas Toraja yang dapat dijadikan sebagai buah tangan. Mulai dari pajangan dinding, asbak, tempat tissue, kotak perhiasan, miniatur tau-tau, hingga gantungan kunci. Setiap ukiran memiliki ciri khasnya sendiri dan menceritakan sejarah serta kehidupan masyarakat Toraja.
Untuk mendapatkan ukiran khas Toraja, tidak sulit karena hampir semua tempat wisata di Toraja memiliki banyak kios yang menjualnya. Harga dari ukiran-ukiran tersebut bervariasi, tergantung pada jenis dan ukuran ukiran itu sendiri. Sebaiknya, wisatawan memilih ukiran yang sesuai dengan selera dan budget mereka.
Ukiran khas Toraja tidak hanya menjadi oleh-oleh yang indah dan unik, tetapi juga memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi. Dengan membawa pulang ukiran khas Toraja, wisatawan dapat membawa sepotong kebudayaan Toraja ke rumah mereka dan mengenang pengalaman yang mereka alami di Tanah Toraja.
2. Miniatur Rumah Adat
Miniatur rumah adat juga merupakan salah satu oleh-oleh yang sangat populer di Tanah Toraja. Miniatur rumah adat ini selalu menjadi cinderamata yang paling disukai oleh para wisatawan. Souvenir ini dapat digunakan sebagai pajangan di rumah-rumah baik itu untuk ukuran kecil ataupun besar.
Miniatur rumah adat Toraja memiliki detail yang sangat indah dan menceritakan tentang arsitektur tradisional masyarakat Toraja. Dengan memiliki miniatur rumah adat, wisatawan dapat membawa sepotong keindahan dan keunikan budaya Toraja ke rumah mereka.
Miniatur rumah adat Toraja sangat mudah ditemukan di toko-toko souvenir yang ada di Toraja. Harga dari miniatur ini bervariasi tergantung pada ukurannya. Biasanya, harga per buahnya berkisar antara ratusan ribu rupiah. Namun, harga tersebut sebanding dengan keindahan dan keunikannya.
Membeli miniatur rumah adat Toraja sebagai oleh-oleh tidak hanya memberikan kepuasan bagi wisatawan, tetapi juga mendukung pengrajin lokal. Dengan mendukung pengrajin lokal, wisatawan turut serta dalam mempertahankan budaya dan tradisi masyarakat Toraja.
3. Kain Tenun
Kain tenun merupakan salah satu oleh-oleh khas Bugis yang juga banyak dijumpai di Tanah Toraja. Berkunjung ke Makassar, tidak lengkap rasanya jika tidak membeli kain tenun atau sarung khas Bugis sebagai oleh-oleh untuk keluarga atau teman kantor.
Kain tenun dan sarung khas Bugis memiliki corak yang unik dan menarik. Selain itu, bahan dasar dari kain tenun tersebut juga berbeda-beda mulai dari katun hingga sutera. Setiap kain tenun memiliki keunikan dan keindahannya sendiri.
Harga dari kain tenun dan sarung khas Bugis pun cukup bervariasi, mulai dari 20 ribuan hingga ratusan ribu rupiah untuk per lembarnya. Kain tenun dan sarung khas Bugis tersebut sangat mudah ditemui baik di pasar tradisional maupun toko souvenir.
Dengan membawa pulang kain tenun atau sarung khas Bugis, wisatawan dapat mengenang pengalaman berlibur mereka di Tanah Toraja. Selain itu, wisatawan juga dapat mendukung industri kain tenun lokal dan membantu melestarikan kebudayaan Bugis.
4. Bannang Bannang
Bannang-bannang adalah salah satu makanan ringan khas Makassar yang juga menjadi oleh-oleh favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanah Toraja. Bannang-bannang terbuat dari beras putih yang dibentuk menjadi lipatan-lipatan benang kusut.
Rasa manis dari bannang-bannang membuatnya sering disajikan saat upacara pernikahan di kota Makassar. Bannang-bannang dapat menjadi teman santai saat bersama keluarga atau sembari menonton acara TV kesukaan.
Pasar Bantaeng adalah lokasi yang paling tepat untuk berburu bannang-bannang. Harga satu bungkus bannang-bannang berkisar antara Rp.5.000 hingga Rp.20.000 saja. Dengan harga yang terjangkau, wisatawan dapat membawa pulang sepotong rasa khas Makassar.
Membeli bannang-bannang sebagai oleh-oleh juga dapat mendukung pengrajin lokal di Makassar. Dengan mendukung pengrajin lokal, wisatawan turut serta dalam mempertahankan tradisi dan keunikan kuliner khas Makassar.
5. Kue Kurma
Kue kurma merupakan salah satu oleh-oleh yang sangat terkenal di Makassar dan juga dapat ditemukan di Tanah Toraja. Meskipun namanya mengandung kata “kurma”, kue ini sebenarnya terbuat dari telur, mentega, tepung maizena, caramel, dan potongan kacang.
Rasa manis dan gurih dari kue kurma membuatnya menjadi makanan ringan yang sangat disukai oleh wisatawan. Kue ini dapat ditemukan di toko atau pusat oleh-oleh yang ada di sekitar Tana Toraja.
Harga satu bungkus kue kurma hanya sekitar Rp.20.000 saja. Dengan harga yang terjangkau, wisatawan dapat membawa pulang sepotong kue kurma yang lezat dan mengenyangkan.
Membeli kue kurma sebagai oleh-oleh juga dapat mendukung industri kuliner lokal di Makassar. Dengan mendukung industri kuliner lokal, wisatawan ikut serta dalam mempromosikan dan melestarikan kuliner khas Makassar.
6. Kacang Sembunyi
Kacang sembunyi adalah makanan khas Toraja yang terbuat dari kacang tanah yang dibalut dengan tepung. Makanan ini memiliki rasa gurih dan renyah, sehingga sangat cocok dijadikan teman santai saat bersama keluarga atau sembari menonton acara TV kesukaan.
Kacang sembunyi dapat ditemukan di pasar tradisional atau pusat oleh-oleh yang ada di Tanah Toraja. Harga satu bungkus kacang sembunyi hanya sekitar Rp.20.000 saja.
Membeli kacang sembunyi sebagai oleh-oleh juga dapat mendukung pengrajin lokal di Toraja. Dengan mendukung pengrajin lokal, wisatawan turut serta dalam mempertahankan tradisi dan keunikan kuliner khas Toraja.
7. Kopi Toraja
Kopi Toraja merupakan salah satu oleh-oleh yang sangat terkenal di Makassar dan juga dapat ditemukan di Tanah Toraja. Meskipun bukan penggemar kopi, tidak ada salahnya untuk membawa pulang kopi Toraja sebagai bingkisan untuk rekan kerja atau keluarga tercinta.
Kopi Toraja memiliki citarasa yang sangat khas dan unik. Keunikan citarasa ini tidak akan ditemukan pada kopi pada umumnya. Kopi Toraja sangat mudah didapatkan di toko oleh-oleh di Tanah Toraja. Harga kopi Toraja berkisar antara Rp.105.000 hingga Rp.170.000 per kilogram, tergantung pada jenisnya.
Membeli kopi Toraja sebagai oleh-oleh tidak hanya memberikan kepuasan bagi wisatawan, tetapi juga mendukung petani kopi lokal. Dengan mendukung petani kopi lokal, wisatawan ikut serta dalam mempromosikan dan melestarikan kopi Toraja yang memiliki citarasa yang khas dan unik.
8. Sirup DHT
Sirup DHT merupakan oleh-oleh yang sangat terkenal di Tanah Toraja. Meskipun sirup mudah ditemukan di setiap sudut daerah, namun sirup DHT memiliki citarasa yang sangat nikmat dan berbeda dari sirup pada umumnya.
Sirup DHT adalah minuman segar yang terbuat dari rasa pisang ambon. Minuman ini mirip dengan sirup tjampolay khas Cirebon, namun memiliki citarasa yang sedikit berbeda. Sirup DHT sangat mudah didapatkan di pasar tradisional maupun di sejumlah toko oleh-oleh di Tanah Toraja. Harga satu botol sirup DHT hanya sekitar Rp.18.000 saja.
Membeli sirup DHT sebagai oleh-oleh juga dapat mendukung industri minuman lokal di Tanah Toraja. Dengan mendukung industri minuman lokal, wisatawan turut serta dalam mempromosikan dan melestarikan minuman khas Toraja.
9. Abon Raos
Abon raos juga merupakan salah satu oleh-oleh yang dapat Sahabat Pergimulu.combawa pulang saat berkunjung ke Tanah Toraja. Abon raos adalah jenis penganan enak yang terbuat dari daging sapi dan memiliki rasa yang nendang. Abon raos sangat cocok disajikan dengan sepiring nasi hangat.
Abon raos tersedia hampir di seluruh toko oleh-oleh di kota Makassar. Harga abon raos umumnya berkisar sekitar 100 ribuan per bungkusnya.
Membeli abon raos sebagai oleh-oleh juga dapat mendukung industri kuliner lokal di Makassar. Dengan mendukung industri kuliner lokal, wisatawan ikut serta dalam mempromosikan dan melestarikan kuliner khas Makassar.
10. Kerupuk Jintan
Kerupuk jintan merupakan oleh-oleh yang wajib dibawa pulang oleh Sahabat Pergimulu.comyang suka jajanan kriuk-kriuk. Kerupuk jintan khas Toraja sebenarnya adalah sebuah kue yang memiliki tekstur renyah seperti kerupuk.
Kue kering berbahan dasar tepung dan jintan ini banyak dijual di toko oleh-oleh di Tanah Toraja. Harga satu bungkus kerupuk jintan hanya sekitar Rp.14.000 saja.
Dengan membeli kerupuk jintan sebagai oleh-oleh, Sahabat Pergimulu.comdapat membawa pulang sepotong rasa khas Toraja dan mendukung industri kuliner lokal di Tanah Toraja.
Nah, itulah beberapa oleh-oleh khas Toraja yang dapat Sahabat Pergimulu.combawa pulang saat berkunjung ke Tanah Toraja. Setiap oleh-oleh memiliki keunikan dan keindahannya sendiri. Dengan membawa pulang oleh-oleh khas Toraja, Sahabat Pergimulu.comdapat mengenang pengalaman berlibur mereka di Tanah Toraja dan mendukung pengrajin lokal serta melestarikan kebudayaan dan kuliner khas Toraja.