Sejarah Masjid Tiban di Malang Jawa Timur
Masjid Tiban Malang: Wisata Religi yang Megah dan Menakjubkan
Lokasi Masjid
Masjid Tiban Malang, yang diklaim sebagai masjid paling megah di Indonesia, terletak di Jl. Anggur, Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Meskipun terletak sekitar 40 km dari pusat kota Malang, lokasi masjid ini cukup mudah dijangkau dan memiliki banyak papan petunjuk untuk memudahkan wisatawan mencapai tujuan mereka. Masjid Tiban terletak dalam wilayah Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, yang terkenal di Malang dan menjadikan mencari lokasinya menjadi lebih mudah.
Jalan Menuju Lokasi
Ada beberapa alternatif jalan untuk menuju ke Masjid Tiban di Malang. Jika Anda berasal dari Blitar, Tuban, Grobogan, Batu, atau daerah lain di Jawa Timur, Anda dapat langsung menuju ke kota Malang. Dari kota Malang, jarak ke Masjid Tiban hanya sekitar 27 km dan dapat ditempuh antara 30 hingga 45 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi. Jika Anda menggunakan kendaraan umum, Anda dapat menuju ke Terminal Arjosari dengan menggunakan angkot tujuan ke Terminal Gadang. Setelah itu, Anda dapat berganti bis ke Pasar Turen dan berganti ojek untuk mencapai Masjid Tiban Turen. Alternatif lain adalah dengan menaiki bis dari Tuban dengan tujuan Malang – Turen – Dampit. Dari bis ini, Anda dapat turun di pasar Turen dan berganti ojek untuk mencapai Masjid Tiban. Ongkos perjalanan dari rute ini sangat terjangkau, hanya Rp 7.000 untuk bis dan Rp 15.000 untuk ojek. Namun, jika Anda menggunakan angkutan umum, disarankan untuk meminta nomor telepon dari tukang ojek untuk memudahkan perjalanan kembali setelah mengunjungi masjid, karena tidak ada pilihan angkutan dari masjid kembali ke pasar Turen.
Wisata Religi yang Menakjubkan
Berkunjung ke Masjid Tiban di Malang bukan hanya sekedar berwisata melihat pemandangan indah atau menikmati hidangan khas Malang. Masjid Tiban Turen merupakan salah satu wisata religi yang menawarkan pengalaman supranatural yang menakjubkan. Selain itu, Anda akan terpesona dengan keindahan bangunan masjid ini. Begitu sampai di area masjid, Anda akan disambut dengan menara gerbang setinggi 30 meter yang menjadi pusat informasi. Kemudian, Anda akan diarahkan untuk memarkir kendaraan sebelum masuk ke gerbang kedua. Di pusat informasi kedua, jika Anda datang berombongan, Anda akan ditawari guide gratis yang akan menemani Anda selama perjalanan. Namun, jika Anda datang perorangan atau dengan keluarga, Anda bisa mendapatkan brosur yang berisi peta dan keterangan mengenai setiap ruangan di dalam masjid. Selain itu, Anda juga dapat mempelajari sejarah masjid Tiban. Semua fasilitas ini disediakan secara gratis, meskipun ada kotak sumbangan untuk menyumbangkan seikhlasnya.
Keajaiban Arsitektur dan Keindahan Masjid
Arsitektur Masjid Tiban terinspirasi dari kebudayaan Eropa, India, Arab, dan Cina, yang memberikan sentuhan khas pada penampilan masjid ini. Dari luar, masjid ini terlihat dominan dengan warna putih, biru, dan emas. Menara masjid dengan puncak berwarna biru terlihat megah dengan bangunan yang didominasi oleh warna putih. Arsitektur menara masjid ini kaya akan elemen khas dari Eropa, terutama dari pemilihan warna dan detail yang digunakan. Di sisi lain, bangunan masjid ini memiliki sentuhan kebudayaan Cina dengan penggunaan warna emas yang mempercantik penampilannya. Bangunan masjid ini sangat luas dengan total 10 lantai. Salah satu daya tarik utama adalah pintu depan yang dihiasi dengan kaligrafi khas kebudayaan Arab berwarna emas. Kaligrafi ini juga terdapat di dalam masjid, menghiasi setiap ruangan dengan kaligrafi yang berbeda-beda. Selain itu, ada juga jam besar di ruangan utama yang memiliki makna lebih dari sekedar penunjuk waktu. Jam besar ini merupakan simbol bahwa hidup manusia tidak abadi dan akan berakhir pada saat yang ditentukan.
Pengalaman Spiritual dan Kemegahan Masjid
Saat Anda memasuki masjid Tiban, Anda akan merasakan suasana spiritual yang begitu kental. Di lantai dasar, terdapat lorong-lorong yang menuju ke ruangan-ruangan berbeda. Di lantai ini, Anda dapat merasakan kesan dan suasana dari kebudayaan India melalui lampu-lampu berwarna yang terpasang di sepanjang lorong. Anda dapat memilih untuk menjelajahi ruangan-ruangan yang berbeda atau mencoba makanan khas yang dijual oleh santri pesantren di lantai dasar ini. Di lantai dasar, Anda juga dapat melihat hewan-hewan peliharaan yang dipelihara oleh pesantren, seperti kera, burung cenderawasih, rusa, burung kakaktua, ayam bekantan, dan masih banyak lagi. Anda dapat berfoto dengan hewan-hewan tersebut, menambah pengalaman berkesan selama kunjungan Anda. Untuk menuju ke lantai berikutnya, Anda dapat menggunakan tangga atau lift. Di setiap lantai, terdapat beberapa ruangan yang dapat Anda kunjungi. Menurut cerita penduduk setempat, ruangan-ruangan di masjid ini memiliki fenomena aneh yang dapat menyembuhkan penyakit. Meskipun belum ada bukti yang dapat membuktikan kebenaran dari fenomena tersebut, pengunjung tetap tertarik untuk mencoba dan mengalami sendiri. Selain itu, di lantai ini juga terdapat taman yang dikembangkan oleh santri pesantren, menjadikan pemandangan semakin indah. Dari lantai teratas, Anda dapat menyaksikan pemandangan yang lebih indah lagi, baik di dalam maupun di luar masjid. Pemandangan di malam hari juga sangat menakjubkan, karena Anda dapat melihat kerlap-kerlip lampu kota di sekeliling. Pemandangan ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung untuk terus mengunjungi masjid Tiban.
Misteri Seputar Pembangunan Masjid
Masjid Tiban di Malang memiliki beberapa misteri yang menarik. Nama “Tiban” sendiri diberikan oleh masyarakat setempat karena masjid ini seakan-akan muncul secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat. Ada yang mengatakan bahwa masjid ini jatuh dari langit atau dibangun oleh jin dalam waktu satu malam saja. Namun, fakta pembangunan masjid ini sebenarnya berbeda dengan cerita yang beredar. Masjid Tiban pertama kali “muncul” pada tahun 2008 di area Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah. Bangunan masjid yang megah dengan menara tinggi berwarna biru menarik perhatian warga sekitar. Namun, warga sekitar mengaku bahwa sebelumnya mereka tidak pernah melihat adanya pembangunan masjid Tiban. Tidak ada alat berat yang keluar masuk dari area pesantren selama proses pembangunan. Meskipun begitu, masjid ini seakan-akan dibangun dalam waktu yang sangat singkat. Warga sekitar juga mengaku bahwa mereka tidak pernah menyumbang untuk pembangunan masjid di daerah mereka. Namun, Romo Kiai Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam, pendiri dan pemilik Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, mengungkapkan bahwa masjid ini memang dibangun oleh para santri pesantren. Donatur yang merupakan santri pesantren baik dari dalam maupun luar daerah memberikan dana dan tenaga untuk proses pembangunan. Romo Kiai Ahmad menjadi perancang desain masjid beserta ruangannya dan selalu melakukan shalat Istikhoroh sebelum mengambil keputusan pembangunan. Jika ada bagian yang tidak sesuai dengan hasil “komunikasinya” dengan Allah SWT, maka akan dibongkar dan dibuat kembali. Meskipun ada misteri seputar pembangunan masjid ini, yang pasti masjid Tiban di Malang adalah hasil dari kerja keras dan keikhlasan para santri pesantren.
Masjid Tiban di Daerah Lain
Selain Masjid Tiban di Turen, Malang, terdapat juga masjid Tiban di beberapa daerah lain. Misalnya, Masjid Tiban di Purwantoro, Wonogiri, Bagelen, Purworejo, Gondang, Tulungagung, Magelang, Gresik, Gunungkidul, dan Pacitan. Meskipun ada banyak masjid Tiban lainnya, masjid Tiban di Malang tetap menjadi yang paling megah dan menarik karena bangunannya yang spektakuler dan memiliki sejarah pembangunan yang unik.
Dengan segala keindahannya dan daya tarik spiritualnya, Masjid Tiban di Malang adalah destinasi wisata religi yang wajib dikunjungi bagi siapa pun yang berada di Malang. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi masjid ini dan menikmati keajaiban dan keindahan yang ditawarkannya.