PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Gedung Merdeka Bandung Dari Masa Ke Masa

Blog

Heading 2: Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika

Gedung Merdeka adalah salah satu bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Asia Afrika, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40111. Bangunan ini memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dan menjadi landmark yang terkenal di kota Bandung. Gedung Merdeka memiliki arsitektur dan tata kota yang menarik, tidak kalah indahnya dengan Gedung Sate.

Gedung Merdeka memiliki gaya arsitektur klasik dan art deco yang khas. Meskipun sudah mengalami beberapa perubahan fungsi, namun arsitektur aslinya masih terjaga dan tidak dirubah sedikitpun hingga saat ini. Gedung ini menjadi daya tarik bagi wisatawan dan sering digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti syuting film, photoshot untuk majalah, dan keperluan pribadi seperti selfie.

Heading 3: Mengenal Sejarah Gedung Merdeka

Pada awalnya, Gedung Merdeka ini didirikan sebagai Societeit Concordia pada tahun 1895. Societeit Concordia adalah tempat rekreasi dan bersosialisasi bagi para ekspatriat Belanda yang saat itu hidup dan tinggal di Bandung pada masa penjajahan Belanda. Gedung ini digunakan untuk ajang silaturahmi dan reuni para pejabat tinggi/petinggi pemerintahan dan pengusaha dari Belanda. Selain itu, gedung ini juga dikunjungi oleh para pegawai perkebunan, pengusaha, dan petinggi militer serta sipil.

Di masa penjajahan Belanda, Gedung Merdeka menjadi salah satu simbol rasisme yang dibuat oleh masyarakat Belanda. Pada masa itu, gedung ini memiliki peraturan dan larangan keras bagi warga pribumi untuk tidak masuk menikmati aneka pertunjukkan yang kerap digelar di gedung ini. Di pintu depan gedung terdapat peringatan berbunyi ‘Verbodden voor Honden en Inlander’ yang berarti dilarang masuk bagi anjing dan pribumi.

BACA JUGA :  Informasi Alamat dan Nomor Telepon Jasa Nasi Kotak di Bali Dengan Harga Mulai 12 Ribu-an Saja

Heading 3: Awal Dibangunnya Gedung Merdeka

Gedung Merdeka dibangun pada tahun 1895 dan kemudian direnovasi pada tahun 1926 oleh dua master arsitektur dunia yang mengajar di Techniche Hogenschool (sekarang dikenal sebagai ITB). Dua dosen tersebut adalah Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker yang sudah lama malang melintang di dunia arsitektur. Dalam proses renovasi ini, gedung yang awalnya bernama Concordia ini mendapatkan sentuhan yang lux, lengkap, dan eksklusif untuk membuat para ekspatriat Belanda betah berlama-lama di gedung tersebut.

Pada tahun 1940, dilakukan pembenahan kedua pada Gedung Merdeka sehingga gedung ini memiliki tampilan yang lebih menarik. Di area sayap kiri gedung ditambahkan ruangan atau area yang didesain oleh A.F. Aalbers dengan gaya arsitektur International Style. Hal ini menjadikan gedung ini sebagai tempat rekreasi yang sangat nyaman.

Heading 3: Pergantian Fungsi Gedung Merdeka

Setelah penjajah Jepang masuk ke Indonesia, Gedung Merdeka mengalami perubahan fungsi. Pada masa itu, gedung ini menjadi pusat kebudayaan yang mempertontonkan budaya Nippon kepada para militer Jepang dan ekspatriat. Gedung ini berubah nama menjadi Dai Toa Kaman dan digunakan untuk menggelar pertunjukkan kebudayaan Jepang.

Selama masa penjajahan Jepang, gedung ini dibagi menjadi dua bagian. Sayap kiri gedung yang dinamakan Yamato difungsikan untuk minum-minum bagi para pejabat tinggi Jepang. Namun, sayangnya pada tahun 1944, area ini terbakar habis dan harus direnovasi.

Setelah Jepang menyerah kepada sekutu dan Perang Dunia II selesai, Gedung Merdeka menjadi markas besar pemuda Nusantara untuk menggalang kekuatan mengusir tentara Jepang. Ketika Konferensi Asia Afrika digelar, gedung ini mengalami renovasi dan perubahan fungsi menjadi gedung pertemuan. Presiden Soekarno mengubah namanya menjadi Gedung Merdeka untuk mencerminkan bahwa Indonesia sudah merdeka. Jalan di depan gedung juga diubah menjadi Jalan Asia Afrika dan menjadi simbol konferensi Asia Afrika pertama kali. Gedung Dana Pensiun yang berada di sebelah Museum Geologi juga berubah menjadi Gedung Dwi Warna.

BACA JUGA :  10 Rekomendasi Tempat Makan Untuk Bukber Dengan Keluarga di Tebet, Salah Satunya Warung Mafia!

Heading 3: Perubahan Fungsi Gedung Merdeka

Setelah terbentuknya Konstituante Republik Indonesia hasil dari pemilu tahun 1955, Gedung Merdeka menjadi kantor pusat dari Gedung Konstituante. Namun, setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dikeluarkan dan mengumumkan bahwa Konstituante dibubarkan, gedung ini menjadi kantor dan tempat untuk Badan Perancang Nasional atau Bapenas.

Selang setahun kemudian, Gedung Merdeka menjadi kantor untuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara atau MPRS dalam kurun waktu 1960-1971. Pada tahun 1965, gedung ini menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Islam Afrika Asia. Namun, pada tahun yang sama, gedung ini juga terlibat dalam pemberontakan G30S dan dikuasai oleh instansi militer.

Di tahun 1969, pengelolaan gedung kembali diambil alih oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat. Pada tahun 1980, gedung ini berubah menjadi Museum Konferensi Asia Afrika dan menjadi tempat peringatan Konferensi Asia Afrika setiap 5 tahun sekali.

Heading 3: Pertemuan dan Konferensi di Gedung Merdeka

Gedung Merdeka telah menjadi venue untuk banyak pertemuan dan konferensi setelah kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1956, gedung ini menjadi tempat diselenggarakannya Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika. Di tahun 1961, gedung ini menjadi tempat digelarnya Sidang Dewan Setiakawan Rakyat Asia-Afrika. Pada tahun 1965, gedung ini menjadi tempat diselenggarakannya Konferensi Islam Asia-Afrika. Pada tahun 1970, gedung ini menjadi tempat digelarnya Kongres Pertama Organisasi Islam Afrika-Asia.

Di tahun 1980, gedung ini menjadi venue acara untuk peringatan ke-25 Konferensi Asia-Afrika dan menjadi tempat pembukaan Sidang Komite Ahli Hukum Asia-Afrika ke-21 yang disebut Asian-African Legal Consulative Commite/AALCC. Pada tahun 1983, gedung ini menjadi tempat peresmian Pusat Studi dan Pengkajian Masalah Asia-Afrika dan NegaraNegara Berkembang. Selain itu, gedung ini juga menjadi tempat kunjungan peserta Konferensi Menteri Penerangan NegaraNegara Nonblok pada tahun 1984.

BACA JUGA :  Ingin Punya Elektronik Berkualitas? 10 Toko di Cikarang Ini Wajib Dikunjungi

Gedung Merdeka juga menjadi tempat peringatan Konferensi Asia-Afrika setiap 5 tahun sekali, seperti pada tahun 1985, 1990, 1995, 2000, dan seterusnya. Dalam setiap pertemuan dan konferensi tersebut, Gedung Merdeka menjadi saksi sejarah dan memainkan peran penting dalam hubungan internasional antara negara-negara Asia dan Afrika.

Dalam tulisan ini, kita telah mengenal lebih detail Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika. Gedung ini memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dan telah menjadi saksi sejarah berbagai pertemuan dan konferensi internasional. Arsitektur dan tata kota yang menarik serta perubahan fungsi yang terjadi seiring dengan perjalanan sejarah membuat Gedung Merdeka menjadi salah satu tempat bersejarah yang patut dikunjungi di kota Bandung.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *