Gedung Kembar, Eksotisme Masa Lalu
Sejarah Gedung Kembar Purwakarta
Mengenal Lokasi
Gedung Kembar Purwakarta terletak di Nagri Tengah, Purwakarta Regency, West Java 41114. Lokasinya dapat diakses dengan mudah melalui berbagai jenis transportasi. Museum Diorama Digital Bale Panyawangan Tatar Sunda Purwakarta merupakan nama museum yang sekarang menghuni gedung ini. Museum ini telah menjadi salah satu tempat favorit untuk dikunjungi di Purwakarta. Keberadaan media digital di dalam museum ini menjadi daya tarik bagi para pengunjung, terutama anak-anak. Selain itu, tiket masuk ke museum ini juga gratis, sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk mengunjunginya.
Sejarah Singkat
Gedung Kembar Purwakarta memiliki sejarah yang panjang. Bangunan ini pertama kali dibangun pada abad ke-19 Masehi setelah Purwakarta masuk ke dalam Karesidenan Karawang pada tahun 1854. Nama “Gedung Kembar” diambil dari bentuk bangunannya yang terdiri dari dua bangunan dengan bentuk yang sama dan berdampingan, mirip dengan pintu gerbang. Meskipun tanggal pembangunan gedung ini belum diketahui dengan pasti, tetapi banyak yang meyakini bahwa gedung ini dibangun pada abad ke-19. Gaya arsitektur klasik Eropa yang kental dan menarik menjadi ciri khas dari gedung ini.
Pada masa Hindia Belanda, fungsi utama gedung ini juga belum diketahui dengan pasti. Namun, ada cerita yang beredar di kalangan masyarakat setempat bahwa gedung ini digunakan untuk memperindah kota Purwakarta yang saat itu menjadi ibu kota keresidenan. Selain itu, gedung ini juga diyakini sebagai pintu gerbang menuju arah stasiun kereta api. Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini digunakan sebagai studio foto oleh tentara Jepang. Setelah revolusi kemerdekaan, gedung tersebut dijadikan Markas BKR.
Fungsi gedung ini terus berubah seiring dengan berjalannya waktu. Mulai dari toko sepatu, studio foto, markas BKR, toko hingga sekretariat koperasi, dan bahkan pernah menjadi Kantor Polsek Kota Purwakarta. Belum banyak data dan dokumen yang mengungkapkan fungsi gedung ini secara detail dari masa ke masa. Namun, gedung ini tetap memiliki nilai sejarah yang kental dan tidak bisa dilepaskan dari sejarah kota Purwakarta.
Perubahan Terjadi
Seiring dengan perkembangan zaman, gedung ini mengalami beberapa pemugaran tanpa mengubah ciri khas dan ikonnya. Pada tahun 2002, gedung ini sempat dijadikan Kantor Bupati Purwakarta. Kemudian, bagian selatan gedung ini diubah menjadi Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Purwakarta. Di era kepemimpinan Dedi Mulyadi, bangunan ini diambil alih dan fungsinya diubah menjadi fasilitas publik. Saat ini, gedung ini menjadi Museum Diorama Digital Bale Panyawangan Purwakarta.
Museum ini berisi kisah sejarah kesundaan dan perkembangan Kabupaten Purwakarta dari masa ke masa. Salah satu ruang di museum ini merupakan ruang kerja dari Bupati Dedi. Gedung Negara Bale Nagri yang terletak di komplek Pendopo Kabupaten Purwakarta juga menjadi bagian dari museum ini. Perawatan gedung ini sangat spesial dan khusus, mengingat nilai sejarah yang dimilikinya. Gedung Kembar Purwakarta tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi tempat yang memberikan informasi sejarah kepada para pengunjung.
Dengan adanya Museum Diorama Digital Bale Panyawangan Purwakarta, para pengunjung dapat melihat dan menikmati sajian informasi dengan teknologi digital. Selain itu, mereka juga dapat berfoto dan mengambil gambar di lokasi yang berada di Nagri Tengah. Museum ini menjadi salah satu tempat yang memperkaya pengetahuan para wisatawan mengenai sejarah dan perkembangan Purwakarta.