PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Museum Konferensi Asia Afrika

Blog

Jam Buka

Untuk jam buka di Museum Konferensi Asia Afrika sendiri adalah pada hari Senin hingga Jumat pada pukul 9 pagi hingga 4 sore. Pada saat tengah hari, museum ini biasanya ditutup untuk istirahat sekitar jam 12 hingga 1 siang, namun kemudian buka kembali hingga sore. Jadi, bagi para pengunjung yang ingin mengunjungi museum ini, sebaiknya datang pada jam operasional yang telah ditentukan. Namun, perlu diketahui juga bahwa bagi para pengunjung yang memiliki kebutuhan khusus, harus berjumlah minimal 25 orang dan melakukan pemesanan sebelumnya jika ingin mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika ini.

Harga Tiket Masuk

Bagi kamu yang ingin mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika, kamu tidak perlu khawatir tentang harga tiket masuk. Pasalnya, tiket masuk menuju museum ini adalah gratis. Kamu bisa masuk ke dalam museum dengan jumlah pengunjung terbatas dan tentunya harus bisa tertib serta menjaga kebersihan Museum Konferensi Asia Afrika. Namun, perlu diingat juga bahwa ada beberapa pengecualian. Jika kamu ingin melakukan sesuatu di Museum Konferensi Asia Afrika secara komersial, misalnya untuk keperluan pemotretan atau acara tertentu, maka akan ada biaya yang harus dibayar dan melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Jadi Kebanggaan

Museum Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu tempat yang menjadi kebanggaan bagi warga Indonesia. Museum ini menjadi saksi hidup dalam dunia politik internasional pada zaman dulu. Terletak di Kota Bandung, museum ini juga menjadi inspirasi bagi bangsa Asia Afrika saat itu. Museum Konferensi Asia Afrika tidak hanya menjadi tempat bersejarah, tapi juga hingga kini dibuka untuk khalayak umum. Jadi, jika kamu berkunjung ke Kota Bandung, jangan lupa untuk mengajak keluarga tercinta berkunjung ke Museum Konferensi Asia Afrika ini. Selain bisa berwisata, di sini kamu juga bisa belajar dan mengetahui tentang sejarah politik Asia Afrika pada zaman dahulu. Tempatnya cukup seru dan unik, berbeda dengan museum pada umumnya. Dijamin, kunjunganmu ke Museum Konferensi Asia Afrika tidak akan membuatmu bosan.

BACA JUGA :  10 Rental Mobil di Lumajang Ada Yang Tanpa Sopir

Sejarah Museum

Museum Konferensi Asia Afrika memiliki sejarah yang sangat penting. Pada tanggal 18 hingga 24 April di tahun 1955, kota Bandung pernah menjadi tuan rumah sebuah hajatan besar yang bertaraf internasional. Hajatan tersebut adalah Konferensi Asia Afrika yang mempertemukan semua pemimpin negara di Benua Asia Afrika. Konferensi ini bertujuan untuk mempersatukan dan membangun kerja sama antar bangsa se-Asia Afrika, serta membantu terciptanya perdamaian dunia. Salah satu hasil dari konferensi ini adalah Dasa Sila Bandung yang sangat fenomenal. Konferensi Asia Afrika tahun 1955 ini memiliki prestasi yang sangat mengagumkan, dan menentukan sejarah perjalanan dunia saat itu. Oleh karena itu, didirikanlah Museum Konferensi Asia Afrika dengan tujuan ingin mengabadikan kesuksesan konferensi tersebut.

Museum Konferensi Asia Afrika digagas oleh Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmaa di gedung yang diberi nama Gedung Merdeka. Peresmian Museum Konferensi Asia Afrika dilakukan pertama kali oleh Presiden Indonesia saat itu, yaitu Soeharto, pada tanggal 24 April 1980. Setiap tanggal 24 April, warga Bandung merayakan sebagai hari peringatan Museum Konferensi Asia Afrika. Arsitek dari gedung ini adalah warga asal Belanda, yaitu C.O Wolf Shoomaker serta Van Galenlast. Kedua arsitek tersebut merupakan seorang guru besar di Sekolah Teknik yang cukup terkenal, yaitu Institut Teknik Bandung (ITB).

Konsep Bangunan

Gedung Museum Konferensi Asia Afrika memiliki konsep bangunan yang menarik. Bangunan ini mengusung konsep Art Deco, dengan lantai terbuat dari marmer yang langsung dipesan dari Italia. Marmer tersebut sangat mengkilap dan sangat cocok dipasang di gedung ini. Jika kamu berkunjung ke museum ini, kamu akan merasakan keindahan marmer tersebut. Selain itu, ruangannya memiliki bahan dasar kayu yang cukup terkenal, yaitu dari Cikenhout. Dan yang membuat museum ini semakin indah adalah lampu-lampu yang ada, yang sangat gemerlap karena menggunakan bahan kristal biasa.

BACA JUGA :  Terbuai Indahnya Wisata di Balikpapan yang Bikin Malas Pulang

Rute Menuju Lokasi

Untuk menuju ke Museum Konferensi Asia Afrika, ada beberapa rute yang bisa kamu lalui. Salah satu rute yang bisa kamu ambil adalah dengan berangkat dari terminal Bus Cicaheum. Setelah sampai di terminal Bus Cicaheum, lanjutkan perjalanan dengan naik bus kota dengan jurusan Leuwi Panjang. Jika kamu tidak yakin dengan jurusan bus yang harus kamu naiki, kamu bisa bertanya pada petugas yang ada agar tidak tersesat. Setelah itu, kamu harus turun di Halte Bus Asia Afrika dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 100 meter ke arah barat menuju Alun-alun Kota Bandung. Kamu juga bisa berjalan kaki menuju Jalan Braga, kemudian ke arah timur sekitar 100 meter.

Selain dari terminal bus, kamu juga bisa menggunakan Stasiun Kereta Api Kebon Lawang Bandung sebagai titik awal perjalananmu. Jika kamu datang dari luar kota dan naik kereta, kamu pasti akan turun di stasiun ini. Setelah dari stasiun, lanjutkan perjalanan dengan menaiki angkutan kota dengan jurusan St Hall-Gedebage. Setelah itu, kamu harus turun di perempatan Jalan Braga-Naripan, lalu lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 100 meter ke arah selatan menuju Braga.

Museum Konferensi Asia Afrika merupakan tempat yang sangat bersejarah bagi Indonesia. Museum ini menjadi saksi hidup dari peristiwa Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 yang memiliki dampak besar dalam sejarah perjalanan dunia. Selain itu, museum ini juga menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Dengan konsep bangunan yang unik dan lokasi yang strategis, Museum Konferensi Asia Afrika menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mempelajari sejarah politik Asia Afrika pada masa lalu. Jadi, jika kamu berkesempatan untuk berkunjung ke Kota Bandung, jangan lupa untuk mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika ini.

BACA JUGA :  10 Perayaan Momen Tahun Baru Paling Spesial di Cirebon, Kamu Pilih yang Mana?

Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *