10 Potret Museum Kartini Jepara Jawa Tengah, Berapa Harga Tiket Masuk dan Jam Bukanya?
Tempat Wisata Museum Kartini
Sejarah Museum Kartini
Museum Kartini merupakan salah satu tempat wisata bersejarah yang terletak di Jl. Alun-Alun No.1, Panggang, Kec. Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah 59411. Museum ini didirikan untuk mengenang jasa, pengabdian, dan perjuangan seorang pahlawan nasional, Raden Ajeng Kartini.
Pendirian Museum Kartini dilakukan atas inisiatif Pemerintah Dati II Jepara, dengan usulan dari wakil rakyat dan dukungan dari Presiden Soeharto. Pembangunan museum dimulai pada tanggal 30 Maret 1975 dan selesai pada tahun 1977. Peresmiannya dilakukan oleh Bupati Jepara, Soedikto, pada tanggal 21 April 1977, yang juga bertepatan dengan hari kelahiran R.A Kartini.
Museum Kartini dibangun di atas tanah seluas 5210 m² dan memiliki tiga bangunan gedung utama. Bentuk bangunan museum ini nampak seperti huruf K, T, dan N, yang diambil dari singkatan nama Kartini. Lokasinya yang berada di pusat kota Jepara, dekat dengan kantor bupati, membuat museum ini mudah diakses oleh wisatawan.
Kehidupan R.A Kartini
Raden Ajeng Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, adalah seorang Bupati Jepara pada masa itu. Ibunya, Mas Ajeng Ngasirah, merupakan seorang tokoh agama yang dihormati di Jepara.
Kartini merupakan anak dari keluarga bangsawan dan hidup dalam kecukupan. Dia bersekolah di Europese Lagere School (ELS) dan berhasil menyelesaikan pendidikannya. Pada masa itu, banyak teman sebayanya yang tidak bisa bersekolah dan harus menikah di usia muda.
Setelah lulus dari ELS, Kartini ingin melanjutkan pendidikannya, namun dia terikat aturan yang mengharuskan wanita untuk tinggal di rumah dan menunggu seorang pria yang mau menyuntingnya. Akhirnya, Kartini dipersunting oleh Bupati Rembang, Raden Adipati Djojodiningrat, pada tanggal 8 November 1903.
Namun, Kartini hanya tinggal di Rembang selama sekitar 1 tahun. Dia meninggal dunia pada tanggal 17 September 1904, hanya beberapa hari setelah melahirkan anak pertamanya. Meskipun hidupnya singkat, Kartini telah melakukan banyak hal untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.
Koleksi dan Penyajian Ruang Museum Kartini Jepara
Museum Kartini Jepara menyimpan berbagai koleksi peninggalan R.A Kartini dan RMP Sosrokartono, kakak Kartini, yang mencerminkan kehidupan mereka pada masa lalu. Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi benda-benda kuno hasil temuan di kawasan Kabupaten Jepara.
Museum Kartini terdiri dari empat ruang utama yang menyajikan koleksi-koleksi tersebut:
Ruang I
Ruang pertama, yang berbentuk huruf K, merupakan tempat penyimpanan koleksi peninggalan R.A Kartini. Di ruangan ini, pengunjung dapat melihat berbagai benda yang digunakan oleh Kartini selama hidupnya, termasuk foto-foto Kartini dan keluarganya.
Ruang II
Ruang kedua, yang juga merupakan bagian dari huruf K, berisi benda-benda peninggalan dari RMP Sosrokartono. Pengunjung dapat melihat dan mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan dan perjuangan kakak Kartini ini.
Ruang III
Ruang ketiga, yang terletak di kaki K bagian bawah, menampilkan benda-benda bersejarah dan temuan purbakala di Jepara. Beberapa benda yang dipamerkan di ruangan ini meliputi artefak arkeologi, keramik, kerajinan tangan khas Jepara seperti ukiran, keramik, batik troso, rotan, dan anyaman bambu.
Ruang IV
Ruangan keempat terletak di gedung yang berbentuk huruf T. Di ruangan ini, pengunjung dapat melihat tulang ikan raksasa yang dikenal dengan nama “Joko Tuwo”. Ikan raksasa ini ditemukan pada pertengahan bulan April 1989 di perairan kepulauan Karimun Jawa. Ikan tersebut memiliki panjang sekitar 16 meter, berat lebih dari 6 ton, tinggi 2 meter, dan lebar 4 meter.
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Museum Kartini
Museum Kartini buka setiap hari, kecuali hari Senin, pada pukul 08.00 – 17.00 WIB. Pada hari Minggu dan hari libur, museum buka pada pukul 09.00 – 17.00 WIB. Untuk harga tiket masuk museum, pada hari Senin hingga Jumat, harga tiket dewasa adalah Rp 1.500 dan harga tiket anak-anak adalah Rp 1.000. Namun, pada hari libur dan hari-hari besar, harga tiket dapat berbeda.
Meskipun harga tiket masuk museum sangat terjangkau, pengetahuan yang dapat diperoleh dari mengunjungi Museum Kartini sangat berharga. Pengunjung dapat mempelajari sejarah perjuangan Kartini dan pentingnya peran wanita dalam perkembangan bangsa.
Kegiatan dan Fasilitas di Museum Kartini
Selama mengunjungi Museum Kartini, pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan dan menikmati fasilitas yang disediakan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di museum ini antara lain:
– Mengamati semua benda yang dipamerkan di museum dan mencatat informasi penting untuk pengetahuan pribadi.
– Menyaksikan pertunjukan seni teatrikal di ruang panggung opera yang ada di dalam museum.
– Menonton film-film tentang Kartini di ruang bioskop museum.
– Menggunakan fasilitas toilet yang tersedia di dalam museum.
– Menikmati area parkir yang luas, yang dapat digunakan untuk kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.
Cara Menuju Museum Kartini
Untuk menuju Museum Kartini, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Jika Anda berada di Terminal Jepara, Anda dapat naik becak atau ojek menuju arah timur menuju alun-alun Jepara. Museum Kartini terletak di sebelah utara alun-alun Jepara, di sepanjang jalan yang sama dengan kantor TIC Jepara.
Jika Anda berasal dari Semarang, Anda dapat mengambil rute jalan Semarang–Demak, lalu melanjutkan ke Jalan Demak-Welahan, dan berlanjut ke Jalan Raya Jepara-Kudus. Teruslah mengikuti jalur tersebut hingga mencapai Jalan Pemuda, lalu belok ke arah kanan menuju Jalan Kartini. Teruslah mengikuti jalan tersebut hingga Anda tiba di tugu Pancasila. Di sekitar tugu Pancasila, Anda dapat mencari museum yang terletak di sudut alun-alun Jepara.
Museum Kartini juga dapat diakses dari Kudus dengan menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi. Perjalanan dari Kudus ke Jepara membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam, tergantung dari kondisi lalu lintas.
Selain Museum Kartini di Jepara, terdapat juga Museum Kartini di Rembang. Museum Kartini di Rembang mengisahkan tentang kehidupan Kartini setelah menikah. Meskipun Kartini hanya tinggal di Rembang selama 1 tahun, dia telah melakukan banyak hal untuk meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan wanita di daerah tersebut.
Mengunjungi Museum Kartini di Jepara atau Museum Kartini di Rembang akan memberikan pengalaman yang berharga dan pengetahuan yang lebih mendalam tentang sejarah Raden Ajeng Kartini dan perjuangannya untuk emansipasi wanita di Indonesia.