PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Indahnya Masjid Kubah Emas di Depok, Bisa Menampung 20.000 Jemaah. Ini Buktinya!

Blog

Lokasi dan Rute Menuju Masjid Dian Al Mahri

Masjid Dian Al Mahri terletak di Jalan Raya Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat. Lokasi masjid ini berada di sebelah selatan dan dapat diakses dengan mudah melalui beberapa jalur transportasi. Jika Anda berada di pusat Kota Depok, Anda dapat menuju ke arah barat karena lokasi masjid ini berada di sis barat pusat Kota Depok. Jika Anda masih bingung, Anda juga bisa mencarinya di peta untuk memudahkan perjalanan Anda.

Apabila Anda ingin menuju masjid ini menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat mengendarai mobil menuju Terminal Lebak Bulus. Masjid Dian Al Mahri berada tidak jauh dari Terminal Lebak Bulus, Rumah Sakit Fatmawati, Mall Cinere, dan Bellevue Cinere Mall. Lokasinya yang strategis menjadikan masjid ini mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar.

Jam Buka dan Biaya yang Dibutuhkan

Masjid Dian Al Mahri dibuka setiap hari kecuali hari Kamis. Pada hari Jumat hingga Rabu, masjid dibuka mulai pukul 04.00 WIB hingga 07.00 WIB dan 10.00 WIB hingga setelah isya. Sedangkan pada hari Kamis, masjid dibuka mulai pukul 04.00 WIB hingga 07.00 WIB dan 16.00 WIB hingga isya. Jam buka yang fleksibel ini memungkinkan umat muslim untuk datang beribadah pada waktu yang sesuai dengan jadwal mereka.

BACA JUGA :  Keindahan Pura Rambut Siwi

Untuk masuk ke dalam kompleks masjid ini, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 15.000,00 jika membawa kendaraan. Biaya ini digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan masjid agar tetap terjaga keindahannya. Meskipun ada biaya yang dikenakan, namun hal ini sebanding dengan fasilitas yang diberikan dan keindahan masjid yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.

Sejarah atau Asal Usul Masjid Dian Al Mahri

Masjid Dian Al Mahri didirikan oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, seorang pengusaha asal Banten. Pemilik dan pendiri masjid ini telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Pembangunan dan pembuatan masjid ini dimulai pada tahun 2001 dan selesai pada akhir tahun 2006. Masjid ini kemudian dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, yang bertepatan dengan Idul Adha kedua kalinya pada tahun itu.

Kawasan masjid ini memiliki luas 50 hektare dengan bangunan masjid yang menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini menjadi salah satu masjid termegah di Asia Tenggara dan banyak dikunjungi oleh umat muslim maupun wisatawan. Keindahan kubah-kubah emasnya dan luasnya area yang dapat diakses oleh umum menjadi daya tarik utama masjid ini.

Profil Arsitektur Masjid Dian Al Mahri

Masjid Dian Al Mahri memiliki arsitektur yang megah dan indah. Terdapat 5 kubah di dalam kompleks masjid ini. Salah satu kubah merupakan kubah utama, sedangkan 4 kubah lainnya adalah kubah kecil. Kubah-kubah ini memiliki keunikan, yaitu seluruhnya dilapisi dengan emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal.

Kubah utama masjid ini memiliki bentuk yang menyerupai kubah Taj Mahal. Diameter kubah utama ini adalah 16 meter di bagian bawah dan 20 meter di bagian tengah. Tinggi kubah mencapai 25 meter. Sementara itu, 4 kubah kecil lainnya memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

BACA JUGA :  Mau Dinner Mewah? Inilah 10 Restoran Termahal di Jakarta

Selain itu, masjid ini juga memiliki lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia dengan berat mencapai 8 ton. Beberapa bagian masjid, seperti relief hiasan di atas tempat imam, pagar di lantai dua, dan hiasan kaligrafi di langit-langitnya, terbuat dari emas. Masjid ini juga memiliki mahkota pilar sebanyak 168 buah yang berlapis bahan prado atau sisa emas.

Arsitektur masjid ini mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah. Ciri-ciri arsitektur ini mencakup adanya kubah, minaret, halaman dalam, dan hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk. Ciri-ciri ini digunakan untuk memperkuat ciri keislaman pada arsitektur masjid ini. Gerbang masuk masjid ini berupa portal dengan hiasan geometris dan obelisk sebagai ornamen.

Di dalam kompleks masjid terdapat halaman dalam dengan ukuran 45 x 57 meter yang dapat menampung sekitar 8.000 jemaah. Terdapat enam menara atau minaret dengan bentuk segi enam atau heksagonal yang melambangkan rukun iman. Menara-menara tersebut menjulang setinggi 40 meter dan dibalut dengan batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar.

Di puncak menara-menara tersebut terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Seluruh kubah di dalam masjid ini dibalut dengan mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia. Jumlah kubah yang lima ini melambangkan rukun Islam.

Bagian interior masjid ini juga menarik perhatian. Pilar-pilar yang kokoh dan menjulang tinggi menciptakan skala ruang yang agung. Semua elemen arsitektur masjid ini dirancang dengan sangat indah dan megah, mencerminkan keagungan Islam dan keindahan seni arsitektur.

Melalui keindahan arsitektur dan keunikan fasilitas yang dimiliki, Masjid Dian Al Mahri menjadi salah satu destinasi wisata religi dan keluarga yang populer di Depok, Jawa Barat. Menjadi saksi bisu keindahan dan keagungan Islam, masjid ini menjadi tempat yang tepat untuk beribadah dan menikmati keindahan seni arsitektur.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *