PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

10 Daftar Referensi Makanan Khas Tuban, Nomor 1 Terbuat Dari Tanah Liat Lho, Mau Coba?

Blog

Kabupaten Tuban merupakan salah satu kota yang terletak di pesisir utara provinsi Jawa Timur. Keberadaannya yang strategis membuat Tuban memiliki beragam destinasi wisata yang menarik dan cocok untuk dikunjungi saat liburan. Selain itu, Tuban juga dikenal sebagai salah satu tempat yang menawarkan berbagai kuliner khas yang lezat dan menggugah selera.

Salah satu kuliner khas Tuban yang cukup terkenal adalah Ampo. Ampo adalah jenis kudapan ringan yang terbuat dari tanah liat. Uniknya, makanan ini tidak bisa ditemukan di daerah lain. Ampo adalah makanan tradisional yang sangat disukai oleh masyarakat Tuban dan sering dijadikan pendamping saat menikmati kopi atau teh manis. Rasanya yang unik dan teksturnya yang renyah membuat Ampo menjadi camilan favorit banyak orang. Makanan ini biasanya dijual di pasar dengan harga yang terjangkau, hanya sekitar Rp.5.000 per kilogramnya.

Selanjutnya, ada Dumbek, makanan tradisional yang mungkin tidak begitu dikenal oleh banyak orang. Dumbek adalah penganan bertekstur lembut yang dibungkus menggunakan daun lontar. Makanan ini memiliki bentuk lonjong panjang yang mirip dengan terompet dan memiliki aroma yang harum. Dumbek terbuat dari tepung beras, gula merah, daun pandan, garam, santan, dan parutan kelapa. Makanan ini sering dijadikan oleh-oleh dan bisa ditemukan di pasar tradisional dengan harga bervariasi, mulai dari Rp.1.500 hingga Rp.2.000 per bijinya.

Garang Asem adalah salah satu masakan tradisional khas Tuban yang berbahan dasar ayam berkuah bening dan dibungkus menggunakan daun pisang saat memasaknya. Garang Asem memiliki rasa yang segar dan asam yang khas. Jika Anda ingin mencicipi kuliner ini, Rumah Makan Rahayu di jalan Basuki Rahmat No.135 adalah tempat yang tepat. Di sini, harga Garang Asem hanya sekitar 10 ribu rupiah per porsi.

BACA JUGA :  10 Toko Oleh-Oleh di Medan Untuk Belanja Sebelum Pulang

Rajungan adalah makanan khas Tuban yang terbuat dari hewan laut mirip kepiting. Di daerah Tuban, Rajungan diolah dengan menggunakan resep bumbu rempah pilihan sehingga menghasilkan Rajungan Kuah Kari Manunggal yang lezat. Makanan ini mudah ditemukan di berbagai tempat di Tuban, salah satunya adalah Kari Rajungan Manunggal Jaya di jalan Manunggal No. 100. Harga satu porsi Rajungan di tempat ini hanya sekitar 100 ribu rupiah.

Bebek Menthok adalah masakan tradisional Tuban yang terbuat dari bebek yang dimasak dengan kuah kental dan diberi bumbu khas. Bebek Menthok memiliki citarasa yang istimewa dan lezat. Jika Anda ingin mencicipinya, Becek Menthok Mastrip di jalan Mastrip No.04, Sidorejo, Tuban adalah tempat yang populer. Warung makan ini buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 dan harga satu porsi Bebek Menthok hanya sekitar Rp.30.000.

Belut adalah salah satu hewan yang memiliki kandungan protein tinggi. Di Tuban, belut diolah menjadi berbagai macam makanan, salah satunya adalah Belut Pedas. Belut Pedas adalah menu masakan berbahan dasar belut yang dimasak dengan bumbu racikan khas Tuban yang memiliki cita rasa pedas. Jika Anda ingin mencobanya, Anda bisa datang ke Warung Cemplon Bu Marni di desa Kedungsari, kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Harga menu Belut Pedas di warung ini hanya sekitar Rp.7.000 dan jika ingin lengkap dengan nasi, harganya berkisar 17 ribu rupiah per porsinya.

Cumi-cumi hitam adalah salah satu makanan khas Tuban yang paling banyak dicari oleh wisatawan, baik lokal maupun asing. Cumi-cumi hitam biasanya dihidangkan di atas daun jati dan disandingkan dengan nasi putih hangat, pulen, serta sayur cumi. Jika Anda ingin menikmati kuliner ini, Anda bisa datang ke RM. Kurnia Dewi di Jalan Tuban-Babat Km.01, Widengan, Gedongombo, Semanding. Harga cumi-cumi hitam di sini berkisar antara 25 hingga 100 ribu rupiah per porsinya.

BACA JUGA :  15 Hotel Murah Dengan Fasilitas Lengkap di Tokyo Jepang, Harga Mulai Rp.283.000

Selanjutnya, ada Serabeh Selong, sebuah kuliner yang terbuat dari adonan tepung beras yang diuleni hingga kalis dan kemudian dibentuk bulat menyerupai bola. Serabeh Selong dihidangkan dengan santan kelapa yang kental sehingga memiliki rasa gurih yang lezat. Jika Anda ingin mencicipinya, Anda bisa datang ke Gg. Ikhlas di jalan Lukman Hakim, Tuban. Harga Serabeh Selong di tempat ini hanya sekitar Rp.1.000 per bijinya.

Gemblong adalah sejenis kue tradisional Tuban yang terbuat dari adonan tepung beras ketan putih yang diuleni hingga kalis. Kemudian, adonan tersebut dibentuk bulat menyerupai bola, digoreng sampai matang, dan dilapisi dengan gula aren. Jika Anda ingin mencobanya, Anda bisa datang ke desa Compreng di kecamatan Widang. Di kawasan tersebut, harga gemblong biasanya sekitar Rp.1.000 per bijinya.

Terakhir, ada Es Bubur Sumsum, sejenis bubur yang cocok dijadikan sebagai menu penutup setelah makanan sebelumnya. Bubur sumsum ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan rasanya yang segar. Bubur sumsum ini cocok diminum saat cuaca sedang panas. Jika Anda ingin menikmatinya, Anda bisa datang ke lapak Es Bubur Sumsum di jalan Pemuda. Harga satu porsi minuman ini hanya sekitar Rp.6.000 hingga Rp.10.000.

Itulah beberapa kuliner khas Tuban yang patut Anda coba saat berkunjung ke kota ini. Dari Ampo yang unik, Dumbek yang lezat, Garang Asem yang segar, Rajungan yang menggugah selera, Bebek Menthok yang istimewa, Belut Pedas yang pedas, cumi-cumi hitam yang lezat, Serabeh Selong yang gurih, Gemblong yang manis, hingga Es Bubur Sumsum yang menyegarkan. Setiap kuliner memiliki keunikan dan cita rasa yang berbeda-beda, sehingga mendapatkan pengalaman kuliner yang beragam saat berada di Tuban. Jadi, jangan lupa untuk mencicipi kuliner-kuliner ini saat mengunjungi Tuban.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *