15 Daftar Pilihan Makanan Khas Daerah Jogja Yang Enak dan Lezat Ini Wajib Buat Diburu
Gudeg
Sejarah dan Penjelasan
Gudeg adalah salah satu makanan khas Jogja yang sangat terkenal. Namanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, baik di Jawa Tengah maupun di luar daerah. Bahkan, gudeg juga menjadi salah satu ikon dari kota Jogja. Gudeg terbuat dari sayur nangka muda yang dimasak bersama dengan santan kelapa dan daun jati. Makanan ini memiliki ciri khasnya sendiri, yaitu warna cokelat yang sangat khas.
Proses pembuatan gudeg membutuhkan waktu yang cukup lama. Biasanya, gudeg dimasak selama berjam-jam agar rasanya benar-benar nikmat. Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk menikmati gudeg adalah Gudeg Yu Djum yang berada di jalan Wijilan No.31, Panembahan, Keraton Jogja. Warung ini buka mulai dari pukul 6 pagi hingga 10 malam. Harga satu porsi gudeg di warung ini hanya sekitar Rp. 30.000 saja.
Resep dan Cara Pembuatan
Untuk membuat gudeg, bahan utama yang dibutuhkan adalah sayur nangka muda, santan kelapa, dan daun jati. Berikut adalah resep dan cara pembuatan gudeg:
Bahan-bahan:
1. 500 gram sayur nangka muda
2. 200 ml santan kelapa
3. Daun jati secukupnya
4. Bawang merah secukupnya
5. Bawang putih secukupnya
6. Gula merah secukupnya
7. Garam secukupnya
8. Air secukupnya
Cara pembuatan:
1. Bersihkan sayur nangka muda dan potong-potong sesuai selera.
2. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.
3. Masukkan potongan sayur nangka muda dan aduk rata.
4. Tambahkan santan kelapa dan daun jati.
5. Masak hingga sayur nangka muda matang dan santan kelapa meresap.
6. Tambahkan gula merah dan garam secukupnya untuk memberikan rasa manis dan gurih.
7. Aduk rata dan masak kembali hingga gudeg matang sempurna.
8. Sajikan gudeg dengan nasi dan lauk pendamping lainnya.
Keunikan Gudeg
Salah satu keunikan dari gudeg adalah rasanya yang manis, gurih, dan sedikit pedas. Hal ini karena gudeg menggunakan bumbu-bumbu khas seperti gula merah, garam, dan rempah-rempah. Selain itu, gudeg juga memiliki tekstur yang lembut dan kenyal karena menggunakan santan kelapa dalam proses pembuatannya. Warna cokelat yang khas juga menjadi daya tarik tersendiri dari gudeg.
Gudeg juga memiliki keunikan lainnya dalam hal penyajiannya. Biasanya, gudeg disajikan dengan nasi, ayam kampung, telur, tahu, dan sambal krecek. Sambal krecek adalah sambal yang terbuat dari kerupuk kulit sapi yang dimasak dengan bumbu pedas. Kombinasi antara aroma wangi dari nasi, rasa manis dari gudeg, dan rasa pedas dari sambal krecek menciptakan sensasi yang sangat nikmat saat menikmati gudeg.
Bakpia Phatuk
Sejarah dan Penjelasan
Bakpia Phatuk adalah salah satu oleh-oleh khas Jogja yang terkenal. Bakpia terbuat dari adonan tepung, kacang hijau, dan gula. Cara pembuatannya cukup mudah, yaitu dengan cara dipanggang. Bakpia Phatuk merupakan salah satu toko oleh-oleh paling terkenal akan penganan ini. Toko ini berlokasi di Jalan Bhayangkara Ng.1 No.01, Sanggrahan, Ngampilan, Yogyakarta.
Bakpia Phatuk terkenal dengan varian rasanya yang beragam. Harga bakpia Phatuk biasanya dipatok mulai dari Rp. 35.000 hingga Rp. 50.000 per kotak, tergantung varian rasanya. Bakpia Phatuk juga menjadi salah satu oleh-oleh yang paling banyak dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke Jogja.
Resep dan Cara Pembuatan
Berikut adalah resep dan cara pembuatan bakpia Phatuk:
Bahan-bahan:
1. 500 gram tepung terigu
2. 200 gram margarin
3. 200 gram kacang hijau
4. 200 gram gula halus
5. Air secukupnya
Cara pembuatan:
1. Campurkan tepung terigu dan margarin hingga terbentuk adonan kalis.
2. Diamkan adonan selama 30 menit.
3. Rebus kacang hijau hingga matang.
4. Haluskan kacang hijau dan campurkan dengan gula halus.
5. Ambil adonan tepung terigu dan pipihkan menggunakan rolling pin.
6. Beri isian kacang hijau dan lipat adonan hingga berbentuk bulat.
7. Panggang bakpia dalam oven dengan suhu 180 derajat Celsius selama 20-25 menit.
8. Angkat dan biarkan dingin sebelum disajikan.
Keunikan Bakpia Phatuk
Salah satu keunikan dari Bakpia Phatuk adalah varian rasanya yang beragam. Terdapat berbagai pilihan rasa seperti kacang hijau, keju, cokelat, dan masih banyak lagi. Selain itu, Bakpia Phatuk juga memiliki tekstur yang lembut dan renyah. Rasa manis dari isian kacang hijau dan gula halus menciptakan sensasi yang sangat nikmat saat menggigit Bakpia Phatuk.
Keunikan lainnya dari Bakpia Phatuk adalah bentuknya yang bulat dan lembut. Ketika membeli Bakpia Phatuk, biasanya dikemas dalam kotak dengan berbagai ukuran. Kotak tersebut berfungsi untuk menjaga keutuhan Bakpia Phatuk sehingga tetap lezat dan enak saat disantap. Bakpia Phatuk juga menjadi salah satu oleh-oleh yang sangat disukai oleh wisatawan yang berkunjung ke Jogja.
Yangko
Sejarah dan Penjelasan
Yangko adalah salah satu kudapan khas Jogja yang menggunakan bahan utama tepung ketan. Kudapan ini memiliki bentuk kotak dan teksturnya kenyal. Rasanya pun manis dengan isian cincangan kacang di bagian dalamnya. Yangko juga menjadi salah satu oleh-oleh yang banyak dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke Jogja.
Yangko tidak hanya enak, tetapi juga tahan lama. Oleh karena itu, yangko sering dijadikan sebagai oleh-oleh karena dapat bertahan dalam waktu yang lama. Untuk mencari yangko tidaklah sulit karena banyak pusat oleh-oleh dan toko online yang menjualnya. Harga yangko biasanya dijual dengan harga murah, hanya sekitar Rp. 30.000 per kotak yang berisi 30 butir yangko.
Resep dan Cara Pembuatan
Berikut adalah resep dan cara pembuatan yangko:
Bahan-bahan:
1. 500 gram tepung ketan
2. 200 ml air matang
3. 200 gram gula pasir
4. 100 gram kacang tanah, sangrai dan haluskan
5. Pewarna makanan secukupnya
6. Daun pisang secukupnya
Cara pembuatan:
1. Campurkan tepung ketan, air matang, gula pasir, dan pewarna makanan hingga terbentuk adonan yang lembut.
2. Ambil sedikit adonan dan pipihkan menggunakan tangan.
3. Beri isian kacang tanah di tengah adonan dan rapatkan hingga membentuk kotak.
4. Bungkus yangko dengan daun pisang dan kukus selama 15-20 menit.
5. Angkat dan biarkan dingin sebelum disajikan.
Keunikan Yangko
Keunikan dari yangko terletak pada teksturnya yang kenyal dan rasa manisnya yang lezat. Selain itu, yangko juga memiliki bentuk kotak yang khas dan isian cincangan kacang yang memberikan sensasi gurih saat menggigitnya. Warna-warni yangko juga menambah daya tarik tersendiri sehingga tidak hanya enak, tetapi juga mengundang selera.
Yangko juga memiliki keunikan lainnya dalam hal penyajiannya. Biasanya, yangko disajikan dalam kotak kecil yang terbuat dari kertas dengan berbagai ukuran. Kotak tersebut berfungsi untuk menjaga keutuhan yangko dan memudahkan dalam membawa pulang. Selain itu, yangko juga tahan lama sehingga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh yang dapat dinikmati dalam waktu yang lama.
Brem
Sejarah dan Penjelasan
Brem adalah salah satu makanan khas Jogja yang terbuat dari hasil fermentasi ketan hitam. Proses pembuatan brem melibatkan fermentasi ketan hitam selama sehari semalam. Setelah itu, brem dimasak dan dikeringkan. Meskipun terlihat sederhana, brem memberikan sensasi yang berbeda. Ketika disantap, brem langsung mencair di mulut dan meninggalkan kesan yang mendalam di lidah.
Brem juga sangat mudah ditemukan di toko oleh-oleh. Harga brem juga cukup murah, hanya sekitar Rp. 6.000-Rp. 7.500 per bungkusnya. Oleh karena itu, brem sering dijadikan sebagai oleh-oleh oleh wisatawan yang berkunjung ke Jogja.
Resep dan Cara Pembuatan
Berikut adalah resep dan cara pembuatan brem:
Bahan-bahan:
1. 500 gram ketan hitam
2. Air secukupnya
Cara pembuatan:
1. Cuci ketan hitam hingga bersih.
2. Rendam ketan hitam dalam air selama 4-5 jam.
3. Tiriskan ketan hitam dan kukus selama 20-25 menit hingga matang.
4. Setelah matang, biarkan ketan hitam dalam keadaan terbuka selama 1 hari semalam agar terjadi proses fermentasi.
5. Setelah 1 hari, masak ketan hitam dengan api kecil hingga air meresap dan ketan hitam menjadi lengket.
6. Angkat ketan hitam dan biarkan dingin.
7. Setelah dingin, brem siap disajikan.
Keunikan Brem
Keunikan dari brem terletak pada sensasi lelehnya di mulut saat disantap. Brem memiliki tekstur yang lembut dan lengket. Rasanya pun manis dengan aroma khas hasil fermentasi ketan hitam. Brem juga memberikan kesan yang berbeda saat dikonsumsi, membuat siapa saja yang mencobanya terkesan.
Brem juga memiliki keunikan dalam hal penyajiannya. Biasanya, brem disajikan dalam bentuk bungkus kecil dan dikemas secara menarik. Hal ini membuat brem mudah dibawa pulang dan dijadikan sebagai oleh-oleh. Karena keunikan dan rasanya yang lezat, brem sering menjadi pilihan oleh-oleh yang diincar oleh wisatawan yang berkunjung ke Jogja.
Brongkos
Sejarah dan Penjelasan
Brongkos adalah salah satu jenis masakan khas Jogja yang terbuat dari sayuran dan mirip seperti rawon. Bedanya, brongkos lebih kaya bumbu dan memiliki banyak isi. Rasanya pun sangat gurih. Brongkos menggunakan bahan olahan nabati seperti tahu, tempe, dan kacang tolo. Kuah santan kelapa digunakan untuk menciptakan citarasa gurih yang lezat.
Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk mencoba brongkos adalah Warung Ijo Bu Padmo. Warung ini berada di utara pasar Tempel Sleman dan sudah berdiri sejak tahun 1950. Selain tempatnya yang nyaman, hidangannya yang enak dan harga yang terjangkau, yaitu Rp. 33.000 per porsi, menjadikan Warung Ijo Bu Padmo sebagai tempat yang paling tepat untuk menikmati brongkos.
Resep dan Cara Pembuatan
Berikut adalah resep dan cara pembuatan brongkos:
Bahan-bahan:
1. Tahu putih secukupnya
2. Tempe secukupnya
3. Kacang tolo secukupnya
4. Santan kelapa secukupnya
5. Bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, jahe) secukupnya
6. Garam secukupnya
7. Air secukupnya
Cara pembuatan:
1. Tumis bumbu halus hingga harum.
2. Masukkan tahu, tempe, dan kacang tolo ke dalam tumisan bumbu.
3. Tambahkan air dan santan kelapa.
4. Masak hingga semua bahan matang dan kuah meresap.
5. Tambahkan garam secukupnya untuk memberikan rasa gurih.
6. Aduk rata dan masak hingga brongkos matang sempurna.
7. Sajikan brongkos dengan nasi dan lauk pendamping lainnya.
Keunikan Brongkos
Salah satu keunikan dari brongkos adalah rasanya yang sangat gurih. Hal ini dikarenakan penggunaan bumbu-bumbu khas seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, dan jahe. Selain itu, isiannya yang beragam, seperti tahu, tempe, dan kacang tolo, memberikan sensasi yang berbeda saat mengunyah brongkos.
Brongkos juga memiliki keunikan dalam hal penyajiannya. Biasanya, brongkos disajikan dengan nasi dan lauk pendamping seperti sambal goreng krecek, telur, dan tahu. Kombinasi antara rasa gurih dari kuah santan kelapa, rasa gurih dari bumbu, dan isian yang beragam menciptakan sensasi yang sangat nikmat saat menikmati brongkos.