PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Kampung Keling, Little India di Medan

Blog

Lokasi dan Deskripsi Kampung Keling Medan

Kampung Keling Medan terletak di Jl. Teuku Cik Ditiro, Madras Hulu, Medan, Sumatera Utara 20152. Kawasan ini juga dikenal dengan sebutan Little India Medan. Dengan luas sepuluh hektar, kampung ini merupakan tempat tinggal bagi berbagai etnis, termasuk warga India. Meskipun dinamakan Kampung Keling atau Kampung Madras, kampung ini juga dihuni oleh warga lokal yang hidup rukun dan damai bersama.

Awalnya, kampung ini bernama Patisah. Nama tersebut juga diberikan pada salah satu jalan di kota Medan, yaitu Jalan Medan Patisah. Namun, masyarakat lebih sering menyebutnya dengan Kampung Madras atau Kampung Keling, merujuk pada warga India yang tinggal di sana. Lokasi Kampung Keling berada di kawasan Zainal Arifin, yang merupakan pusat Kecamatan Madras.

Untuk mencapai Kampung Keling, pengunjung dapat menggunakan becak bermotor atau bertanya kepada warga setempat. Jika perlu, pengunjung juga dapat menggunakan peta online atau Google Maps untuk memudahkan perjalanan menuju Kampung Keling.

Awal Mula Munculnya Kampung Keling Medan

Kampung Keling Medan memiliki sejarah yang panjang. Pada awal abad ke-19, banyak pemilik perkebunan di Medan yang mempekerjakan tenaga kerja India Tamil karena reputasi mereka yang rajin dan ulet. Mereka bekerja sebagai buruh di perkebunan tembakau di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Daftar Rekomendasi Pilihan Villa di Baturaden Yang Harga Termurahnya Mulai Dari Rp.300.000

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak warga India Tamil yang datang ke Medan untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Tidak hanya etnis India Tamil, tetapi juga etnis India Cheyttar dan Punjab ikut datang ke Medan. Mereka bekerja sebagai buruh perkebunan, konstruksi, dan pedagang.

Warga India yang tinggal di Kampung Keling Medan umumnya termasuk dalam golongan kasta Waisya dalam agama Hindu. Beberapa dari mereka juga berperan dalam penyebaran agama Hindu di daerah tersebut.

Pada tahun 1950-an, Kampung Keling Medan didominasi oleh warga keturunan India. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah warga India di kampung ini semakin menurun karena banyak yang pindah ke lokasi lain. Meskipun demikian, nama Kampung Keling tetap melekat pada kawasan ini.

Pusat Budaya dan Kuliner Khas India di Kampung Keling Medan

Meskipun jumlah warga keturunan India di Kampung Keling Medan telah berkurang, kebudayaan dan kuliner khas India masih sangat lekat dengan kawasan ini. Saat mengunjungi kampung ini, pengunjung akan menemukan beberapa bangunan dengan arsitektur khas India.

Salah satu bangunan yang terkenal adalah kuil Shri Mariaman dan Subramaniem, yang merupakan kuil terbesar di Kampung Keling. Selain itu, terdapat juga klenteng terbesar di kawasan ini, yaitu Vihara Gunung Timur, yang merupakan tempat ibadah umat Budha.

Tak hanya itu, terdapat juga masjid Ghaudiyah dengan desain interior dan eksterior yang khas India. Dengan adanya berbagai tempat ibadah ini, Kampung Keling Medan menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat multietnis yang tinggal di sekitarnya.

Selain tempat ibadah, pengunjung juga dapat menikmati kuliner khas India di Kampung Keling Medan. Terdapat beberapa restoran yang menyajikan menu khas India, serta kios-kios kecil yang menjual jajanan seperti martabak atau roti chanee.

BACA JUGA :  10 Toko Bunga Dengan Kualitas Mumpuni di Pekalongan

Keberagaman Etnis di Medan

Medan, sebagai ibu kota Sumatera Utara, merupakan kota yang sangat beragam secara etnis. Pandangan bahwa Medan hanya terdiri dari satu etnis tertentu tidaklah benar. Sebaliknya, kota ini menjadi rumah bagi berbagai etnis yang tinggal bersama secara harmonis.

Sejarah keberagaman etnis di Medan dapat ditelusuri hingga masa sebelum masehi. Pada masa itu, banyak bangsa dari Asia Timur dan Asia Selatan yang datang ke wilayah Sumatera untuk berdagang dan melebarkan wilayah kekuasaan. Daerah Padang Pariaman menjadi salah satu daerah yang banyak didatangi oleh bangsa-bangsa tersebut.

Jika diperhatikan, ciri fisik sebagian besar penduduk Sumatera menyerupai orang-orang dari Asia Timur dan Asia Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi asimilasi antara etnis pendatang dengan etnis yang sudah ada di Sumatera. Selain pernikahan campur, budaya juga turut dicampurkan dan saling berkaitan.

Salah satu aspek budaya yang terpengaruh adalah kuliner. Cita rasa makanan di Sumatera banyak dipengaruhi oleh makanan India. Sebagai contoh, rendang, makanan khas Sumatera, memiliki kemiripan dengan makanan India dalam hal rasa dan bumbu yang digunakan.

Keberagaman etnis di Medan tidak hanya terlihat dari aspek budaya, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Medan memiliki toleransi dan saling menghormati keberagaman ini. Hal ini tercermin dalam adanya tempat ibadah yang mewakili berbagai agama di kota ini.

Wisata di Kampung Keling Medan

Kampung Keling Medan menawarkan pengalaman wisata yang unik dan menarik. Selain dapat menikmati keberagaman budaya dan kuliner khas India, pengunjung juga dapat merasakan suasana yang mirip dengan kampung Arab di Pekojan, Jakarta.

Kawasan ini merupakan tempat yang sangat panas dan ramai, dengan jalan-jalan yang sempit dan penuh dengan toko dan kios yang menjual berbagai barang dan makanan. Pengunjung dapat berjalan-jalan di sepanjang jalan tersebut sambil menikmati pemandangan dan membeli oleh-oleh khas India.

BACA JUGA :  14 Penginapan Murah di Medan Adakah Yang Bebas Razia Dibawah 100 Ribu dan 200 Ribu

Selain itu, pengunjung juga dapat mengunjungi kuil-kuil dan klenteng di kawasan ini. Kuil Shri Mariaman dan Subramaniem merupakan kuil terbesar di Kampung Keling dan menjadi tempat ibadah bagi umat Hindu. Vihara Gunung Timur, klenteng terbesar di kawasan ini, juga dapat dikunjungi untuk melihat arsitektur dan kegiatan keagamaan umat Budha.

Bagi pecinta kuliner, Kampung Keling Medan adalah tempat yang tepat untuk mencoba makanan khas India. Terdapat restoran-restoran yang menyajikan menu India autentik, serta kios-kios kecil yang menjual jajanan seperti martabak atau roti chanee. Pengunjung dapat merasakan cita rasa khas India di kawasan ini.

Dalam perjalanan wisata di Kampung Keling Medan, pengunjung juga dapat mengabadikan momen-momen indah dengan menggunakan kamera ponsel. Foto-foto yang diambil dapat diunggah di media sosial, seperti Instagram atau Path, untuk dibagikan kepada teman-teman dan keluarga.

Kampung Keling Medan adalah salah satu destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan bagi pengunjung yang ingin mengenal keberagaman budaya di Medan. Dengan suasana yang hidup dan beragam atraksi yang ditawarkan, kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *