PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Gunung Api Purba Nglanggeran Yogyakarta

Blog

Lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran

Foto By @diyankudiyanmu

Gunung Api Purba Nglanggeran terletak di Nglanggeran Wetan, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta dengan kode pos 55862. Lokasi ini dapat diakses dengan mudah menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan seperti mobil atau motor. Jalur menuju lokasi sudah teraspal dengan baik, sehingga perjalanan akan nyaman dan lancar. Namun, sayangnya belum terdapat jalur angkutan umum yang menuju ke kawasan gunung ini.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk Pada Siang Hari

HTM Siang Hari: Rp.15.000

Harga Tiket Masuk Pada Malam Hari

HTM Malam Hari: Rp.20.000

Harga Tiket Masuk Untuk Wisatawan Asing

Wisatawan Asing: Rp.30.000

Bagi kalian yang ingin mengunjungi Gunung Api Purba Nglanggeran, disarankan untuk membayar tiket masuk. Harga tiket masuk pada siang hari adalah Rp.15.000, sedangkan pada malam hari adalah Rp.20.000. Bagi wisatawan asing, pengelola gunung ini membebankan harga tiket masuk sebesar Rp.30.000. Harga tiket masuk yang terbilang sangat murah ini sangat sebanding dengan keindahan alam yang ada di Gunung Api Purba Nglanggeran.

Gunung Api Purba Nglanggeran: Sebuah Keajaiban Alam di Yogyakarta

Foto By @vidashantiara_

Gunung Api Purba Nglanggeran adalah salah satu gunung yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun disebut sebagai gunung, Gunung Api Purba Nglanggeran sebenarnya lebih menyerupai bukit batu raksasa yang ditumbuhi berbagai flora di sekitarnya. Gunung ini memiliki tinggi mencapai 700 meter dari permukaan laut dan suhu udara rata-rata di kawasan ini berkisar antara 23-27 derajat Celsius.

Dulu, Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan gunung api aktif sekitar 60-70 tahun yang lalu. Namun, seiring berjalannya waktu dan proses alam, gunung ini resmi dinyatakan tidak aktif. Gunung Nglanggeran sendiri berasal dari gunung api yang berada di dasar laut. Melalui proses alam, gunung api ini terangkat dan menjadi daratan sekitar jutaan tahun yang lalu. Puncak dari gunung ini adalah Gunung Gedhe, yang memiliki tinggi sekitar 700 meter dari permukaan laut dan luas kawasan mencapai 48 hektar.

Gunung Api Purba Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Kawasan gunung ini berada di deretan Pegunungan Baturagung. Seiring berjalannya waktu, kawasan gunung ini telah menjadi salah satu obyek wisata unggulan dengan konsep ekowisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Keindahan yang terdapat di tempat ini kini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam maupun mereka yang memiliki hobi mendaki gunung.

BACA JUGA :  10 Referensi Mall di Daerah Karawang Yang Terkenal, Lengkap dan Mewah Buka 24 Jam

Rute Menuju Lokasi

Foto By @arif_rahman_bole

Terdapat tiga jalur yang dapat dilalui untuk menuju ke Gunung Api Purba Nglanggeran. Pertama, jika Anda berasal dari Wonosari, Anda bisa melewati Bunderan Sambipitu. Setelah itu, ambil jalur kanan menuju Dusun Bopung, yang juga merupakan pusat kerajinan topeng. Dari Bopung, Anda bisa menuju Desa Nglanggeran.

Jalur kedua adalah dari Yogyakarta. Setelah Anda sampai di pusat kota Yogyakarta, Anda dapat menuju Bukit Bintang Patuk. Dari Bukit Bintang, lanjutkan perjalanan menuju Radio GCD FM. Setelah sampai di Radio GCD FM, ambil jalur kiri dan teruskan perjalanan sejauh 7 kilometer ke arah Desa Ngoro-ngoro, yang merupakan lokasi beberapa stasiun transmisi. Terakhir, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Nglanggeran hingga Anda bertemu dengan Pendopo Joglo Kalisongo atau Gunung Nglanggeran.

Jalur ketiga adalah dari arah Utara melalui jalur pertigaan Bendogantungan di Klaten. Lanjutkan perjalanan ke arah Selatan melewati RS Jiwa Koloni Soedjarwadi. Lewati pasar dan Kecamatan atau Tugu Wedi, Pesu, Mawen, Teluk, Jogoprayan, Tumpang, Sampang, dan kemudian melalui jalan menanjak menuju arah Baturagung. Jarak tempuh dari Bendogantungan ke lokasi sekitar 20 kilometer.

Akses jalan menuju lokasi Gunung Api Purba Nglanggeran terbilang cukup mulus, karena hampir semua jalan menuju kawasan tersebut sudah teraspal dengan baik. Namun, untuk mengunjungi gunung ini, disarankan menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan seperti mobil atau motor, karena belum terdapat jalur angkutan umum yang menuju ke lokasi gunung.

Sejarah Singkat Gunung Api Purba Nglanggeran

Foto By @desiliciousdesi

Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki banyak cerita sejarah yang terkait dengan keberadaannya. Hampir semua cerita legenda tentang gunung ini diakui oleh masyarakat sekitar. Salah satu cerita yang paling terkenal adalah tentang kemurkaan seorang dalang yang mengutuk warga desa.

Menurut cerita masyarakat sekitar, pada ratusan tahun yang lalu, penduduk desa yang didominasi oleh petani mengundang seorang dalang terkenal untuk mengadakan pesta syukuran hasil panen. Namun, ada beberapa warga desa yang melakukan tindakan ceroboh dengan merusak wayang yang dimainkan oleh dalang tersebut.

Ketika dalang mengetahui bahwa wayang yang dibawanya telah dirusak oleh beberapa warga sekitar, dia sangat marah dan kemudian mengutuk warga desa tersebut menjadi sosok wayang. Mereka kemudian dibuang ke Bukit Nglanggeran. Di sekitar kawasan gunung ini juga terdapat beberapa batuan besar yang biasa digunakan sebagai tempat bersemedi atau bertapa.

Sebagian masyarakat sekitar percaya bahwa Gunung Nglanggeran dijaga oleh Kyai Ongko Wijoyo dan tokoh pewayangan Punokawan, yaitu Semar, Petruk, Gareng, dan Bagong.

Misteri di Gunung Api Purba Nglanggeran

Foto By @ikhaa.ns

Selain sejarahnya yang menarik, Gunung Api Purba Nglanggeran juga menyimpan misteri yang belum banyak diketahui orang. Salah satu misteri yang menarik adalah pemukiman yang hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga di Tlogo Mardidho, Dusun Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, yang berada di atas puncak Gunung Nglanggeran.

Misteri ini bermula dari seringnya terjadi kematian pada warga ke-8 yang mencoba menjadi warga tetap di desa setempat. Begitu pula sebaliknya, jika penduduk di desa tersebut kurang dari tujuh kepala keluarga, maka sisa warga setempat akan diserang berbagai penyakit yang berujung pada kematian.

BACA JUGA :  10 Daftar Pilihan Parktek Dokter Spesialis Gigi Yang Bagus di Daerah Jakarta Pusat

Dari kisah ini, warga setempat percaya dan meyakini bahwa di dusun setempat hanya boleh dihuni oleh tujuh kepala keluarga, tidak boleh lebih maupun kurang. Anggota keluarga yang menikah dan memiliki anggota keluarga baru harus saling mengalah atau pergi dari dusun tersebut. Sebagian dari mereka memilih untuk pindah dari Dusun Nglanggeran dan membangun keluarga kecil di dusun yang berada di bawah lereng Gunung Api Purba Nglanggeran.

Pesona Keindahan Gunung Api Purba Nglanggeran

Foto By @litaadiina

Gunung Api Purba Nglanggeran tidak hanya menawarkan cerita sejarah dan misteri yang menarik, tetapi juga pesona alam yang sangat indah. Keindahan kawasan ini bahkan pernah dijadikan sebagai salah satu lokasi pembuatan film dokumenter berjudul “Jendral Soedirman” yang dibintangi oleh aktor ternama Indonesia, yaitu Adipati Dolken.

Saat pertama kali memasuki pintu masuk kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, mata kita akan langsung disuguhkan dengan bangunan Pendopo Joglo Kalisongo yang megah. Setelah itu, kita dapat berjalan mendaki melalui jalan setapak dan langsung melihat tiga gardu pandang, yaitu gardu pandang rendah, gardu pandang menengah, dan gardu pandang puncak yang berada di puncak gunung.

Gunung ini terdiri dari fragment material vulkanik yang sudah tua dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pada tanggal 19 September 2015, UNESCO menetapkan Desa Nglanggeran dan Gunung Api Purbanya sebagai Kawasan Global Geopark Network. Pada tahun 2016, Kementerian Pariwisata menunjuk Gunung Api Purba Nglanggeran sebagai salah satu wakil Indonesia untuk mengikuti ajang UNWTO.

Gunung Api Purba Nglanggeran juga menawarkan pemandangan matahari terbit dan terbenam yang indah. Untuk menikmati keindahan ini, disarankan datang pada pukul 05.00-06.30 WIB untuk matahari terbit dan pukul 16.30-18.00 WIB untuk matahari terbenam. Untuk mencapai puncak gunung, diperlukan waktu sekitar 1-1,5 jam dengan medan yang tidak terlalu sulit namun tetap harus berhati-hati. Terdapat beberapa tali dan peralatan keamanan lainnya yang disediakan oleh pengelola untuk memudahkan pendaki melalui medan tersebut.

Selama pendakian, Anda akan melewati lorong-lorong bebatuan yang terbilang sempit. Di salah satu lorong, terdapat sebuah bongkahan batu yang cukup besar tersangkut di atasnya, yang menjadi daya tarik sendiri bagi pendaki. Di ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut, Anda akan menjumpai embung atau bendungan dengan luas sekitar lima ribu meter persegi. Bendungan ini berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan yang nantinya akan digunakan untuk mengairi kebun buah di sekitar kawasan gunung.

Setelah melewati bendungan, Anda akan menemukan area camping yang tidak jauh dari hutan kecil. Area ini sering digunakan oleh para pecinta alam untuk mendirikan tenda dan bermalam sembari menikmati langit malam yang dipenuhi jutaan bintang di Gunung Api Purba Nglanggeran.

Di puncak gunung Nglanggeran, terdapat sebuah mata air yang tidak pernah kering yang disebut Sumber Air Comberan. Menurut cerita warga sekitar, air dari mata air ini dapat membuat siapa saja awet muda jika menggunakannya untuk membasuhkan wajah. Selain itu, di sekitar gunung ini terdapat beberapa gunung lain yang memiliki keunikan masing-masing, seperti Gunung Gedhe, Gunung Blencong, Gunung Kendor, dan Gunung Bongos.

BACA JUGA :  11 Travel Malang Surabaya Terdekat, Harga Murah 80rb

Gunung Gedhe adalah gunung terbesar di antara pegunungan yang terdapat di dalam Gunung Api Purba Nglanggeran. Gunung Blencong memiliki bentuk yang menyerupai alat penerangan jaman dulu yang disebut blencong. Gunung Kendor memiliki bentuk yang lancip dan sering digunakan oleh pecinta alam untuk panjat tebing. Gunung Bongos memiliki warna hitam pekat seperti arang dan memiliki cerita yang menarik tentang sejarahnya.

Di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran juga terdapat Tlogo Wungu, yang hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang memiliki hati yang bersih dan melakukan prihatin atau tirakat. Tlogo Wungu ini merupakan tempat pemandian para bidadari dan konon siapa saja yang pernah melihat Tlogo Wungu akan mendapatkan keberuntungan dan kekayaan.

Di kawasan ini juga terdapat Gunung Kemadang, Gunung Jumog, dan Gunung Tlogo. Gunung Kemadang dianggap sebagai tempat tinggal Kyai Ongko Wijoyo dan Punokawan. Gunung Jumog memiliki bentuk yang menyerupai jinjingan atau keranjang dari bambu dan sering digunakan oleh para pecinta alam untuk beristirahat. Gunung Tlogo merupakan tempat pemandian para bidadari dan terdapat bekas tapak kaki kuda Sembrani yang membekas di sebuah batu.

Fasilitas dan Kegiatan di Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran menyediakan berbagai fasilitas dan kegiatan yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Beberapa fasilitas yang tersedia di kawasan ini antara lain:
1. Jalur Pendakian: Terdapat jalur pendakian yang dapat digunakan oleh para pendaki untuk mencapai puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Jalur pendakian ini telah dilengkapi dengan tali dan peralatan keamanan lainnya untuk memudahkan pendaki melewati medan yang terjal dan berbatu.
2. Camping Ground: Di kawasan ini terdapat area camping yang dapat digunakan oleh para pecinta alam untuk mendirikan tenda dan bermalam sembari menikmati keindahan alam malam Gunung Api Purba Nglanggeran.
3. Home Stay: Terdapat fasilitas home stay di sekitar kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran yang dapat digunakan oleh para pengunjung yang ingin bermalam di sekitar gunung.
4. Fasilitas MCK: Terdapat fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang tersedia di kawasan gunung ini untuk memenuhi kebutuhan dasar pengunjung.
5. Tempat Ibadah: Terdapat tempat ibadah yang dapat digunakan oleh pengunjung yang ingin beribadah di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran.
6. Pusat Kuliner dan Oleh-oleh: Di sekitar kawasan gunung ini terdapat pusat kuliner dan toko oleh-oleh yang menjual makanan khas daerah dan produk-produk souvenir.
7. Balai Pertemuan: Terdapat balai pertemuan yang dapat digunakan untuk mengadakan pertemuan atau acara lainnya di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran.
8. Posko Kesehatan: Terdapat posko kesehatan yang siap melayani pengunjung yang membutuhkan pertolongan medis di kawasan gunung ini.
9. Pusat Informasi: Terdapat pusat informasi yang menyediakan informasi tentang kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, termasuk peta, brosur, dan informasi lainnya.

Dengan adanya fasilitas dan kegiatan yang disediakan, pengunjung dapat menikmati liburan atau petualangan yang menyenangkan di Gunung Api Purba Nglanggeran.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *