PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

10 Rincian Biaya Hidup di Makassar, Salah Satu Kota Terbesar dan Cukup Mahal

Blog

1. Tempat Tinggal

Pilihan Tempat Tinggal di Makassar

Ketika merencanakan untuk merantau atau pindah tugas ke Makassar, salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah tempat tinggal. Terdapat dua pilihan yang bisa dipilih, yaitu membeli atau menyewa properti. Pilihan ini tentu bergantung pada lamanya tinggal di Makassar.

Jika rencananya tinggal dalam jangka waktu yang lama, membeli rumah atau apartemen bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan. Dengan memiliki properti sendiri, kita tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga sewa atau perubahan kebijakan pemilik properti. Selain itu, kita juga dapat mengatur properti sesuai dengan keinginan kita.

Namun, jika tinggal di Makassar hanya untuk sementara waktu, menyewa apartemen, kamar kost, atau kontrakan bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis. Harga sewa bervariasi tergantung pada lokasi, luas hunian, dan fasilitas yang disediakan.

Harga Sewa Tempat Tinggal di Makassar

Untuk mahasiswa atau pekerja yang merantau sendirian dan belum menikah, sewa kamar kost menjadi pilihan yang tepat. Harga sewa kamar kost biasanya berkisar di bawah Rp. 1.000.000 hingga Rp. 1.500.000 per bulan untuk fasilitas kamar mandi luar. Sedangkan untuk kamar kost dengan kamar mandi dalam, harga sewanya bisa mencapai Rp. 1.700.000 hingga lebih dari Rp. 2.000.000 per bulan.

Bagi yang ingin merasakan tinggal di hunian vertikal, menyewa apartemen bisa menjadi pilihan alternatif. Harga sewa apartemen minimal Rp. 4.000.000 per bulan, tergantung pada lokasi, luas hunian, tipe apartemen, dan fasilitas yang disediakan.

BACA JUGA :  Museum Balla Lompoa Makassar, Apa Saja Koleksi Didalamnya

Sedangkan untuk perantau yang sudah menikah dan membawa keluarga, menyewa kontrakan bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Biaya sewa kontrakan juga bervariasi tergantung pada lokasi, luas, dan fasilitas yang diberikan.

2. Tagihan Utilitas

Tagihan Utilitas dalam Biaya Hidup di Makassar

Selain biaya sewa tempat tinggal, tagihan utilitas juga menjadi pengeluaran yang perlu diperhitungkan dalam biaya hidup di Makassar. Ada beberapa jenis hunian yang sudah memasukkan biaya utilitas ke dalam harga sewa bulanan. Jika demikian, maka kita tidak perlu membayar tagihan utilitas secara terpisah.

Namun, jika kita menyewa kontrakan, tagihan utilitas seperti listrik, air, dan gas harus dibayar terpisah setiap bulan. Jumlahnya akan tergantung pada pemakaian masing-masing, sehingga tidak ada angka yang mutlak untuk tagihan utilitas ini.

3. Makan dan Minum

Biaya Makan dan Minum di Makassar

Kebutuhan pokok lain yang tidak kalah penting dalam biaya hidup adalah makan dan minum. Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk makan setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung pada gaya hidup masing-masing.

Harga makanan di Makassar juga bervariasi tergantung pada tempatnya. Rata-rata, satu porsi makanan minimal seharga Rp. 20.000. Jika kita makan dua kali sehari, berarti pengeluaran minimal untuk makanan adalah Rp. 60.000 per hari atau sekitar Rp. 1.800.000 per bulan.

Namun, untuk menghemat pengeluaran, memasak sendiri bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis. Dengan memasak sendiri, kita dapat mengatur menu makanan yang sesuai dengan selera dan anggaran kita.

4. Biaya Transportasi

Pilihan Transportasi di Makassar

Untuk menunjang mobilitas sehari-hari sebagai perantau, kita memerlukan transportasi. Ada dua pilihan transportasi yang dapat dipilih, yaitu transportasi pribadi atau kendaraan umum.

Jika kita memutuskan untuk menggunakan transportasi pribadi, terdapat beberapa pengeluaran tambahan seperti biaya bensin dan parkir yang perlu diperhitungkan. Jumlah pengeluaran ini akan bervariasi tergantung pada pemakaian dan mobilitas kita.

BACA JUGA :  10 Buah Termahal di Dunia, Ada Yang Seharga Mobil!

Namun, bagi perantau yang baru datang, menggunakan transportasi umum seperti angkot, taksi, ojek, dan lain-lain bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis. Tarif angkot biasanya sekitar Rp. 5.000 per kali jalan. Jika kita menggunakan angkot pulang pergi setiap hari, maka pengeluaran minimal untuk transportasi akan mencapai Rp. 200.000 per bulan.

Salah satu cara untuk menghemat biaya transportasi adalah dengan mencari akomodasi di dekat tempat kerja atau kuliah kita. Dengan demikian, kita dapat mengurangi pengeluaran untuk transportasi.

5. Komunikasi

Biaya Komunikasi di Makassar

Agar tetap bisa terhubung dengan keluarga dan teman-teman di kampung halaman, kita perlu membeli kartu telepon atau paket data untuk ponsel. Biaya untuk hal ini juga bervariasi tergantung pada provider dan paket data yang dipilih.

Setidaknya, kita perlu menyisihkan sekitar Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000 per bulan untuk membeli paket data. Namun, biaya ini dapat ditekan dengan memanfaatkan penggunaan wifi di berbagai tempat umum seperti kampus atau pusat perbelanjaan.

Jika kita ingin memiliki wifi pribadi di rumah atau apartemen, kita juga dapat memasang wifi dengan biaya tambahan sekitar Rp. 300.000 per bulan. Biaya ini tergantung pada provider, paket, dan kecepatan yang dipilih.

6. Belanja Bulanan

Biaya Belanja Bulanan di Makassar

Sebagai perantau, kita juga perlu untuk berbelanja kebutuhan bulanan seperti bahan makanan, persediaan camilan, bumbu-bumbu dapur, makanan instan, dan perlengkapan kebersihan.

Budget untuk belanja kebutuhan pokok dapat berbeda-beda tergantung pada kebutuhan kita. Setidaknya, kita perlu menyiapkan sekitar Rp. 300.000 hingga Rp. 500.000 per bulan untuk belanja.

Sistem belanja juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, baik itu belanja bulanan atau mingguan. Untuk menghemat pengeluaran, kita dapat mencari bahan makanan di pasar tradisional yang biasanya memiliki harga lebih murah dibandingkan di supermarket.

7. Biaya Tak Terduga

Pentingnya Menyiapkan Dana Darurat

Sebagai upaya antisipasi terhadap hal-hal yang tidak terduga, kita perlu menyiapkan dana darurat. Dana darurat ini dapat digunakan ketika mengalami kejadian yang tidak terduga seperti sakit, kehilangan, kerusakan, dan lain-lain.

Tidak ada jumlah yang pasti untuk tabungan darurat ini, semuanya tergantung pada kebutuhan dan gaya hidup masing-masing. Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, jumlah tabungan darurat yang harus disiapkan tentu lebih tinggi.

BACA JUGA :  Bingung Mencari Sembako Murah? Rekomendasi Agen Bahan Pokok di Tangerang Ini Bisa Jadi Andalan

Penyisihan dana darurat ini sangat penting untuk menjaga kestabilan keuangan kita dan menghindari ketergantungan pada pinjaman atau hutang ketika menghadapi keadaan darurat.

8. Hiburan dan Rekreasi

Pentingnya Hiburan dan Rekreasi dalam Biaya Hidup

Untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari sebagai perantau, kita juga perlu menghibur diri dengan berbagai kegiatan hiburan dan rekreasi. Di Makassar, terdapat banyak jenis hiburan dan tempat rekreasi yang bisa dinikmati, mulai dari mal hingga tempat wisata alam.

Untuk mengisi waktu luang, kita bisa pergi ke bioskop dengan harga tiket minimal Rp. 35.000 per orang. Selain itu, kita juga bisa mengunjungi berbagai tempat wisata dengan tiket masuk yang relatif murah.

Hiburan dan rekreasi ini penting untuk menjaga keseimbangan hidup dan kesehatan mental kita. Meskipun mengeluarkan biaya tambahan, manfaat yang didapatkan dari hiburan dan rekreasi ini tidak bisa diukur dengan uang.

9. Upah Minimum

Upah Minimum Pekerja di Makassar

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, kita juga perlu memperhatikan upah minimum di Makassar. Upah minimum untuk Kota Makassar tahun 2024 adalah sebesar Rp. 3.191.572. Angka ini sudah mengalami kenaikan sebesar 8,1 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp. 2.941.270.

Namun, upah atau gaji yang akan diterima tergantung pada pekerjaan yang dijalani dan kebijakan masing-masing perusahaan. Untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, kita harus menyesuaikannya dengan pendapatan yang kita terima.

10. Total dan Kesimpulan

Jumlah Total Biaya Hidup di Makassar

Berdasarkan rincian di atas, jumlah minimal uang yang diperlukan untuk biaya hidup di Makassar selama satu bulan adalah sekitar Rp. 2.950.000 per orang. Perlu diingat bahwa angka ini tidak bersifat mutlak dan dapat bervariasi tergantung pada gaya hidup dan kebutuhan masing-masing individu.

Jika kita masih memiliki sisa uang dari gaji atau pendapatan lainnya, disarankan untuk menyisihkannya sebagai tabungan darurat. Tabungan darurat ini dapat menjadi perlindungan finansial ketika menghadapi keadaan darurat atau kejadian yang tidak terduga.

Dalam merencanakan biaya hidup di Makassar, penting untuk mempertimbangkan semua aspek yang telah dijelaskan di atas. Dengan melakukan perencanaan yang matang, kita dapat mengelola keuangan dengan lebih baik dan menjaga kestabilan finansial kita.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *