Jalan Menuju Ke Sumber Sirah Gondanglegi Malang Jika Kamu Dari Kediri Atau Tulungagung
Banyak Pilihan
Ketika berkunjung ke Kota Malang, terdapat banyak pilihan tempat pariwisata yang bisa dikunjungi. Mulai dari tempat wisata modern seperti Museum Angkot, Fun World, dan Museum Zoology Frater Vinney, hingga tempat wisata alam seperti gunung, pantai, dan sumber air yang masih alami. Salah satu lokasi yang wajib dikunjungi ketika berwisata ke Kabupaten Malang adalah mata air Sumber Sirah yang terletak di Kecamatan Gondanglegi.
Sumber Sirah merupakan kolam sumber mata air yang jernih dengan pemandangan indah. Selain seru untuk berendam dan bermain air, tempat ini juga cocok untuk olahraga snorkeling. Di dasar kolam, terdapat ganggang hijau yang membuatnya terlihat indah. Banyak wisatawan yang datang ke Sumber Sirah untuk menikmati pemandangan sekaligus bermain di sumber mata air. Mereka juga sering mengambil foto dan membuat video untuk konten di media sosial. Keindahan alam Sumber Sirah memang sangat menarik dan tak bisa ditemukan di kota besar.
Selain itu, berlibur ke Sumber Sirah juga termasuk wisata alam yang murah. Tiket masuk hanya Rp 1,000 per orang dan hampir semua aktivitas di sana gratis. Hanya jika ingin menyewa ban atau perlengkapan snorkeling, pengunjung perlu membayar biaya tambahan yang sangat terjangkau. Oleh karena itu, Sumber Sirah menjadi destinasi wisata yang populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sejarah Singkat
Sumber Sirah memiliki sejarah yang panjang dan masih menjadi misteri. Air di sumber mata air ini digunakan tidak hanya sebagai lokasi wisata, tetapi juga untuk pengairan sawah di sekitarnya. Hal ini membuat pengaliran air sebagai pengairan sawah ini menjadi salah satu objek wisata yang menarik, dengan adanya olahraga River Tubbing. Wisatawan bisa menyewa ban atau tube untuk menaiki sungai sepanjang pengairan dari waduk Sumber Sirah. Ada batas-batas yang dibuat dengan bambu untuk membatasi area yang tidak boleh dikunjungi oleh wisatawan.
Tidak banyak yang tahu tentang sejarah dan cerita di balik keberadaan mata air Sumber Sirah ini. Hanya diketahui bahwa nama “Sumber Sirah” diambil dari kata “sumber” yang berarti mata air dalam bahasa Jawa dan “sirah” yang berarti sumber mata air dalam bahasa Sunda. Pemandangan mata air Sumber Sirah sering disamakan dengan mata air yang ada di Subang, yaitu Sumber mata air Cimincul. Cerita sejarah Sumber Sirah masih menjadi rahasia yang menambah keindahan dan daya tarik tempat ini.
Kegiatan Wisata
Mata air Sumber Sirah adalah salah satu wisata mata air yang terletak di kota Malang bagian Selatan. Lokasinya dikelilingi oleh hutan yang masih perawan, perkebunan tebu, perkebunan kelapa, sawah, dan perbukitan. Pemandangan yang asri ini didukung oleh mata air yang membentuk kolam berwarna hijau dengan sungai kecil yang menjadi pengairan untuk sawah di sekitarnya.
Di kolam mata air, terdapat batu-batu yang membentuk kedalaman kolam antara 8 hingga 15 meter. Di dasar kolam, terdapat tanaman ganggang laut air tawar yang memberikan keindahan tersendiri. Warna hijau di kolam ini berasal dari pantulan cahaya matahari dan pertumbuhan ganggang di dasar kolam. Aktivitas yang bisa dilakukan di Sumber Sirah antara lain berenang, berendam, dan snorkeling. Terdapat rumah-rumah penduduk yang menyewakan perlengkapan snorkeling sederhana untuk menikmati pemandangan dasar Sumber Sirah atau untuk berfoto sebagai kenang-kenangan.
Selain itu, pengunjung juga bisa menyewa tube atau ban untuk mengikuti aliran sungai dalam kegiatan River Tubbing. River Tubbing adalah salah satu wisata unggulan di Sumber Sirah. Wisatawan antre untuk menaiki ban dan menikmati pemandangan indah sepanjang sungai. Biaya untuk menyewa tube atau ban sangat terjangkau, hanya Rp 5,000 untuk pemakaian 1 jam. Panjang lintasan sungai yang bisa digunakan untuk River Tubbing sekitar 100 meter. Meskipun tidak terlalu panjang, tetapi pengalaman duduk atau tiduran di atas tube sambil diayun-ayun oleh air sungai sangat menyenangkan.
Selain berenang, berendam, snorkeling, dan River Tubbing, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam sekitar mata air Sumber Sirah. Airnya yang jernih dan tanaman ganggang yang tumbuh di dasar kolam menjadikan tempat ini cocok untuk pengambilan foto di dalam air. Keindahan alam yang ditawarkan oleh Sumber Sirah membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini.
Menuju Lokasi
Untuk menuju ke Sumber Sirah, terdapat beberapa rute yang dapat dipilih. Rute pertama adalah melalui Kota Malang dan kecamatan Bululawang. Dari Kota Malang, pengunjung dapat mengikuti rute ke Bululawang melalui jalur utama Pasar Gadang dan Bululawang atau melalui Gor Ken Arok – Bululawang. Setelah melewati beberapa pertigaan dan PT. Du Pont Pioneer, pengunjung akan sampai di Jalan Sunan Ampel yang merupakan penunjuk jalan menuju Sumber Sirah. Perjalanan dilanjutkan sekitar 2 km hingga sampai di area parkir mobil Sumber Sirah. Setelah itu, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 10 menit melewati jalan berlumpur hingga sampai di mata air Sumber Sirah.
Rute kedua adalah melalui Kepanjen. Dari Kepanjen, pengunjung dapat mengikuti rute ke arah Kendalpayak, Pakisaji melalui jalan Raya Penarukan – jalan Diponegoro – jalan Raya Sukoraharjo hingga ke arah utara. Setelah melewati pertigaan dekat SMPN 3 Kepanjen, pengunjung harus belok kanan dan melanjutkan perjalanan melewati jembatan sungai Brantas. Kemudian, pengunjung akan masuk ke daerah persawahan di Desa Sumberjaya. Perjalanan dilanjutkan hingga menemukan jalan Sunan Kalijogo yang merupakan penunjuk menuju Sumber Sirah. Perjalanan ini agak berliku-liku dan melalui jalan desa yang sempit.
Rute ketiga adalah melalui Pasar Gondanglegi. Dari Pasar Gondanglegi, pengunjung dapat mengikuti jalan kecamatan Bululawang. Perjalanan dilanjutkan hingga mencapai pertigaan Pasar Gondanglegi. Di pertigaan ini, pengunjung harus belok ke arah utara dan masuk ke akses jalan Bululawang. Perjalanan dilanjutkan hingga sekitar 5,75 km dan mengikuti petunjuk jalan ke arah Pabrik Krebet Bululawang. Setelah melewati pabrik dan jembatan sungai Brantas, pengunjung akan masuk ke daerah persawahan di Desa Sumberjaya. Perjalanan dilanjutkan hingga menemukan jalan Sunan Kalijogo yang merupakan penunjuk menuju Sumber Sirah.
Meskipun perjalanan menuju Sumber Sirah membutuhkan usaha yang tidak sedikit, tetapi pemandangan alam yang disajikan di sana membuat perjalanan tersebut sepadan. Ada banyak petunjuk jalan yang dapat diikuti, baik dari peta maupun aplikasi peta seperti Google Maps. Setelah sampai di Desa Sumberjaya, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 10 menit melewati jalan berlumpur hingga sampai di mata air Sumber Sirah. Perjalanan ini mungkin agak sulit saat musim hujan karena jalanan akan licin. Oleh karena itu, perhatikan alas kaki yang digunakan agar tidak terpeleset.
Fasilitas Wisata
Sumber Sirah menyediakan beberapa fasilitas bagi pengunjung. Meskipun tidak banyak, fasilitas tersebut sudah cukup untuk mendukung kegiatan wisata di lokasi ini. Terdapat kamar mandi umum dan toilet yang dapat digunakan dengan membayar biaya sekitar Rp 1,000 hingga Rp 3,000. Selain itu, terdapat juga kios-kios yang menyewakan perlengkapan snorkeling, pakaian renang, case waterproof kamera, kacamata renang, dan perlengkapan lainnya. Kios-kios ini juga menjual snack dan makanan rumahan untuk mengganjal perut setelah bermain air.
Meskipun fasilitas di Sumber Sirah tidak sebanyak tempat wisata lainnya, keindahan alam yang ditawarkan di tempat ini sudah cukup untuk membuat pengunjung betah berlama-lama. Selain itu, tiket masuk dan biaya kebersihan yang terjangkau membuat Sumber Sirah menjadi destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan dengan budget terbatas.
Dengan keindahan alamnya yang masih alami dan fasilitas yang sudah disediakan, tidak heran jika Sumber Sirah menjadi salah satu tempat wisata yang populer di Kota Malang. Tempat ini menawarkan berbagai kegiatan menarik seperti berenang, berendam, snorkeling, dan River Tubbing. Selain itu, pemandangan alam yang indah juga membuat tempat ini cocok untuk mengambil foto dan membuat konten di media sosial. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi mata air Sumber Sirah saat berwisata ke Kota Malang.