Sedekah Laut Cilacap, Simbol Ucapan Syukur di Pesisir Selatan Jawa. Ini 10 Potretnya
Alamat: Cilacap, Jawa Tengah
Peta Online/Google Maps: Klik DiSini
Jadwal Waktu Pelaksanaan: Jumat Kliwon, Bulan Suro/Muharam
Harga Tiket Masuk (HTM): –
Sedekah laut adalah suatu kegiatan yang telah menjadi bagian dari sejarah budaya dan bahasa bangsa Indonesia. Tradisi ini dilakukan secara rutin oleh masyarakat yang tinggal di pesisir laut atau pantai. Pelaksanaan sedekah laut kini dilakukan dengan berbagai cara, dan bahkan pemerintah mulai membuka peluang bagi wisatawan untuk menyaksikan acara ini.
Kabupaten Cilacap, yang terletak di Jawa Tengah, merupakan salah satu daerah yang secara rutin mengadakan prosesi sedekah laut. Acara ini biasanya dilaksanakan setiap Jumat Kliwon bulan Sura atau Muharam. Tradisi ini pertama kali dilakukan pada masa pemerintahan Bupati Cilacap yang ketiga, yaitu R. Tumenggung Tjakrawerdaya.
Menurut cerita sejarah, Bupati Cilacap saat itu memerintahkan Ki Arsa Menawi, seorang sesepuh nelayan Pandanarang, untuk melarung sesajen ke laut. Prosesi ini kemudian dikenal sebagai salah satu potensi wisata budaya Cilacap sejak tahun 1983.
Prosesi sedekah laut diawali dengan pertunjukan tari yang menggambarkan perintah larung sesaji. Pertunjukan ini dilakukan di Pendopo Wijaya Kusuma Sakti. Selama pertunjukan, masyarakat dapat memahami sejarah dari tradisi sedekah laut.
Sesaji yang dilarung biasanya terdiri dari kepala kerbau, tumpeng golong, dan jajanan pasar. Jumlah sesaji yang dilarung harus sembilan buah, dengan delapan buah berasal dari rukun nelayan dan satu buah dari pemerintah Cilacap.
Setelah sesaji diarak menuju Pantai Teluk Penyu, sesaji tersebut dilarung ke Pantai Pulau Majeti yang terletak di sebelah selatan Nusakambangan. Arak-arakan ini dilakukan oleh pejabat dan warga setempat. Selama arak-arakan, juga ditampilkan berbagai kesenian tradisional seperti barongsai, wayang kulit, panjat pinang, kuda lumping, dan lengger.
Para peserta arak-arakan biasanya menggunakan kuda atau kereta kencara, dan mengenakan pakaian khas nelayan. Setelah sesaji dilarung, para nelayan biasanya mengambil air laut tempat sesaji dilarung untuk membersihkan diri atau kapal mereka.
Bagi masyarakat setempat, prosesi sedekah laut ini memiliki nilai mistis dan magis yang tinggi. Mereka melihatnya sebagai ungkapan syukur atas rejeki yang mereka terima. Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan tradisi ini sebagai promosi pariwisata budaya.
Bagi wisatawan yang tertarik untuk menyaksikan prosesi sedekah laut secara langsung, dapat datang ke kawasan Cilacap saat bulan Suro tiba. Namun perlu diingat bahwa acara ini berlangsung cukup lama, bukan hanya beberapa jam. Oleh karena itu, wisatawan yang berasal dari luar wilayah Cilacap disarankan untuk mempersiapkan diri dengan menginap di sekitar kawasan Teluk Penyu.
Di kawasan Teluk Penyu, tersedia berbagai penginapan dan hotel yang dapat mengakomodasi kebutuhan wisatawan. Selain itu, wisatawan juga dapat mencicipi beragam kuliner laut khas dari kawasan tersebut.
Untuk masuk ke kawasan Teluk Penyu, tidak dikenakan biaya tiket masuk. Namun, jika wisatawan ingin mengunjungi Benteng Pendem di sekitar Teluk Penyu, mereka harus membayar biaya retribusi yang telah ditetapkan. Benteng Pendem dan Teluk Penyu merupakan salah satu lokasi wisata yang ditargetkan untuk mendatangkan pengunjung.
Sebagai wisatawan, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan daerah wisata. Oleh karena itu, penting untuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak merusak lingkungan sekitar. Selain itu, kita juga dapat mengambil foto dan video selama prosesi sedekah laut untuk mengabadikan momen tersebut.
Dalam kesimpulan, sedekah laut adalah tradisi budaya yang telah lama dilakukan oleh masyarakat pesisir laut. Acara ini dilakukan secara rutin di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, setiap Jumat Kliwon bulan Sura atau Muharam. Prosesi sedekah laut diawali dengan pertunjukan tari yang menggambarkan perintah larung sesaji. Sesaji yang dilarung terdiri dari kepala kerbau, tumpeng golong, dan jajanan pasar. Setelah dilarung, para nelayan mengambil air laut untuk membersihkan diri atau kapal mereka. Acara ini memiliki nilai mistis dan magis yang tinggi bagi masyarakat setempat, dan juga digunakan sebagai promosi pariwisata budaya oleh pemerintah. Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan prosesi sedekah laut, dapat datang ke kawasan Teluk Penyu saat bulan Suro tiba.