Rumah Si Pitung Marunda Jakarta Utara
Rumah Si Pitung
Rumah Si Pitung merupakan museum yang didirikan untuk melestarikan budaya dan mengenang jasa Si Pitung, seorang legenda di Indonesia, khususnya di Jakarta. Si Pitung merupakan seorang bandit pada abad ke-19 di Batavia, Hindia Belanda. Nama Si Pitung telah menjadi legenda di Indonesia, terutama di Jakarta. Kisahnya yang terkenal difilmkan dan dimainkan oleh Dicky Zulkarnaen.
Rumah Si Pitung awalnya bernama Rumah Tinggi Marunda, kemudian diubah menjadi Langgar Tinggi, dan terakhir dinamakan Museum Kebaharian Rumah Si Pitung. Namun, orang-orang lebih mengenalnya dengan nama Rumah Si Pitung. Rumah ini bukan milik Si Pitung, melainkan milik seorang pedagang kaya bernama H. Syaifuddin yang dirampok oleh Si Pitung pada tahun 1883. Oleh karena itu, rumah ini terlihat megah, mirip dengan cerita “Robin Hood”, di mana Si Pitung dan kawan-kawannya lebih memilih merampok orang kaya dan menggunakan hasil rampokannya untuk membantu rakyat miskin.
Rumah Si Pitung memiliki arsitektur Bugis dengan bentuk rumah panggung, sesuai dengan kondisi wilayah pesisir Jakarta yang sering dilanda banjir akibat air laut pasang. Rumah ini terletak hanya sekitar 50 meter dari bibir pantai, sehingga dibangun dalam bentuk rumah panggung. Pada tahun 1972, Rumah Si Pitung dibeli oleh Pemda DKI dengan tujuan untuk menjadikannya sebagai Cagar Budaya.
Interior di dalam Rumah Si Pitung adalah replika, karena mebel dan perabotan aslinya sudah hancur dan lapuk dimakan usia. Barang-barang peninggalan yang ada di rumah ini sudah ada sejak masa Penjajahan Belanda. Meskipun begitu, rumah ini tetap menarik untuk dikunjungi dan difoto, karena Anda bisa mendapatkan hasil foto yang klasik dan penuh nilai historis. Selain itu, Rumah Si Pitung juga sangat instagramable. Disarankan untuk mengunjungi rumah ini bersama teman atau pasangan agar tidak terbatas dalam berekspresi saat berfoto.
Rute Menuju Lokasi
Rumah Si Pitung terletak di Jl. Kampung Marunda Pulo, RT.02 / RW.07, Marunda, Cilincing, Kota Jakarta Utara. Jika Anda menggunakan mobil, Anda dapat melewati jalan Lingkar Luar Jakarta menuju arah Cilincing, kemudian keluar di ujung jalan tol dan ke arah Jalan Raya Cakung – Cilincing. Setelah itu, belok kanan ke Jalan Akses Marunda, lalu melewati jembatan dan belok kiri pada simpangan pertama. Untuk memudahkan perjalanan, Anda dapat menggunakan Google Maps dari tujuan Anda ke Museum Kebaharian Jakarta Rumah Si Pitung yang berada di Marunda, Jakarta Utara. Museum ini terletak dekat dengan STIP Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran dan dekat dengan rawa-rawa yang mengarah ke laut, sehingga tidak perlu bingung mencari lokasinya.
Harga Tiket Masuk
Harga tiket masuk ke Rumah Si Pitung sangat terjangkau. Untuk perorangan, tiket masuknya hanya seharga Rp. 5.000 untuk orang dewasa dan Rp. 1.500 untuk pelajar. Harga tiket yang murah ini sangat menarik, terutama untuk masuk ke museum di Jakarta. Jika Anda datang dalam rombongan, harga tiket masuk bisa lebih murah, terutama untuk pelajar dan mahasiswa. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi nomor telepon yang tertera di atas.
Wisata Sekitar Marunda
Jika Anda hanya singgah sebentar di Rumah Si Pitung dan ingin berwisata sejarah sekitar Marunda, ada beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi. Salah satunya adalah Masjid Al-Irsyad, masjid tertua di Jakarta yang sudah berusia 400 tahun. Masjid ini menjadi cagar budaya dan tempat ziarah bagi umat Islam. Ada rumor bahwa masjid ini adalah masjid pertama yang berdiri di Jakarta dan didirikan sejak abad ke-16.
Selain itu, ada juga makam Kapitan Jonker, seorang penguasa daerah Marunda yang dimakamkan di Pelabuhan Alfa Pejongkeran. Beliau merupakan salah satu penyebar Agama Islam di daerah Marunda. Makamnya terletak di Pantai Marunda dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal, terutama yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Sejarah Si Pitung
Si Pitung lahir pada tahun 1866 di Tangerang. Ayahnya berasal dari Kampung Cikoneng, sedangkan ibunya berasal dari Rawa Belong. Ayah Si Pitung menikah lagi saat Si Pitung berusia 8 tahun, tetapi ibunya tidak mau dimadu. Oleh karena itu, orangtuanya berpisah, dengan ayahnya tetap tinggal di Tangerang dan ibunya tinggal sendiri di Rawa Belong.
Ketika masih kecil, Si Pitung sering menggembalakan kambing. Namun, pada usia 14 tahun, dia mengalami nasib sial setelah menjual kambing di Pasar Kebayoran dan dirampok saat perjalanan pulang. Kejadian ini membuat Si Pitung ketakutan dan tidak berani pulang, sehingga dia memilih untuk mengembara.
Selama masa pengembaraannya, Si Pitung bertemu dengan Na’ipin, seorang ahli silat. Dia berguru kepada Na’ipin selama 6 tahun dan terlibat dalam perjuangan melawan penjajah Belanda. Bersama dengan sepupunya, Ji’ih, Si Pitung melakukan aksi perampokan terhadap pedagang-pedagang kaya. Hasil rampokannya digunakan untuk membantu rakyat miskin dan membiayai perjuangan melawan penjajah.
Si Pitung terus berjuang sendiri melawan penjajah Belanda setelah Ji’ih ditangkap, dipenjara, dan dihukum mati. Karena Si Pitung sering mengembara, Rumah Si Pitung di Marunda menjadi salah satu tempat persembunyiannya. Di dalam rumah ini, terdapat misteri mengenai hasil harta rampokan Si Pitung yang bisa ditemukan di dinding rumah. Ada secarik informasi mengenai harta rampokan tersebut.
Tempat Deklarasi
Selain memiliki sejarah masa lalu yang hebat, Rumah Si Pitung juga pernah menjadi tempat deklarasi calon presiden, Bapak Joko Widodo, yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Alasan beliau memilih Rumah Si Pitung sebagai tempat deklarasi adalah karena rumah ini merupakan simbol perlawanan. Pilihan Jokowi untuk mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di tempat yang memiliki sejarah perlawanan seperti Rumah Si Pitung sangatlah bermakna.
Jadi Nama Resort
Pengaruh nama Si Pitung tidak hanya terbatas di Jakarta, namun juga sampai ke Lombok. Di Gili Air, Lombok, terdapat sebuah penginapan yang diberi nama Si Pitung Village. Penginapan ini beralamat di Jalan Si Pitung, Gili Indah, Lombok Utara Regency, Nusa Tenggara Barat. Si Pitung Village mendapatkan respon positif dari para pengunjung, dengan 44% memberikan penilaian sempurna dan 33% memberikan penilaian sangat baik.
Rumah Si Pitung merupakan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Dengan nilai sejarah dan budaya yang tinggi, rumah ini menjadi tempat yang penting untuk melestarikan warisan budaya Indonesia. Dengan harga tiket masuk yang terjangkau, siapa pun dapat mengunjungi dan menikmati keindahan Rumah Si Pitung. Jadi, jika Anda memiliki waktu luang, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi museum ini dan mempelajari lebih lanjut tentang kisah Si Pitung, sang legenda dari Betawi.