PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Pantai Jonggring Saloka

Blog

Heading 2: Pantai Jonggring Saloka, Surga Tersembunyi di Malang Selatan

Pantai Jonggring Saloka merupakan salah satu pantai yang terletak di Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pantai ini memiliki keindahan alam yang masih alami dan belum banyak dikunjungi oleh wisatawan. Meskipun terbilang terpencil dan sulit dijangkau, namun pesona keindahannya mampu memikat hati setiap pengunjung yang berani menyusuri medan sulit menuju pantai ini.

Pantai Jonggring Saloka tidak memungut retribusi tiket masuk alias gratis. Pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk menikmati keindahan pantai ini. Namun, karena kawasan pantai ini sepi dan tidak ada pedagang atau aktifitas jual beli, pengunjung disarankan untuk menyiapkan bekal makanan dan obat-obatan sebelum berkunjung. Di sekitar pantai hanya terdapat 1-2 rumah, sedangkan perkampungan penduduk terletak sekitar 3 km dari pantai.

Keberadaan Pantai Jonggring Saloka tidak terlepas dari legenda dan mitos yang mengelilinginya. Bagi para penggemar wayang, nama Jonggring Saloka atau Saloka tentu sudah tidak asing lagi. Nama tersebut merupakan nama salah satu tempat di kahyangan yang menjadi tempat tinggal Batara Narada. Selain itu, pantai ini juga memiliki fenomena alam yang unik yaitu Watu Ngebros. Dinamakan batu Ngebros karena dari sela-sela batu karang yang besar, terdapat semburan air yang dimuntahkan ke udara setinggi 10 meter lebih sambil mengeluarkan suara yang cukup keras dan bergemuruh. Fenomena alam ini hanya terjadi di Pantai Jonggring Saloka dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Meskipun Pantai Jonggring Saloka memiliki potensi yang besar sebagai ikon pariwisata di Kabupaten Malang, namun pantai ini masih terbengkalai dan jarang dikunjungi oleh wisatawan. Kondisi ini cukup ironis mengingat Pemerintah Daerah Kabupaten Malang sangat peduli terhadap dunia pariwisata dan pantai ini memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Loket penjualan tiket dan pintu gerbang menuju ke lokasi wisata sudah terbengkalai, begitu juga dengan beberapa bangunan seperti toilet dan rumah singgah yang sudah tinggal puing-puing. Upacara Labuhan yang merupakan tradisi tahunan juga tidak lagi digelar di pantai ini, sehingga banyak pertanyaan yang muncul mengenai mengapa pantai ini dibiarkan terbengkalai.

BACA JUGA :  Tempat Kursus Komputer Favorit di Bandar Lampung Agar Mudah Mendapat Kerja Yang Kamu Inginkan

Heading 3: Keindahan alam dan petualangan di Pantai Jonggring Saloka

Pantai Jonggring Saloka menawarkan keindahan alam yang masih alami dan jarang dikunjungi manusia. Pantai ini memiliki suasana yang sunyi dengan suara deburan ombak dan desiran angin yang terdengar. Pepohonan yang berbaris rapi di sekitar pantai serta pohon-pohon kelapa yang melambai-lambai menambah keindahan pantai ini. Selain itu, pantai ini juga menawarkan pemandangan indah seperti hamparan pasir berwarna coklat, karang-karang yang berdiri anggun, dan air laut yang jernih.

Pantai Jonggring Saloka juga menjadi surga bagi para penggemar wisata adventures. Lokasi pantai yang terpencil dengan medan yang ekstrim membuat pengunjung dapat memacu adrenalin dan menikmati keindahan alam yang masih perawan. Meskipun sulit dijangkau, pantai ini menawarkan keindahan alam yang belum banyak terjamah oleh manusia. Pengunjung dapat melakukan trekking dengan mendaki bukit karang yang hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Dari atas bukit, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan alam yang spektakuler.

Selain itu, Pantai Jonggring Saloka juga memiliki fenomena alam yang unik yaitu Watu Ngebros. Semburan air dengan suara “ngebros” yang berasal dari pertemuan dua arus gelombang yang berasal dari sisi Utara dan Selatan menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Fenomena ini hanya terjadi di pantai ini dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Di Pantai Jonggring Saloka juga terdapat hamparan pasir berwarna hitam yang menjadi spot menarik untuk dijadikan latar belakang foto. Pengunjung juga dapat menikmati sungai kecil yang mengalir menuju pantai.

Namun, perjalanan menuju Pantai Jonggring Saloka tidaklah mudah. Meskipun jaraknya hanya sekitar 63 km dari pusat kota Malang, namun medan yang sulit dan jalan yang sepi membuat perjalanan menjadi lebih menantang. Pengunjung disarankan untuk menggunakan denah dan mengaktifkan google map agar tidak tersesat. Start perjalanan sebaiknya dilakukan dari kota Malang dan mengikuti jalan menuju Kepanjen, Pagak, dan Pantai Ngliyep. Kemudian, ikuti petunjuk jalan menuju Donomulyo dan Mentaraman yang merupakan satu-satunya akses menuju Pantai Jonggring Saloka.

BACA JUGA :  Giri Palma Villa Malang, Guest House Dengan Fasilitas Akomodasi Bintang 4 Mulai Rp294.545 Per Malam

Di Desa Mentaraman, pengunjung disarankan untuk berhenti sejenak dan memastikan bekal yang dibawa sudah cukup. Karena setelah itu, pengunjung akan melewati jalan sepi yang diapit oleh hutan belantara selama 11 km. Perkampungan berikutnya baru akan ditemui sekitar 3 km dari kawasan pantai. Meskipun sulit dijangkau, Pantai Jonggring Saloka menawarkan keindahan alam yang belum terjamah oleh manusia. Pantai ini cocok untuk para penggemar petualangan dan ingin menikmati keindahan alam yang masih alami.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *