Panduan Tips Pergi Ke Sudirman Central Business District

Rate this post

Sudirman Central Business District atau biasa disingkat SCBD merupakan kawasan bisnis dan keuangan terpadu paling megah di Jakarta. Kawasan elit ini memiliki gedung perkantoran premium, hotel, apartemen dan mal dengan sistem keamanan yang cukup ketat. Di SCBD juga ada banyak restoran, kafe dan klub malam ternama.

Beberapa gedung ternama yang ada di SCBD di antaranya: Indonesia Stock Exchange Building (dulu dikenal dengan nama bursa efek Jakarta), Pacific Place Mal, AG (Artha Graha) Building, Equity Tower dan Electronic City. Rencananya akan dibangun gedung 111 lantai setinggi 638 meter di SCBD. Jika rencana itu terwujud, maka Indonesia akan memiliki gedung tertinggi kelima di dunia.

Secara lokasi, SCBD sangat strategis karena dekat dengan perlintasan Semanggi dan sejumlah jalan protokol seperti Jl. Jenderal Sudirman serta Jl. Gatot Subroto. Inilah yang menjadikan Sudirman Central Business District layak disebut sebagai kawasan emas di Jakarta. Kisaran harga tanah di SCBD adalah Rp 260 juta hingga Rp 300 juta per meter persegi. Menjadikan SCBD sebagai daerah dengan harga tanah termahal di Indonesia.

Wilayah Utama SCBD

Jika ingin melihat kesibukan Jakarta, berkunjunglah ke SCBD via @jayadi
Jika ingin melihat kesibukan Jakarta, berkunjunglah ke SCBD via @jayadi

SCBD masuk ke dalam wilayah administrasi kelurahan Senayan, kecamatan Kebayoran Baru, kotamadya Jakarta Selatan dengan kode pos 12190. Luas lahan Sudirman Central Business District mencapai 45 hektar dan dibagi ke dalam 25 lot. 13 hektar diperuntukkan bagi jalan dan taman / ruang terbuka.

Di sebelah utara, SCBD berbatasan dengan Jl. Jenderal Sudirman dan komplek Gelora Bung Karno – Senayan. Di sebelah timur, SCBD berbatasan dengan Jl. Gatot Subroto dan komplek Polda Metro Jaya. Di sebelah selatan, SCBD berbatasan dengan Jl. Senopati. Sementara di sebelah barat, SCBD berbatasan dengan Jl. Senopati serta Jl. Jenderal Sudirman.

Sejarah SCBD

SCBD dibangun, dikembangkan dan dikelola oleh PT Danayasa Arthatama Tbk – anak usaha PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD). Keduanya merupakan bagian dari Artha Graha Network (AG Network), grup usaha milik konglomerat Tomy Winata.

Dulunya, SCBD adalah daerah pemukiman kumuh. Lalu pada tahun 1987, PT Danayasa Arthatama Tbk dibentuk. Pembangunan SCBD dimulai tahun 1992 dan selesai pada tahun 1995. Philip Cox – arsitek dari Australia dan CIME International ditunjuk untuk mengubah lahan ini menjadi superblok modern.

Saat itu belum ada proyek pengembangan properti terintegrasi dan sebesar SCBD. Konon Tomy Winata mengucurkan dana Rp 7,5 triliun untuk membangun SCBD. Nilai yang fantastis untuk ukuran tahun 90an. Tomy memang bercita-cita menjadikan SCBD sebagai Manhattan-nya Indonesia.

Kawasan SCBD adalah salah satu kawasan tersibuk di Jakarta
Kawasan SCBD adalah salah satu kawasan tersibuk di Jakarta

Gedung pertama yang dibangun di SCBD adalah Artha Graha Building (1992 – 1993). Proyek konstruksi berikutnya adalah komplek gedung Indonesia Stock Exchange atau yang dulu bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ). Pembangunan BEJ Tower 1 dan Tower 2 berlangsung selama tahun 1995 – 1998.

Tahun 2007 – 2011, One Pacific Place dan Equity Tower dibangun. One Pacific Place adalah sebuah mal mewah yang terintegrasi dengan hotel Ritz-Carlton, apartemen dan perkantoran. Sementara itu Equity Tower adalah gedung perkantoran canggih setinggi 50 lantai yang menempati lot 9.

Cara Pergi ke SCBD Jakarta

Ada beberapa cara untuk pergi ke SCBD Jakarta mulai dari naik pesawat, hinggga kereta api.

Kawasan SCBD selalu sibuk tak pernah mati via @idguna
Kawasan SCBD selalu sibuk tak pernah mati via @idguna

Pergi Ke SCBD Jakarta Dengan Pesawat

Jika Anda menuju Jakarta menggunakan pesawat terbang, maka Anda akan tiba di bandara internasional Soekarno – Hatta atau di bandara Halim Perdanakusuma. Tergantung maskapai yang Anda gunakan.

Jika Anda mendarat di bandara internasional Soekarno – Hatta, Banten, berikut ini beberapa cara untuk melanjutkan perjalanan ke SCBD:

  • Naik bus DAMRI jurusan terminal Blok M. Informasikan kepada supir atau kenek bus bahwa Anda ingin turun di SCBD. Harga tiketnya Rp 40.000. Bus akan lewat sekitar 30 menit sekali
  • Naik taksi resmi bandara (Silverbird, Blue Bird, Express, Gamya, Taxiku, Primajasa, dsb.). Anda akan dikenakan biaya tambahan (surcharge) sesuai zona tujuan. Semakin jauh tujuan Anda, maka surcharge-nya semakin murah. SCBD berada di zona II dengan besaran surcharge Rp 9.000. Biaya taksi dari bandara Soekarno – Hatta ke SCBD bisa mencapai Rp 100.000 – Rp 150.000, tergantung kondisi kepadatan lalu lintas dan belum termasuk biaya tol. Jarak dari bandara Soekarno – Hatta ke SCBD kurang lebih 30 km.
  • Naik Uber / GrabCar / GO-CAR. Ketiga layanan transportasi berbasis aplikasi ini merupakan alternatif terfavorit saat ini. Tarifnya kompetitif dan menerima pembayaran dengan uang tunai maupun elektronik (kartu kredit, saldo top up, dsb). Namun Anda perlu hati-hati karena hingga saat ini status legal transportasi ini di Indonesia masih abu-abu dan masih ada sejumlah penolakan terhadap Uber / GrabCar / GO-CAR dari pengemudi taksi konvensional.

Pergi Ke SCBD Jakarta Dengan Kereta Api

Jika Anda menggunakan kereta api dari berbagai daerah di pulau Jawa, Anda akan tiba di Stasiun Gambir. Anda dapat melanjutkan perjalanan menggunakan ojek, taksi atau transportasi berbasis aplikasi jika ingin langsung tiba di SCBD.

Selain itu Anda bisa menggunakan TransJakarta ke SCBD. Caranya, naik bus TransJakarta dari halte Gambir (koridor 2 Pulogadung – Harmoni), lalu transit di halte Harmoni Central Busway. Naik bus TransJakarta koridor 1 jurusan Blok M, turun di halte Polda Metro. Maka Anda sudah tiba di SCBD.

Pergi Ke SCBD Jakarta Dengan Kapal Laut

Jika Anda ke Jakarta menggunakan kapal laut dari pulau Sumatera, maka Anda akan mendarat di pelabuhan Merak. Dari sana, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan naik bus Arimbi jurusan Merak – Kalideres.

Dari terminal Kalideres, Anda bisa naik bus TransJakarta koridor 3 jurusan Kalideres – Harmoni. Transit di halte Harmoni Central Busway. Naik bus TransJakarta koridor 1 jurusan Blok M, turun di halte Polda Metro. Maka Anda sudah tiba di SCBD.

Transportasi Umum Yang Lewat SCBD

ini adalah tempat dimana gedung-gedung tinggi di Jakarta berada via @erlindaariani
ini adalah tempat dimana gedung-gedung tinggi di Jakarta berada via @erlindaariani

Trans Jakarta

TransJakarta merupakan salah satu moda transportasi massal yang paling murah, nyaman untuk menuju maupun keluar dari SCBD. Orang-orang biasa menyebutnya dengan ‘busway’ meskipun istilah ini salah kaprah. Tarifnya flat, hanya Rp 3.500. Kecuali pukul 05.00 – 07.00, tarifnya didiskon menjadi hanya Rp 2.000. TransJakarta pun sudah beroperasi 24 jam, meski di malam hari bus tidak berhenti di setiap halte.

Halte terdekat dengan SCBD adalah halte Polda Metro. Anda cukup berjalan kaki 5 menit, sudah bisa tiba di gedung IDX karena posisinya paling luar. Jalan 10 menit, Anda sudah bisa tiba di Pacific Place. Namun untuk ke gedung lain di lot yang terletak lebih dalam, sebaiknya gunakan ojek dari halte Polda Metro.

Untuk menggunakan TransJakarta, Anda harus memiliki kartu berisi saldo elektronik sebagai metode pembayaran (e-ticketing). Tap kartu saat masuk, saldo langsung terpotong. Saat hendak keluar, tap lagi (tidak memotong saldo). Anda dapat membeli kartu perdana dan mengisi saldonya di halte TransJakarta.

Berbeda dengan sistem kartu di Singapura, Korea Selatan atau Jepang, kartu yang ada di sini adalah kartu produk dari enam bank berbeda: BCA, Mandiri, BNI, BRI, Mega dan Bank DKI. Selain bisa mengisi ulang saldo di halte TransJakarta, Anda juga bisa melakukannya di ATM atau kantor cabang bank penerbit kartu tersebut. Maka sebaiknya Anda membeli kartu keluaran bank dimana Anda telah menjadi nasabahnya.

Taksi

Anda dapat menemukan taksi dengan mudah di kawasan SCBD. Di mal Pacific Place, ada pangkalan taksi Blue Bird maupun Silver Bird. Sementara di seberangnya, ada halte khusus bagi Anda yang ingin naik taksi dari operator lain. Taksi memang merupakan salah satu transportasi yang paling mudah dan nyaman untuk menjangkau seluruh area SCBD karena di sini tidak ada angkot.

Ojek

Di SCBD yang penjagaan keamanannya relatif ketat, Anda mungkin tidak akan menemukan pangkalan ojek. Untungnya sekarang sudah ada aplikasi pemesanan ojek. Jadi jika Anda ingin ke SCBD, tinggal pesan ojek online dari halte Polda Metro. Atau sebaliknya, jika ingin keluar dari SCBD, tinggal pesan ojek online untuk menjemput Anda di lokasi sekarang berada.

Hotel di Dekat SCBD Jakarta

Jika dilihat berdasarkan lokasi, sebenarnya di area SCBD hanya ada satu hotel yaitu The Ritz-Carlton Hotel Jakarta. Hotel bintang lima ini terletak di dalam satu bangunan bersama Pacific Place. Namun tidak perlu khawatir, di sekitar SCBD juga ada banyak hotel-hotel berbintang lainnya. Misalnya di daerah Senayan, Sudirman, Gatot Subroto, dsb. Berikut daftarnya:

  • Hotel Mulia Senayan (Senayan)
  • Fairmont Jakarta (Senayan)
  • Century Park Hotel (Senayan)
  • The Sultan Hotel (Senayan)
  • HARRIS Suites fx Sudirman (Senayan)
  • Hotel Aryaduta Semanggi (Semanggi)
  • Le Meridien (Sudirman)
  • Fraser Place Setiabudi (Setiabudi)
  • Four Seasons Hotel (Gatot Subroto)
  • Hotel Kartika Chandra (Gatot Subroto)
  • Hotel Menara Peninsula (Slipi)

Iklim di SCBD

Seperti wilayah lainnya di Jakarta, SCBD memiliki iklim tropis. Bulan Oktober – Februari merupakan musim hujan. Lokasi SCBD yang ada di daerah selatan Jakarta, ditambah banyaknya bangunan tinggi membuat hujan di daerah ini cukup ekstrem. Hembusan angin cukup keras dengan kecepatan cukup tinggi.

Bahasa yang Digunakan di SCBD

Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Betawi, bahasa Jawa

Objek Wisata di Sekitar SCBD

Di SCBD, kebanyakan yang dapat Anda temui adalah mal, restoran, kafe, gedung perkantoran, kantor pemerintahan, dsb. Di sekitar SCBD pun, tidak ada banyak objek wisata yang bisa dikunjungi. Segelintir di antaranya adalah:

1. Museum Satria Mandala

Anda bisa melihat sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di museum ini. Berbagai peralatan perang yang pernah digunakan TNI di masa lampau dipamerkan di sini. Mulai dari senjata seperti rudal, ranjau, hingga kendaraan perang seperti tank, meriam, helikopter dan pesawat terbang.

Museum Satria Mandala dulunya adalah rumah Ratna Sari Dewi Soekarno, istri proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia. Kemudian Presiden Soeharto meresmikan museum ini pada tahun 1972. Museum Satria Mandala terletak di Jalan Gatot Subroto. Jaraknya sekitar 2,2 km dari SCBD dan dapat dicapai dalam waktu 10 menit berkendara.

2. Stadion Utama Gelora Bung Karno

Stadion berkapasitas 88.000 tempat duduk ini tidak hanya dijadikan tempat penyelenggaraan pertandingan sepakbola saja. Berbagai event akbar seperti konser musik, perayaan keagamaan dan kampanye politik bisa digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Area di luar stadion selalu ramai dikunjungi orang-orang yang ingin berolahraga. Biasanya mereka lari di pagi, sore atau malam hari. Ada berbagai jenis pedagang makanan juga di sini.

Mal / Pusat Perbelanjaan di Sekitar SCBD

  • Pacific Place Mall
  • Electronic City
  • Grand Lucky

Tempat Hiburan Malam di Sekitar SCBD

  • Empirica Jakarta, Lot 8, SCBD
  • The Foundry No. 8, Lot 8, SCBD
  • Beer Garden, Lot 8, SCBD
  • Lucy in The Sky, Fairgrounds, SCBD Lot 14
  • Fable, Fairgrounds, SCBD Lot 14

Tempat Makan / Rekomendasi Kuliner di SCBD

  • Potato Head Garage, Fairgrounds, Lot 14
  • Hard Rock Cafe, Pacific Place Mall lantai Ground
  • Ippudo Pacific Place Mall lantai 5
  • Odysseia, Pacific Place Mall South Lobby
  • Hide & Seek Swillhouse, Fairgrounds, Lot 14
  • Paul Bakery Coffee Shop, Pacific Place Mall lantai Ground
  • Nouvelle, Equity Tower lantai Ground
  • Bibigo, Pacific Place Mall lantai 4
  • Shaburi, Pacific Place Mall lantai 5

Tips Wisata Liburan di SCBD

  • SCBD merupakan kawasan premium, jadi jangan heran jika restoran atau kafe yang ada di sini mematok harga yang lumayan tinggi. Ada baiknya browsing terlebih dahulu untuk mengetahui kisaran harga yang sesuai dengan budget Anda.
  • Tetap berhati-hati dengan barang bawaan Anda. Terutama jika Anda memilih untuk berjalan kaki untuk menjelajah SCBD. Lebih baik jangan mengeluarkan ponsel atau dompet saat berjalan kaki. Waspada dengan aksi penjambretan menggunakan sepeda motor.

Informasi Penting Perlu Anda Tahu

  • Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55, (021) 5234000
  • Rumah Sakit Jakarta, Jl. Jend. Sudirman Kav. 49, Setiabudi, (021) 5732241
  • Sahid Sahirman Memorial Hospital, Jl. Jenderal Sudirman No.86, (021) 57853911
  • Kantor Kelurahan Senayan, Jl. Tulodong Bawah VII, RT.2/RW.1, Senayan, Kebayoran Baru

Leave a Reply