PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Pagoda Avalokitesvara Vihara Buddhagaya Watugong Semarang

Blog

Alamat dan Informasi Umum

Alamat

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong Semarang terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang 50265.

Informasi Umum

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong Semarang memiliki tinggi 45 meter dan terdiri dari 7 tingkat, yang merupakan jumlah tingkat yang umum ditemui pada pagoda. Setiap tingkatan memiliki empat patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke empat penjuru. Pagoda ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di kota Semarang.

Material bangunan pagoda ini didatangkan dari China, mulai dari genteng, aksesori, kolam, lampu relief tangga dari batu, hingga patung burung Hong dan Kilin. Semua bahan tersebut diimpor agar menghasilkan tampilan yang autentik dan memperkuat nuansa Budha yang kental.

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong Semarang buka setiap hari pukul 07.00-21.00 WIB. Anda dapat menghubungi pihak pagoda melalui telepon di nomor (024) 7473590.

Sejarah dan Perkembangan

Sejarah Singkat

Vihara Buddhagaya Watugong memiliki sejarah panjang yang dimulai setelah keruntuhan Kerajaan Majapahit. Setelah lebih dari 500 tahun, muncul peristiwa yang membuat penduduk sadar akan warisan agung nenek moyang mereka, yaitu ajaran Buddha Dhamma. Pada tahun 1934, Bhikkhu Narada Maha Thera dari Srilanka datang ke Indonesia dan mulai mengajarkan Buddha Dhamma kepada umat Buddha di Indonesia.

BACA JUGA :  Lengkapi Kebutuhan Elektronikmu Dari 10 Toko di Purwakarta Ini

Salah satu tokoh yang berperan besar dalam pengembangan Buddha Dhamma di Indonesia adalah Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, seorang pemuda Bogor yang menjadi Bhikkhu pada tahun 1955. Dalam perjalanannya, Bhikkhu Ashin Jinarakkhita memimpin perayaan Waisak 2549 di Candi Borobudur dan mendirikan Vihara Buddhagaya Watugong di Semarang.

Pada tanggal 19 Oktober 1955, didirikan Yayasan Buddhagaya yang bertujuan untuk mendukung aktivitas vihara. Dari vihara inilah dimulai pengembangan Buddha Dhamma yang berkelanjutan di Indonesia.

Perkembangan

Vihara Buddhagaya Watugong mengalami masa kejayaan pada tahun-tahun berikutnya. Namun, pada beberapa tahun tertentu, vihara ini mengalami masa yang kurang terurus. Hingga akhirnya, Sangha Theravada Indonesia mengambil alih pembinaan vihara ini dan melakukan revitalisasi dan renovasi pada tahun 2001.

Pembangunan Gedung Dhammasala dimulai pada tahun 2001 dan diresmikan pada tanggal 3 November 2002 oleh Gubernur Jawa Tengah, H.Mardiyanto. Bangunan Pagoda Avalokitesvara kemudian dibangun pada bulan November 2004 dan diresmikan pada tanggal 14 Juli 2005 oleh Gubernur Jawa Tengah, H.Mardiyanto. Sejak itu, Vihara Buddhagaya Watugong kembali menjadi salah satu tempat wisata religi yang populer di Semarang.

Kegiatan Wisata

Foto-foto dengan Latar Belakang Pagoda

Salah satu aktivitas wisata yang dapat dilakukan di Vihara Buddhagaya Watugong adalah berfoto dengan latar belakang patung dan Pagoda yang ada di area vihara ini. Bangunan Pagoda yang unik dan warna-warni menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengabadikan momen mereka di sana.

Ritual Tjiam Shi

Umat Buddha biasanya melakukan ritual Tjiam Shi di dalam Pagoda Avalokitesvara. Ritual ini bertujuan untuk mengetahui nasib manusia. Wisatawan juga dapat ikut serta dalam ritual ini dengan menggoyangkan bambu-bambu yang diberikan pertanda hingga salah satu di antaranya terjatuh. Selain itu, Anda juga dapat meminta petugas Pagoda untuk membacakan nasib ramalan Tjiam Shi.

BACA JUGA :  8 Daftar Travel Bali – Surabaya Bagus Mulai Rp.210.000

Pesona Lain di Vihara Buddhagaya Watugong

Vihara Dhammasala

Vihara Dhammasala adalah bangunan kedua yang menarik perhatian di Vihara Buddhagaya Watugong. Bangunan ini memiliki dua lantai, dengan lantai pertama berfungsi sebagai aula serbaguna yang dilengkapi panggung di bagian depannya. Sedangkan lantai kedua digunakan sebagai ruang Dhammasala untuk acara ibadah umat Buddha.

Di dalam Vihara Dhammasala terdapat patung Buddha yang sedang duduk dengan ukuran besar dan berwarna emas. Di sekeliling vihara, terdapat pagar dengan relief cerita Paticca Samuppada, yang menggambarkan proses kehidupan manusia dari lahir hingga meninggal dunia.

Untuk memasuki vihara ini, terdapat ritual khusus yang harus dilakukan, yaitu menginjak relief ayam, ular, dan babi yang ada di pintu masuk vihara. Menurut keyakinan umat Buddha, ayam melambangkan keserakahan, ular melambangkan kebencian, dan babi melambangkan kemalasan. Dengan menginjak relief hewan-hewan ini, umat Buddha diharapkan dapat meninggalkan karakteristik negatif tersebut dan mencapai keadaan nirwana.

Rute dan Alamat

Rute

Untuk menuju Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya Watugong, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan umum, Anda dapat menggunakan Trans Semarang dengan biaya sekitar Rp.3.500,-. Pagoda ini terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan, Watugong, Semarang, tepat di depan Markas Kodam IV Diponegoro.

Alamat

Selain Pagoda Avalokitesvara di Jl. Perintis Kemerdekaan, Vihara Buddhagaya Watugong juga memiliki alamat lain di Jl. Raya Pudakpayung Watugong, Semarang. Dari pusat Kota Semarang, Anda dapat menempuh perjalanan selama 45 menit dengan kendaraan beroda empat ke arah Ungaran atau menuju SoloJogja.

Harga Tiket Masuk

Vihara Buddhagaya Watugong buka setiap hari dari pukul 07.00 pagi hingga 09.00 malam. Untuk masuk ke Vihara ini, tidak dikenakan tiket masuk, namun dikenakan tarif parkir kendaraan seikhlasnya saja.

BACA JUGA :  Pesona Batu Mongana Toraja Utara Sulawesi Selatan

Fasilitas Umum

Penginapan

Jika Anda membutuhkan tempat menginap, Anda dapat menemukan berbagai penginapan atau hotel yang bagus di sekitar Jl. Perintis Kemerdekaan atau daerah lainnya di Semarang. Vihara Buddhagaya Watugong juga menyediakan cottage yang dapat disewa untuk menginap.

Rumah Makan

Anda juga dapat menemukan berbagai rumah makan atau restoran di sepanjang Jl. Perintis Kemerdekaan. Baik itu rumah makan sederhana dengan menu seperti sate dan soto, maupun makanan cepat saji atau fast food. Jika Anda ingin memiliki banyak pilihan, Anda dapat mengambil arah utara dari Vihara ini.

Toilet

Di dalam kompleks Vihara Buddhagaya Watugong terdapat beberapa toilet yang terawat dan bersih. Anda dapat menggunakan fasilitas toilet ini selama berada di vihara.

Tips Berlibur

Ketika mengunjungi Vihara Buddhagaya Watugong, ada beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk membuat liburan Anda lebih menyenangkan. Pertama, pastikan Anda mengenakan pakaian yang sopan dan tertutup karena vihara ini merupakan tempat ibadah bagi umat Buddha. Kedua, berbicaralah dengan sopan dan jangan membuat kebisingan yang mengganggu pengunjung lain.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *