PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Penasaran Kapan Payung Masjid Agung Jawa Tengah Dibuka? Simak ini

Blog

Lokasi dan Deskripsi

Masjid Agung Semarang Jawa Tengah (MAJT) terletak di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini merupakan salah satu masjid agung yang sangat megah dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat setempat. Gambar-gambar masjid ini dapat dilihat pada tautan yang tertera di atas.

Masjid Agung Semarang memiliki gaya arsitektur yang unik dan menarik. Salah satu hal yang menarik perhatian wisatawan adalah adanya payung yang mirip dengan payung di Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Masjid ini juga memiliki keelokan dan pesona yang dilengkapi dengan gaya arsitektur yang indah. Keindahan masjid ini akan membuat wisatawan yang berkunjung dan beribadah di sana merasa sangat senang. Bagi mereka yang gemar dengan wisata religi, Masjid Agung Semarang dapat menjadi tujuan wisata reliji yang menarik.

Gaya Arsitektur

Masjid Agung Semarang memiliki gaya arsitektur yang unik dan memadukan perpaduan antara Jawa, Arab, dan Romawi atau Yunani. Gaya arsitektur ini terlihat dari bentuk bangunan dan interior masjid. Bagian atap dan dasar tiang masjid ini memiliki motif batik yang mencerminkan ciri khas Jawa dan Indonesia. Di bagian dinding masjid terdapat sentuhan kaligrafi yang indah. Masjid ini juga memiliki kubah besar yang dikelilingi oleh empat menara.

Desain masjid ini dibuat oleh Ir. H. Ahmad Fanani dari PT Atelier Enam Jakarta dan menjadi pemenang dalam lomba desain masjid MAJT. Di area pelataran masjid, terdapat pilar-pilar dengan gaya khas arsitektur Romawi yang mencerminkan jumlah Nabi dan Rasul yang dipercaya oleh umat Islam. Pilar-pilar ini sangat besar dan mencerminkan kekokohan persatuan umat Islam di dunia. Selain itu, pintu gerbang masjid ini juga bertuliskan dua kalimat Syahadat dan huruf Arab Melayu yang berbunyi “Sucining Guno Gapuraning Gusti.”

BACA JUGA :  7 Paket Wisata Murah Ke Pulau Pahawang Mulai Dari 350 Ribu

Masjid Agung Semarang juga terinspirasi oleh Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Terdapat enam payung elektrik yang bekerja secara otomatis dengan bentuk dan ukuran yang raksasa. Payung ini melambangkan enam Rukun Iman bagi kaum Muslim. Payung ini hanya dibuka pada saat-saat tertentu, seperti salat Jumat, Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, dan shalat gerhana. Namun, payung ini hanya akan dibuka jika cuaca dan angin tidak lebih dari 200 knot.

Sisi Menarik

Masjid Agung Semarang memiliki banyak sisi menarik dan spot yang bisa memanjakan para wisatawan yang tertarik dengan wisata reliji. Di dalam masjid, terdapat Al Quran raksasa dengan ukuran sekitar 145 x 95 cm. Al Quran ini merupakan hasil karya penulis kaligrafi Hayatudin dan membutuhkan waktu sekitar 3 tahun untuk membuatnya.

Salah satu pesona yang dimiliki oleh Masjid Agung Semarang adalah menara Asmaul Husna atau Menara Al Husna. Menara ini memiliki tinggi sekitar 99 meter dan terdiri dari 19 lantai, sesuai dengan jumlah nama Asmaul Husna. Di lantai dasar menara ini terdapat Studio Radio Dais yang digunakan untuk dakwah Islam. Di lantai 2 dan 3 terdapat Museum Kebudayaan Islam yang mengenalkan sejarah dan budaya Islam kepada khalayak ramai.

Wisatawan juga dapat menikmati pemandangan kota Semarang dari ketinggian di puncak menara. Di lantai 18 terdapat restoran atau kafe yang dapat berputar hingga 360 derajat, sedangkan di lantai 19 terdapat teropong untuk melihat keindahan kota Semarang dan langit dengan lebih detail. Teropong ini dapat digunakan dengan membayar harga tiket tertentu.

Profil Biografi

Masjid Agung Semarang memiliki sejarah dan asal usul yang panjang. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2001 dan memakan waktu sekitar 5 tahun. Masjid ini resmi dibuka pada tanggal 14 November 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

BACA JUGA :  10 Rekomendasi Toko Perlengkapan Bayi Terbaik di Jogja

Masjid Agung Semarang bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat untuk mengenalkan lebih dalam tentang dunia Islam dan kebudayaannya kepada masyarakat Indonesia, terutama di Semarang. Masjid ini memiliki fungsi sebagai perpustakaan Islam dan digunakan untuk berbagai kegiatan dakwah, seperti pertemuan, seminar, dan acara keagamaan lainnya. Masjid ini juga memiliki gedung yang bisa disewa untuk keperluan dakwah dan kegiatan lainnya.

Awal pembangunan Masjid Agung Semarang tidak lepas dari tanah wakaf milik Masjid Besar Kauman Semarang. Pembangunan masjid ini dimulai setelah berhasil mengembalikan tanah wakaf yang sebelumnya ditukar guling dengan tanah milik PT Sambirejo dan PT Tensindo. Pembangunan masjid ini juga melibatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk duta besar dari negara-negara muslim sahabat.

Sejak pembangunannya, Masjid Agung Semarang telah digunakan untuk beribadah dan kegiatan keagamaan. Masjid ini juga memiliki fasilitas-fasilitas seperti penginapan, perpustakaan, auditorium, ruang akad nikah, pemandu wisata, museum kebudayaan Islam, kios cenderamata, sarana bekam, air mancur, arena bermain anak-anak, kereta kelinci, dan bedug raksasa.

Rute Menuju Lokasi

Untuk menuju ke Masjid Agung Semarang, wisatawan dapat menggunakan aplikasi Google Maps atau tautan yang tertera di atas untuk melihat denah dan peta kota Semarang. Masjid ini terletak di pusat kota dan berdekatan dengan Simpang Lima, sehingga sangat mudah dijangkau.

Fasilitas

Masjid Agung Semarang menawarkan berbagai fasilitas untuk para pengunjung. Di dalam kompleks masjid terdapat wisma penginapan dengan 23 kamar yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Masjid ini juga memiliki perpustakaan yang dilengkapi dengan berbagai buku Islam dari penjuru dunia. Terdapat juga auditorium, ruang akad nikah, pemandu wisata, dan museum kebudayaan Islam di area Menara Al Husna.

BACA JUGA :  Beberapa Potret Pulau Dewata Bali Saat Siang dan Malam Hari Yang Penuh Dengan Keeksotisan

Selain itu, terdapat kios-kios cenderamata dan buah-buahan yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Masjid ini juga menyediakan sarana bekam untuk kesehatan badan. Untuk sarana hiburan, terdapat air mancur, arena bermain anak-anak, dan kereta kelinci. Pada malam hari, masjid ini terlihat sangat indah. Di dalam masjid terdapat bedug raksasa yang merupakan replika dari bedug Pendowo Purworejo dan tongkat khatib yang merupakan pemberian dari Sultan Brunei Darussalam.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *