Keunikan Masjid Agung Gresik
Objek Religi
Masjid Agung Gresik (MAG) merupakan salah satu objek wisata religi yang terletak di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Masjid ini memiliki luas bangunan sekitar 10.000 m2 dan mampu menampung kurang lebih 5.000 jamaah. Diresmikan pada tanggal 27 Februari 2004 oleh Bupati Gresik saat itu, MAG juga dikenal dengan nama Masjid Agung Syeh Maulana Malik Ibrahim.
Tata Letak Bangunan
Desain MAG dikerjakan oleh tim dari Pemkab Gresik bersama konsultan yang telah berpengalaman membangun surau-surau besar di Nusantara. Bangunan MAG terdiri atas tiga lantai. Lantai dasar digunakan sebagai ruang serbaguna dengan aula atau convention hall yang sangat luas. Aula ini sering digunakan untuk acara masjid maupun umum seperti pernikahan dan seminar. Harga sewa aula tersebut cukup mahal, yaitu sekitar 17 juta rupiah.
Lantai satu merupakan ruang sholat yang sangat luas. Ruangan ini didominasi oleh nuansa putih di bagian atas, sedangkan dinding bawah dan lantainya berwarna abu-abu. Di ruangan ini terdapat deretan pintu besar dari kayu yang berhias ukiran kaligrafi. Pintu-pintu tersebut sengaja dibuka untuk memberi akses bagi jamaah yang ingin menjalankan sholat.
Lantai dua atau mezzanine biasanya digunakan oleh jamaah wanita atau jika ruang sholat pada hari Jumat telah penuh, dapat dipakai oleh jamaah pria. Ruangan ini diberikan ornamen ukiran dan kaligrafi untuk mempercantiknya.
Jamaah dapat memasuki masjid melalui pintu timur, barat, ataupun selatan. Selain itu, terdapat juga akses menuju ruang serbaguna dan lantai satu. Di sebelah utara gedung utama, terdapat menara atau minaret tinggi yang difungsikan sebagai sarana untuk mengumandangkan adzan. Sedangkan di sebelah timur masjid, terdapat dua ruang wudhu yang dipisahkan oleh jarak cukup jauh supaya jamaah pria dan wanita tidak saling bertemu. Di samping itu, terdapat juga sebuah sendang atau kolam air Sunan Giri yang digunakan oleh para petani untuk berwudhu sebelum mengunjungi makam Sang Sunan.
Bagian Bangunan
Masjid Agung Gresik memiliki kubah berbentuk piramid atau tumpang satu, yang merupakan gaya bangunan yang banyak dijumpai di Pulau Jawa. Model kubah ini juga meniru arsitektur Hindu dengan konsep candi berwujud Gunung Meru. Atap ruangan wudhu juga memiliki lima susun tumpang yang menyimbolkan rukun Islam.
Di dalam masjid terdapat serambi yang berbentuk persegi panjang dengan sembilan lengkungan tapal kuda yang merupakan arsitektur khas Timur Tengah. Terdapat juga mihrab yang berbentuk setelah lingkaran dengan diameter 2 meter dan tinggi 5-7 meter. Dinding mihrab terbuat dari marmer dan dilengkapi dengan sedikit kaca agar cahaya matahari dapat masuk. Di sisi-sisinya terdapat kayu berterawang dan di dalamnya terdapat kaligrafi yang ditulis dalam Bahasa Arab. Selain itu, terdapat juga sebuah mimbar dari kayu jati yang memiliki tiga tingkatan untuk memberi ceramah atau khutbah Jumat.
Di tengah ruang utama, terdapat juga lampu yang tergantung dengan bentuk yang hampir menyerupai seni damar kurung khas Gresik. Di dinding serambi lantai dasar, terdapat lampu duduk yang mencoba menghidupkan suasana zaman dimana teknologi belum berkembang dan masyarakat Jawa masih menggunakan lampu berbahan bakar minyak. Masjid Agung Gresik juga memiliki bedug yang diletakkan di samping kanan pintu masuk ruang ibadah laki-laki atau dekat tangga ke lantai dua. Bedug ini tidak digunakan sebagai penanda waktu shalat, melainkan hanya sebagai ciri khas masjid yang berbau budaya Jawa.
Lokasi Masjid Agung Gresik
Masjid Agung Gresik terletak di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Lokasi masjid ini tepat di sisi barat pertigaan antara Jalan Dr. Wahidin S.H. dan Jalan Mayjend Sungkono, dekat dengan kantor pengiriman barang JNE. Bagi yang ingin mengunjungi masjid ini, tidak dikenai biaya apapun. Hanya perlu membayar retribusi parkir dan memberi infaq seikhlasnya.
Meskipun tidak sepopuler masjid-masjid agung lain di Indonesia, Masjid Agung Gresik layak dikunjungi oleh para penikmat wisata religi. Desain bangunannya yang memikat hati, yakni perpaduan antara arsitektur Jawa, modern, dan Timur Tengah membuatnya menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Jika Anda berminat mengunjunginya, jangan lupa membawa kamera untuk mengambil foto atau gambaran desain dan suasana masjid. Jika ingin bermalam di sekitar kawasan masjid, terdapat beberapa hotel yang relatif murah yang dapat Anda pilih.
Dengan segala keindahannya, Masjid Agung Gresik menjadi salah satu objek wisata religi yang patut dikunjungi. Keberadaannya sebagai pusat ibadah bagi umat Muslim sekaligus menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan yang tidak boleh dilupakan. Dengan adanya objek wisata religi seperti MAG, Gresik semakin dikenal sebagai kota yang memiliki keragaman budaya dan keindahan alam yang menawan.