Kampung Wisata Al Munawar
Lokasi dan Cara Menuju Wisata Al Munawar
Lokasi Wisata Al Munawar
Wisata Al Munawar terletak di Jl. K.H. A. Azhari Lorong Al-Munawar, 13 Ulu, Seberang Ulu II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30115. Kampung ini berada di daerah 13 Ulu, Seberang Ulu II, Kota Palembang. Tepat di sisi sungai Musi dan tak jauh dari Jembatan Ampera.
Cara Menuju Wisata Al Munawar
Cara menuju wisata Al Munawar bisa menggunakan jalur darat atau jalur sungai. Jika menggunakan jalur darat, Anda dapat menyeberang melalui jembatan Ampera dari sisi Ilir menuju sisi Ulu Palembang. Terdapat banyak transportasi umum seperti bus kota dan Transmusi menuju Plaju yang dapat digunakan hingga turun di sisi sebrang Ulu. Selanjutnya, Anda dapat berjalan kaki sedikit menuju Pasar 7 ulu dan naik angkot Tangga Takat berwarna biru. Berhentilah di Lorong Al-Munawar yang berada tepat di depan gedung Pos Pemadam Kebakaran. Jika Anda tidak ingin repot dengan angkutan umum, Anda juga dapat menggunakan aplikasi ojek online atau taksi.
Jika Anda ingin mencoba pengalaman yang lebih menarik, Anda dapat menggunakan jalur sungai. Anda dapat naik perahu kecil yang disebut “ketek” oleh masyarakat Palembang. Perahu ini berangkat dari kawasan dermaga Benteng Kuto Besak. Tarif ketek tidak menentu karena perlu tawar-menawar, namun standarnya adalah 50 ribu untuk berangkat dan kembali. Semakin ramai penumpang, tarifnya akan semakin murah. Jalur sungai ini akan memberikan pengalaman yang berbeda dan menarik saat menuju Wisata Al Munawar.
Sejarah Kampung Arab Al Munawar
Asal Usul Kampung Arab Al Munawar
Kampung Arab Al Munawar memiliki sejarah yang erat dengan masa pemerintahan Belanda ratusan tahun yang lalu. Pada tahun 1825, pemerintah Belanda melakukan pendekatan terhadap etnis Arab di Palembang. Mereka menunjuk seorang pemimpin bernama Ahmad Al-Munawar dan memberinya pangkat kapten. Ahmad Al-Munawar wafat pada tahun 1970.
Di kampung ini, terdapat deretan rumah tua yang usianya bahkan mencapai 300 tahun. Rumah-rumah ini masih kokoh berdiri karena terbuat dari kayu ulin dan batu marmer yang didatangkan dari dataran Eropa. Ada sekitar 17 rumah tua di kampung ini, dan 8 di antaranya masuk ke dalam Bangunan Cagar Budaya. Rumah-rumah ini dirawat secara rutin agar tetap kokoh dan bersih guna menjaga kearifan lokal.
Budaya di Kampung Arab Al Munawar
Kekuatan Garis Keturunan dan Nilai-nilai Islam
Salah satu hal menarik di kampung ini adalah kekuatan garis keturunan dan nilai-nilai Islam yang sangat kental. Penduduk kampung ini memiliki garis kekerabatan yang erat karena tradisi yang tidak memperbolehkan anak perempuan menikah dengan orang luar kampung. Namun, untuk pria, mereka diperbolehkan menikahi perempuan dari luar kampung karena garis keturunan Ayah sebagai orang Arab sangat kental.
Kampung Al Munawar sangat mengedepankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari kegiatan sekolah di kampung ini, di mana hari Jumat adalah hari libur, namun hari Minggu sekolah tetap berlangsung. Pada hari-hari khusus seperti Tahun Baru Islam, Ramadhan, dan Maulid Nabi, berlangsung kegiatan kesenian seperti gambus dalam perayaannya. Oleh karena itu, Al Munawar menjadi salah satu destinasi wisata religi terbaik di Kota Palembang.
Bangunan Tua Instagramable di Kampung Arab Al Munawar
Kampung Arab Al Munawar memiliki bangunan-bangunan tua yang sangat Instagramable. Setiap sudut kampung Al Munawar terdiri dari bangunan-bangunan tua dengan kondisi yang masih asli atau otentik. Terdapat rumah-rumah dengan desain arsitektur unik yang dapat dijadikan spot berfoto. Bangunan-bangunan ini memancarkan suasana klasik dan tradisional yang sangat menarik untuk diabadikan dalam foto.
Di kampung ini, Anda juga akan menemukan banyak bangku kayu dengan penataan rapi yang membalut suasana tradisional. Saat masuk lebih dalam menuju lorong-lorong yang sudah ditata cantik, Anda akan merasakan kentalnya suasana kota tua. Ciri khas rumah di kampung ini adalah rumah panggung dengan lantai bawah. Rumah-rumah ini dibangun dengan bahan kayu maupun bata dengan lantai berbahan marmer. Motif lantai yang unik menambah kesan tradisional dan elegan pada bangunan-bangunan ini.
Untuk menambah kesan Timur Tengah yang kental, kampung Al Munawar telah dipercantik dengan bangunan kubah ala Turki. Kubah-kubah ini ditempatkan di dekat dermaga yang menghadap sungai Musi. Di tepi sungai Musi, Anda juga akan menemukan sebuah musholla yang menjorok langsung ke permukaan sungai. Suasana yang ditawarkan oleh musholla ini sangat menarik dan memberikan rasa penasaran untuk merasakan beribadah di sana.
Keakraban Warga di Kampung Arab Al Munawar
Saat berada di kampung Arab Al Munawar, Anda akan merasakan keakraban dan keramahan dari penduduk setempat. Para penduduk kampung ini menyambut pengunjung dengan senyuman manis dan menjadikan mereka merasa seperti rumah sendiri. Meskipun hanya sebentar, Anda dapat merasakan kehidupan dengan budaya Arab di kampung ini.
Namun, sebagai pengunjung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dihormati saat berkunjung ke kampung ini. Beberapa peraturan yang harus dipatuhi antara lain menggunakan pakaian sopan dengan memakai celana atau rok panjang dan baju yang tertutup. Pengunjung yang bukan muhrim atau belum menikah tidak boleh berfoto berpasangan atau duduk berduaan. Hal-hal ini perlu diingat agar kita dapat menghormati budaya dan adat yang berlaku di kampung Arab Al Munawar.
Kuliner Khas di Kampung Arab Al Munawar
Pengunjung Wisata Al Munawar dapat menikmati hidangan makanan di acara “munggahan” yang merupakan tradisi makan bersama secara lesehan dengan hidangan makanan bernuansa Arab. Salah satu hidangan khas yang disajikan adalah nasi minyak yang mirip dengan nasi briyani namun dengan campuran kismis. Hidangan ini biasanya disajikan dengan lauk pauk seperti gulai kambing, ayam, sayuran, dan buah-buahan.
Hidangan-hidangan khas Al Munawar ini memiliki harga yang bersahabat. Dengan 20 ribu rupiah, Anda sudah dapat menikmati nasi minyak beserta lauknya. Sensasi yang lebih seru dapat dirasakan dengan iringan musik gambus dan pemandangan rumah-rumah tua yang menghadap langsung ke sungai Musi. Selain hidangan makanan, di kampung ini juga terdapat kedai-kedai yang menawarkan kopi khas yang cukup ngetren. Bagi pecinta kopi, sangat disarankan untuk mencoba kopi khas buatan dari kampung ini. Anda dapat menikmati secangkir kopi sambil bercengkrama dan menikmati suara arus sungai Musi.
Al Qur’an Bertinta Emas di Kampung Arab Al Munawar
Salah satu hal yang mengejutkan di kampung Arab Al Munawar adalah adanya Al Qur’an tua dengan tulisan berbahan tinta emas yang berusia sekitar 250 tahun. Al Qur’an ini tersimpan rapi di Rumah Limas di kampung ini. Meskipun sudah jarang digunakan karena umurnya yang sudah tua, Al Qur’an ini menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang sangat berharga. Keberadaan Al Qur’an ini menjadi bukti sejarah dan kekayaan budaya Islam di kampung Arab Al Munawar.
Kesimpulan
Wisata Al Munawar di Kota Palembang merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Kampung ini memiliki keunikan tersendiri dengan bangunan-bangunan tua yang masih terjaga keasliannya, nilai-nilai budaya yang kental, serta makanan khas yang lezat. Lokasi wisata ini juga mudah dijangkau baik melalui jalur darat maupun jalur sungai. Mengunjungi Al Munawar adalah kesempatan untuk mengenal dan merasakan kehidupan kampung Arab yang kental dengan nilai-nilai Islam. Dengan keindahan dan keunikannya, Al Munawar menjadi destinasi wisata yang cocok untuk dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar kota Palembang.