Wisata Gua Selomangleng
Sejarah Legenda
Gua Selomangleng merupakan salah satu objek wisata alam yang memiliki sejarah dan legenda yang menarik. Nama gua ini berasal dari dua kata, yaitu “selo” yang berarti batu, dan “mangleng” yang berarti menggantung. Dalam legenda, gua ini dikaitkan dengan Dewi Kilisuci, putri mahkota Raja Airlangga.
Menurut cerita, Dewi Kilisuci pernah menolak menerima tahta kerajaan yang diwariskan kepadanya. Ia lebih memilih menjauh dari kehidupan dunia dan melakukan tapa brata di gua ini. Dewi Kilisuci diyakini telah melakukan pertapaan di dalam gua selama beberapa waktu.
Sebagai tempat pertapaan Dewi Kilisuci, Gua Selomangleng memiliki nilai sejarah yang tinggi. Pengunjung dapat merasakan atmosfer yang khas di dalam gua ini dan membayangkan kehidupan pertapaan yang dilakukan oleh Dewi Kilisuci. Meskipun tidak ada bukti fisik yang dapat menguatkan legenda ini, namun cerita ini telah menjadi bagian dari sejarah dan kebudayaan masyarakat sekitar.
Kondisi Lokasi
Gua Selomangleng memiliki arsitektur yang unik dan menarik. Gua ini tidak terlalu dalam dan memungkinkan pengunjung untuk menyusuri seluruh bagian dalam gua dengan mudah. Cahaya matahari yang menerobos masuk melalui celah-celah batu memberikan efek yang indah di dalam gua ini. Bebatuan hitam yang terdapat di dalam gua menjadikan gua ini memiliki pesona tersendiri.
Di dalam gua, terdapat banyak relief yang menghiasi dinding gua. Relief-relief ini belum diketahui secara pasti menggambarkan apa, namun mereka menambah nilai seni dan keindahan gua ini. Relief-relief ini terbuat dari batu andesit hitam yang besar dan memiliki struktur yang kuat. Relief-relief ini mungkin telah mengalami perubahan warna akibat paparan asap dupa yang diberikan oleh para pengunjung atau penganut kearifan lokal.
Salah satu relief yang paling menonjol adalah relief yang menggambarkan seorang perempuan cantik yang sedang bertapa. Relief ini menggambarkan seorang perempuan yang sedang duduk di antara dua ruangan. Meskipun belum diketahui secara pasti siapa perempuan ini, namun diyakini bahwa ini adalah penggambaran Dewi Kilisuci yang sedang melakukan pertapaan di dalam gua.
Gua Selomangleng terdiri dari tiga bagian, yaitu ruang persembahan, ruang pertapaan, dan ruang yang belum diketahui fungsinya. Ruang persembahan digunakan untuk meletakkan sesaji dan dupa sebagai bentuk penghormatan. Ruang pertapaan digunakan untuk melakukan pertapaan dan meditasi. Ketika memasuki gua ini, pengunjung akan merasakan aroma harum bunga dan dupa yang mengisi udara di dalam gua.
Ada Yang Unik
Salah satu hal yang unik dari Gua Selomangleng adalah adanya bongkahan batu yang terlihat seperti berserakan di luar gua. Di antara batu-batu tersebut, terdapat beberapa batu yang dipahat namun arti dari pahatan ini belum diketahui secara pasti. Mungkin batu-batu ini memiliki makna atau cerita tersendiri yang belum terungkap.
Rute Menuju Lokasi
Gua Selomangleng terletak di Jalan Selomangleng, Desa Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Untuk menuju ke lokasi gua ini, pengunjung dapat mengikuti beberapa rute yang mudah dijangkau.
Jika berasal dari alun-alun kota Kediri, pengunjung dapat menuju ke arah barat. Arah ini akan melewati Sungai Brantas. Setelah melewati sungai, pengunjung dapat terus lurus hingga mencapai Terminal Kediri. Di terminal, ambil arah kanan dan terus lurus hingga menemukan perempatan Sukorame. Dari perempatan ini, ambil arah kiri dan terus lurus hingga tiba di kawasan Gua Selomangleng. Jika masih kesulitan menemukan lokasi, pengunjung dapat menggunakan aplikasi GPS yang telah menyediakan lokasi wisata ini di peta online.
Harga Tiket Masuk
Untuk masuk ke dalam Gua Selomangleng, pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk. Biaya tiket masuk ini terbilang terjangkau, yaitu Rp. 4.000 untuk orang dewasa dan Rp. 2.500 untuk anak-anak. Dengan membayar tiket masuk ini, pengunjung dapat menikmati keindahan dan sejarah yang terdapat di dalam gua.
Banyak Kuliner
Saat mengunjungi Gua Selomangleng, pengunjung tidak perlu khawatir jika merasa lapar. Di sekitar lokasi gua ini terdapat banyak penjual makanan yang menyediakan berbagai macam kuliner. Mulai dari mie ayam, soto, mie instan, nasi goreng, dan masih banyak lagi. Jika pengunjung ingin mencicipi kuliner khas Kediri, disarankan untuk pergi ke pusat kota Kediri, karena di sana terdapat lebih banyak penjual makanan khas. Salah satu makanan khas yang paling dicari oleh wisatawan adalah nasi pecel, yang biasanya dijual dengan tahu kuning sebagai oleh-oleh.
Saran Wisata
Gua Selomangleng adalah salah satu situs purbakala yang perlu dilestarikan. Keberadaan gua ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, dan oleh karena itu, pengunjung diharapkan menjaga kebersihan ketika mengunjungi gua ini. Selain itu, pengunjung juga diharapkan untuk tidak mencorat-coret batu di dalam gua, karena itu merupakan perbuatan yang tidak baik dan dapat merusak keindahan alam. Dengan menjaga kebersihan dan keindahan gua ini, kita dapat memberikan penghormatan kepada sejarah dan kebudayaan yang ada di dalamnya.