Bendungan Batu Tegi Tanggamus Lampung
Sejarah Singkat
Bendungan Batu Tegi merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di Pekon Batutegi, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan. Bendungan ini mulai diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2004. Meski masih tergolong bangunan yang ‘muda’, Bendungan Batu Tegi telah menjadi salah satu objek wisata yang populer di Lampung.
Namun, di balik keindahan dan kepopulerannya, bendungan ini juga menyimpan kisah tragis dalam proses pembangunannya. Konon, saat pembangunan bendungan, terdapat sejumlah pekerja yang menjadi korban meninggal dunia. Beberapa pihak beranggapan bahwa mereka menjadi tumbal nyawa sebagai ganti pembayaran atas pembangunan bendungan ini. Kisah tersebut menjadi legenda misteri yang dilestarikan oleh masyarakat sekitar.
Tak hanya menjadi objek wisata, Bendungan Batu Tegi juga memiliki fungsi yang sangat penting bagi masyarakat sekitar. Selain sebagai tempat penampungan air hujan dan pengairan sawah, bendungan ini juga merupakan pembangkit listrik tenaga air atau PLTA. Listrik yang dihasilkan oleh bendungan ini cukup besar dan mampu memenuhi kebutuhan hidup beberapa wilayah di sekitarnya.
Lokasi Wisata
Bendungan Batu Tegi terletak di Pekon Batutegi, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan. Meskipun begitu, banyak wisatawan yang mengira bahwa bendungan ini terletak di Pringsewu. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Kantor Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata yang mudah dijangkau.
Untuk mencapai Bendungan Batu Tegi, wisatawan tidak perlu melakukan perjalanan yang terlalu jauh dari Bandar Lampung. Diperlukan waktu sekitar 3 jam perjalanan untuk mencapai lokasi ini dari ibukota Provinsi Lampung. Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi, seperti motor atau mobil, dapat mengambil Jalan Lintas Barat menuju arah Talang Padang, Tanggamus. Kemudian, wisatawan akan mendapatkan penunjuk arah yang mengarah ke lokasi bendungan hingga mencapai daerah Air Naningan.
Bagi wisatawan yang tidak memiliki kendaraan pribadi, tidak perlu khawatir karena terdapat angkutan umum yang dapat digunakan. Wisatawan dapat mengendarai bus dari Terminal Rajabasa menuju Kota Agung. Dari Pasar Talang Padang, wisatawan dapat menggunakan angkutan desa atau angkudes menuju daerah Air Naningan. Perjalanan selanjutnya dapat ditempuh menggunakan ojek. Namun, disarankan untuk memperhatikan waktu operasi angkutan umum yang tidak menentu.
Fungsi Bendungan
Bendungan Batu Tegi memiliki fungsi utama sebagai tempat penampungan air hujan dan mendukung pengairan sawah masyarakat sekitar. Selain itu, bendungan ini juga berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air atau PLTA. Listrik yang dihasilkan oleh bendungan ini dapat memenuhi kebutuhan hidup beberapa wilayah di sekitarnya.
Tidak hanya itu, volume air yang besar di bendungan ini juga dimanfaatkan sebagai sumber air minum. Air yang berasal dari bendungan ini diolah dan dipasarkan di beberapa wilayah sekitar, seperti Kota Bandar Lampung, Metro, dan beberapa daerah di Kabupaten Lampung Selatan.
Selain itu, di sekitar bendungan juga terdapat tambak atau tempat budidaya ikan. Para pengelola bendungan memanfaatkan air yang ada di bendungan ini untuk budidaya ikan. Bagi wisatawan yang ingin mencoba memancing, mereka dapat membawa peralatan pancing sendiri atau menyewa alat pancing di sekitar bendungan. Jika tidak berhasil mendapatkan ikan, wisatawan dapat membeli ikan segar dari para pedagang yang berada di sekitar bendungan.
Kegiatan Menarik
Bendungan Batu Tegi bukan hanya memiliki pemandangan alam yang indah, tetapi juga menawarkan berbagai kegiatan menarik bagi para wisatawan. Salah satunya adalah memancing ikan di bendungan ini. Para wisatawan dapat membawa peralatan pancing sendiri atau menyewa alat pancing di sekitar bendungan. Jika berhasil mendapatkan ikan, wisatawan dapat menikmati hasil tangkapan mereka atau memasaknya dengan berbagai menu masakan.
Selain memancing, lokasi bendungan ini juga menjadi spot fotografi yang populer. Banyak wisatawan yang mengambil foto selfie atau wefie bersama teman-teman mereka di sekitar bendungan. Para fotografer juga sering mengunjungi lokasi ini untuk mengabadikan momen indah, seperti matahari terbit atau terbenam.
Bagaimana Bisa Berwisata?
Untuk bisa berwisata ke Bendungan Batu Tegi, wisatawan diharuskan membayar tiket masuk seharga Rp3.000 per orang. Setelah mendapatkan tiket masuk, wisatawan dapat mengunjungi dua wilayah utama di bendungan ini. Wilayah pertama adalah bagian dalam bendungan, di mana wisatawan dapat menikmati pemandangan bukit-bukit di sekitar bendungan. Di wilayah ini, wisatawan juga dapat meminta izin pada petugas penjaga pintu untuk memasuki area bendungan.
Wilayah kedua adalah dermaga atau jetty, di mana wisatawan dapat menikmati perjalanan sambil menikmati pemandangan bukit-bukit nan indah. Di jetty ini, wisatawan juga dapat menyewa perahu untuk menjelajahi sekitar bendungan. Namun, biaya sewa perahu cukup mahal, yaitu sekitar Rp700.000 untuk satu kali putaran.
Meskipun bendungan ini belum memiliki pengelolaan wisata yang baik, tetapi hal tersebut tidak menghalangi minat wisatawan untuk mengunjungi lokasi ini. Keindahan alam dan berbagai kegiatan menarik yang ditawarkan oleh Bendungan Batu Tegi membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Lampung Selatan.