Air Terjun Toroan Kabupaten Sampang Madura
Lokasi dan Potensi Wisata Pulau Madura
Pulau Madura terletak di provinsi Jawa Timur dan terbagi menjadi empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Pulau ini dikelilingi oleh lautan dengan pulau-pulau kecil serta beberapa pegunungan. Meskipun sering disebut sebagai “Pulau Garam” yang kering dan tandus, Madura sebenarnya memiliki potensi wisata yang sangat menarik.
Salah satu daya tarik utama Madura adalah wisata pantainya. Pulau ini memiliki banyak pantai yang indah seperti Pantai Lombang, Pantai Ropet, Pantai Camplong, Pantai Slopeng, Pantai Siring Kemuning, dan masih banyak lagi. Pantai-pantai ini menawarkan pasir putih yang lembut, air laut yang jernih, serta pemandangan yang menakjubkan.
Selain wisata pantai, Madura juga memiliki wisata pulau yang menarik. Beberapa pulau yang bisa dikunjungi di Madura adalah Kepulauan Kangean, Pulau Giliyang, Pulau Gili Labak, dan lainnya. Pulau-pulau ini menawarkan keindahan alam yang masih alami dan berbagai kegiatan menarik seperti snorkeling, diving, dan berjalan-jalan di sekitar pulau.
Tidak hanya itu, Madura juga memiliki wisata pegunungan dan gua yang menarik. Beberapa tempat yang bisa dikunjungi adalah Jaddih Limestone Hill, Bukit Kapur Aermata, Gua Blaban, Gua Mahakarya, dan lainnya. Wisata pegunungan dan gua ini menawarkan keindahan alam yang memukau serta petualangan yang seru.
Madura juga memiliki wisata air terjun yang menakjubkan. Salah satu air terjun terkenal di Madura adalah Air Terjun Kokop yang terletak di Kabupaten Bangkalan. Air terjun ini menawarkan pemandangan yang indah serta kesegaran alam yang menenangkan. Selain itu, ada juga Air Terjun Toroan yang terletak di Kabupaten Sampang. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan kolam alami yang cocok untuk berenang atau mandi.
Rute Menuju Lokasi
Untuk mencapai Air Terjun Toroan, perjalanan dapat ditempuh dari pusat kota Surabaya dengan jarak sekitar 105 km. Ada dua alternatif yang bisa dipilih saat menyeberang ke Pulau Madura, yaitu melalui Jembatan Suramadu atau menggunakan kapal ferry di Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah menyeberang, ada dua rute yang dapat dilalui, yaitu melalui jalur Pantura di Kabupaten Bangkalan atau melewati tengah kota Sampang.
Jika menggunakan angkutan umum, dapat memilih bus yang menuju ke kabupaten Sampang dari Terminal Bungurasih. Setelah sampai di kota Sampang, dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil L300 ke kecamatan Ketapang. Perjalanan dengan angkutan umum dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Kamal juga dapat dilanjutkan dengan menggunakan mobil L300 yang mangkal di pelabuhan tersebut.
Pesona Daya Tarik Air Terjun Toroan
Air Terjun Toroan terletak di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa, menjadikannya destinasi wisata yang unik dan menarik. Air terjun ini memiliki keunikan tersendiri yang jarang ditemukan di tempat lain.
Untuk mencapai lokasi Air Terjun Toroan, pengunjung hanya perlu melangkahkan kaki sejauh sekitar 50 meter dari area parkir. Namun, sebelum mencapai air terjun, pengunjung akan melewati kawasan pesisir pantai yang berhias batu karang. Di kawasan ini, pengunjung bisa bertemu dengan penduduk setempat yang sedang memikul pasir untuk dibawa ke lokasi yang lebih tinggi.
Air Terjun Toroan memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan mengalir dari Sungai di kecamatan Timur kota Sampang. Air terjun ini menciptakan kolam alami sedalam sekitar 2 meter pada bagian bawahnya. Setelah melewati kolam alami, air terjun ini melewati bebatuan dengan berbagai ukuran dan bentuk sebelum akhirnya bercampur dengan air laut.
Pengunjung dapat menikmati keindahan Air Terjun Toroan dengan berenang atau mandi di kolam alami yang ada di bawahnya. Namun, perlu diingat bahwa berenang di kawasan pantai tidak diperbolehkan karena adanya batu karang dan palung yang berbahaya. Selain itu, pengunjung juga bisa menaiki anak tangga yang menuju ke atas atau ke aliran sungai sebelum jatuh menjadi air terjun untuk menikmati pemandangan Pantai Nepa yang berhias pasir putih.
Setelah puas menikmati keindahan Air Terjun Toroan, pengunjung dapat bermain di Pantai Nepa atau melihat tingkah laku kera-kera yang lucu di Hutan Kera Nepa. Kedua tempat ini berdekatan dengan Air Terjun Toroan, sehingga pengunjung tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk menuju kedua spot tersebut.
Sejarah Asal Usul Air Terjun Toroan
Sebagaimana banyak tempat di Madura, Air Terjun Toroan juga memiliki sejarah dan kisah asal-usulnya sendiri. Menurut tradisi lisan yang masih tumbuh subur di lingkungan masyarakat Madura, Air Terjun Toroan memiliki cerita yang menarik.
Konon, dahulu kala ada sepasang suami istri bernama Sayyid Abdurrahman atau yang dikenal dengan sebutan Birenggono, dan istrinya Sitti Fatimah. Mereka tinggal di Dusun Langgher Dejeh yang berada di perbatasan Desa Ketapang Timur dan Ketapang Daya.
Rumah tangga mereka awalnya rukun, tetapi seiring berjalannya waktu, terjadi percekcokan dan pertengkaran di antara mereka. Keduanya saling menuduh tidak setia dan berlaku curang. Untuk membuktikan kesetiaan masing-masing, mereka sepakat untuk saling bersumpah di hadapan orang banyak.
Birenggono bersumpah bahwa jika dia meninggal, ia ingin dikubur di atas puncak bukit kapur. Jika dia bersalah, kuburannya tidak akan dapat digali, tetapi jika dia tidak bersalah, kuburannya akan mudah digali bahkan dengan hanya menggunakan ranting pohon jarak.
Sedangkan Sitti Fatimah juga bersumpah yang hampir sama. Dia meminta untuk dimakamkan di tengah hilir sungai. Jika dia bersalah, sungai tidak akan mau menerima jasadnya, tetapi jika dia tidak bersalah, jasadnya akan hanyut terbawa arus sungai.
Tidak lama setelah bersumpah, sepasang suami istri tersebut meninggal dalam waktu yang hampir bersamaan. Sesuai dengan permintaan mereka, Birenggono dimakamkan di atas bukit kapur dan kuburannya mudah digali, sementara Sitti Fatimah dimakamkan di tengah-tengah sungai yang membelah menjadi dua aliran.
Dari peristiwa ini, masyarakat setempat memberi nama “Air Terjun Toroan” yang berasal dari kata Madura “toron” yang berarti “turun”. Sementara itu, makam Sitti Fatimah yang masih membelah sungai diberi nama “Asta Buju Penyepen”. Makam Birenggono yang berada di atas bukit kapur dikenal dengan sebutan “Asta Kam Tenggi” atau makam yang berada di tempat tinggi.
Fasilitas dan Penginapan
Sebagai destinasi wisata yang belum sepenuhnya dikembangkan, fasilitas di Air Terjun Toroan masih terbatas. Hanya ada area parkir yang dikelola oleh penduduk sekitar, mushollah, kamar mandi, dan MCK yang disediakan oleh pemerintah setempat.
Untuk penginapan, tidak ada fasilitas penginapan yang tersedia di lokasi Air Terjun Toroan. Pengunjung yang membutuhkan penginapan dapat mencari penginapan di kota kecamatan Sampang, seperti PKPN, Motel Rachmat, Hotel Bahagia, Hotel Surabaya Bestari, Hotel Camplong, dan Hotel Setia.
Walaupun fasilitasnya masih terbatas, Air Terjun Toroan tetap menjadi destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung. Keindahan alam yang masih alami dan suasana yang tenang membuat pengunjung dapat menikmati liburan yang menyenangkan di sini.