Pulau Mursala Tapanuli Tengah
Rute Menuju Lokasi
Pulau Mursala terletak di Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, sebelah barat daya Kota Sibolga. Untuk mencapai lokasi ini, ada beberapa rute yang dapat dipilih. Jika berasal dari Tapanuli Selatan, perjalanan menuju Pulau Mursala akan memakan waktu sekitar 4 jam. Namun, jika Anda berasal dari Medan, ada dua pilihan transportasi yang dapat digunakan, yaitu jalur darat atau jalur udara.
Jika menggunakan jalur darat, perjalanan dari Medan ke Sibolga akan memakan waktu sekitar 10 jam. Namun, jika Anda memiliki anggaran lebih, ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Sibolga setiap hari. Setelah tiba di Sibolga, perjalanan dilanjutkan menggunakan transportasi laut dari dermaga di pesisir. Ada dua pilihan transportasi laut yang dapat dipilih, yaitu perahu kayu dan speedboat. Jika menggunakan perahu kayu, Anda harus membayar sekitar Rp. 1.700.000 untuk sewa perahu selama sehari. Sedangkan, jika menggunakan speedboat, biayanya mencapai Rp 2.900.000 dan kapasitas penumpangnya maksimal 20 orang.
Selain itu, ada juga jalan lain untuk mencapai Pulau Mursala. Anda dapat datang pagi-pagi sekitar pukul 07.00 ke Pantai Pandan, Brosur, atau Kalangan. Di pantai ini, terdapat kapal yang bisa disewa untuk menuju Pulau Mursala.
Sejarah Singkat
Pulau Mursala memiliki sejarah yang menarik. Pada zaman dulu, ada sebuah kerajaan bernama Barus Raya yang berpusat di Kota Guguk dan Kota Beriang. Raja Barus Raya saat itu adalah seorang ratu bernama Jayadana, yang lebih dikenal sebagai Putri Runduk. Putri Runduk terkenal karena kecantikannya yang menyebar ke seluruh negara.
Kecantikan Putri Runduk didengar oleh Raja Janggi, yang berasal dari Sudan dan merupakan keturunan Raja Tionghoa. Raja Janggi dan Raja Sanjaya, seorang raja dari Mataram, keduanya tertarik untuk menikahi Putri Runduk. Namun, Putri Runduk menolak karena agama mereka tidak sama dengan agamanya. Putri Runduk adalah seorang Muslim.
Kemudian, Raja Sanjaya merasa cemburu dan marah karena Raja Janggi telah lebih dulu ingin menikahi Putri Runduk. Mereka pun saling menyerang dan pertempuran terjadi antara pasukan Raja Sanjaya dan Raja Janggi. Pasukan Raja Janggi akhirnya melarikan diri dan beberapa di antaranya bersembunyi di hutan.
Saat itu, Putri Runduk dan pengawalnya bernama Sikambang Bandaharo melarikan diri ke daratan yang kemudian dikenal sebagai Pulau Mursala. Di tengah jalan, kain, selendang, dan besi milik Putri Runduk bertebaran. Putri Runduk kemudian mendirikan kerajaan baru di Pulau Mursala.
Raja Janggi selalu merindukan Putri Runduk dan mencari keberadaannya. Setelah lama mencari, Raja Janggi mendengar kabar bahwa Putri Runduk berada di Pulau Mursala. Ia mencoba menyerang pulau tersebut, namun pasukannya berhasil masuk dengan mudah karena jumlah pasukan Putri Runduk lebih sedikit.
Putri Runduk mencoba mencari solusi untuk mengatasi situasi sulit tersebut. Setelah berdiskusi dengan Sikambang, Putri Runduk setuju untuk menikahi Raja Janggi jika ia bisa menyatukan Pulau Mursala dengan daratan utama, yaitu Pulau Sumatera. Raja Janggi setuju dengan usul tersebut dan menyiapkan segala sesuatunya untuk menyatukan kedua pulau tersebut. Ia menggunakan rantai raksasa untuk menghubungkan Mursala dan Sumatera.
Namun, saat Raja Janggi mencoba memeluk Putri Runduk, sang Putri marah dan memukulnya dengan tongkat kayu akar Bahar. Tiba-tiba, Raja Janggi berubah menjadi batu dan Putri Runduk melompat ke laut dan tidak pernah kembali. Pengawalnya, Sikambang Bandaharo sangat sedih dan menyesal atas kematian Putri Runduk.
Kisah ini menjadi legenda dan menjadi bagian dari sejarah Pulau Mursala. Di pulau ini, terdapat banyak peninggalan sejarah yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung.
Obyek Wisata Lain
Pulau Mursala tidak hanya memiliki keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga beberapa obyek wisata menarik lainnya. Salah satunya adalah Pulau Jambe, sebuah pulau kecil di sekitar Mursala yang terkenal dengan perairan dangkal yang terdiri dari terumbu karang dan berbagai jenis ikan. Pulau Jambe merupakan tempat yang sempurna untuk snorkeling dan menyelam. Keindahan bawah lautnya akan membuat Anda terpesona.
Selain itu, Pulau Mursala juga memiliki berbagai jenis vegetasi yang tumbuh di sekitar pulau. Vegetasi yang dapat ditemui di pulau ini antara lain bakau, rumput, dan tumbuhan tingkat tinggi. Meskipun pulau ini cukup luas, namun tidak ada penduduk yang tinggal di sana. Hal ini membuat pulau ini terasa lebih alami dan sepi.
Ada Sebuah Lagu
Ternyata, Pulau Mursala memiliki lagu yang terkenal. Lagu tersebut berjudul “Pulau Mursala (Galau)” yang dibawakan oleh Trio Elexis. Lagu ini menggunakan bahasa Batak karena Pulau Mursala memang berasal dari daerah tersebut. Lirik lagu ini diciptakan oleh Raja Bonaran Situmeang / Jontinus Sinaga.
Lirik lagu ini menggambarkan tentang perasaan galau seseorang yang terpisah dari orang yang dicintainya dan merindukannya. Lagu ini menjadi salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan tentang Pulau Mursala.
Rencana Penginapan
Jika Anda berencana mengunjungi Pulau Mursala, ada beberapa pilihan penginapan yang dapat dipilih. Salah satunya adalah menghubungi jasa travel perjalanan ke Mursala yang biasanya menawarkan paket Open Trip atau paket tour liburan Natal dan Tahun Baru. Biaya untuk paket ini berkisar antara Rp 1.200.000 hingga Rp 1.700.000 per orang.
Paket ini biasanya sudah termasuk penginapan di homestay di Pulau Kaban Barat selama 2 hari, sewa kapal, bus dari Medan ke Sibolga, makan, dan bonus wisata ke tempat-tempat menarik di sekitar Pulau Mursala. Dengan menggunakan paket ini, Anda tidak perlu repot mencari penginapan dan tempat-tempat wisata yang harus dikunjungi.
Selain itu, Pulau Mursala juga sedang dalam rencana pembangunan objek wisata baru. Desain objek wisata ini dibuat oleh Nyoman Nuarta, yang juga mendesain Garuda Wisnu Kencana di Bali. Objek wisata ini akan berupa hotel berbentuk perahu dengan patung yang diberi nama Patung Anugrah. Patung ini akan menjadi ikon Pulau Mursala, seperti halnya Patung Yesus o Cristo Redentor di Brasil.
Biaya Penginapan
Biaya penginapan di Pulau Mursala cukup bervariasi tergantung dari jenis penginapan yang dipilih. Jika Anda menggunakan paket tour, biaya penginapan sudah termasuk dalam paket tersebut. Namun, jika Anda ingin mencari penginapan sendiri, ada beberapa homestay yang dapat dipilih di sekitar Pulau Mursala. Harga homestay ini sekitar Rp 250.000 hingga Rp 500.000 per malam, tergantung dari fasilitas yang disediakan.
Selain itu, ada juga beberapa penginapan mewah yang dapat dipilih dengan harga yang lebih tinggi. Biaya penginapan di penginapan mewah ini mencapai Rp 1.500.000 hingga Rp 3.500.000 per malam, tergantung dari fasilitas dan kenyamanan yang ditawarkan.
Jika Anda menggunakan jasa travel perjalanan, biaya penginapan sudah termasuk dalam paket yang ditawarkan. Namun, jika Anda ingin mencari penginapan sendiri, pastikan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu karena penginapan di Pulau Mursala terbatas.
Tempat Syuting
Pulau Mursala juga pernah menjadi lokasi syuting untuk film yang terkenal. Salah satu film yang menggunakan Pulau Mursala sebagai lokasi syuting adalah “Kong: Skull Island”. Film ini mengisahkan tentang asmara makhluk raksasa Kong dengan seorang wanita bernama Ann Darrow.
Pulau Mursala digunakan sebagai latar belakang dalam film ini. Dalam settingan film, Pulau Mursala diubah menjadi daratan yang penuh dengan hewan purba dan suku asli yang sangat barbar. Salah satu adegan yang paling diingat adalah pertempuran antara Kong dengan dinosaurus.
Kehadiran Pulau Mursala dalam film ini membuat pulau ini semakin terkenal dan menarik minat para pengunjung yang ingin merasakan atmosfer film tersebut.
Wisata Kuliner
Selain keindahan alamnya, Pulau Mursala juga menawarkan beragam makanan khas yang harus dicoba oleh para pengunjung. Sebagai bagian dari wilayah Tapanuli, makanan di Pulau Mursala tidak jauh berbeda dengan makanan khas Medan yang kaya akan rempah-rempah.
Salah satu makanan khas Tapanuli yang harus dicoba adalah Ikan Arsik. Ikan Arsik adalah masakan dengan bumbu kuning yang terbuat dari asam cikal, lengkuas, serai, dan kunyit. Bumbu ini dihaluskan dan dilumuri pada ikan yang sudah digoreng sebelumnya. Rasanya yang khas dan aroma rempah-rempahnya akan membuat Anda ketagihan.
Selain itu, ada juga Ikan Mas na niura, makanan khas yang terkenal sebagai hidangan untuk raja-raja. Cara membuatnya cukup unik, yaitu dengan merendam ikan dalam campuran bumbu dan asam selama beberapa jam hingga benar-benar lembut. Proses ini membuat ikan menjadi sangat lezat dan memiliki tekstur yang lembut.
Ayam Napinadar juga merupakan hidangan khas yang harus dicoba. Hidangan ini biasanya disajikan saat ada pesta masyarakat setempat. Ayam Napinadar dibuat dengan cara memanggang ayam dan menyiramnya dengan darah ayam yang sudah diaduk dengan andaliman dan bawang putih. Rasanya yang kaya rempah-rempah dan sedikit pedas akan memanjakan lidah Anda.
Dali ni Horbo adalah makanan khas Tapanuli yang terkenal sebagai “Keju Batak”. Makanan ini terbuat dari susu kerbau dan memiliki tekstur yang mirip dengan keju. Dali ni Horbo sudah ada sejak zaman dulu dan menjadi menu andalan di setiap rumah makan khas Batak.
Panggang Pacak adalah hidangan yang sangat populer di Pulau Mursala. Hidangan ini disajikan oleh RM Tapian Nauli, restoran yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai restoran terbaik di Tapanuli Tengah. Panggang Pacak terdiri dari ikan, cumi, udang, kepiting, dan bumbu rempah-rempah yang khas. Rasanya yang lezat dan aroma kelapa yang khas akan membuat Anda ketagihan.
Selain itu, ada juga Sop Ikan Holat yang hanya disajikan saat acara pesta di Pulau Mursala. Sop ini terbuat dari ikan mas bakar dengan bumbu yang terdiri dari serutan kulit kayu, beras, garang, bawang, jahe, dan perasan jeruk nipis. Rasanya yang khas dan aroma rempah-rempahnya yang kuat akan membuat Anda terpesona.
Makanan-makanan khas Tapanuli ini dapat dinikmati saat berkunjung ke Pulau Mursala. Anda dapat mencicipi kelezatan makanan ini di restoran atau warung makan di sekitar pulau.
Keindahan Pulau Mursala
Pulau Mursala merupakan salah satu tempat wisata pantai yang memiliki keindahan alam yang memukau. Pulau ini terletak di Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, dan berada di sebelah barat daya Kota Sibolga. Lokasinya yang strategis membuat Pulau Mursala menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Sumatera Utara.
Salah satu daya tarik utama Pulau Mursala adalah keindahan pantainya. Pantai di Pulau Mursala memiliki pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih. Keindahan alam bawah lautnya juga tidak kalah menakjubkan. Terumbu karang yang indah dan berbagai jenis ikan warna-warni menjadi pemandangan yang memukau bagi para pengunjung.
Selain itu, Pulau Mursala juga memiliki hutan tropis yang hijau dan lebat. Vegetasi yang tumbuh di pulau ini antara lain bakau, rumput, dan tumbuhan tingkat tinggi. Keberadaan hutan tropis ini menjadikan Pulau Mursala sebagai tempat yang sejuk dan nyaman untuk berlibur.
Pulau Mursala juga memiliki air terjun yang indah. Air terjun di pulau ini jatuh dari tebing tinggi dan menghasilkan suara gemericik air yang menenangkan. Keindahan air terjun ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Tidak hanya itu, Pulau Mursala juga memiliki keindahan alam yang unik, yaitu batu-batu besar yang tersebar di sekitar pulau. Batu-batu ini memberikan suasana yang eksotis dan menambah pesona Pulau Mursala.
Untuk menikmati keindahan Pulau Mursala, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Pada saat itu, cuaca biasanya cerah dan tidak terlalu panas. Selain itu, Anda juga dapat menikmati sunrise yang indah di pantai Pulau Mursala.
Jika Anda mencari tempat wisata pantai yang menawarkan keindahan alam yang memukau, Pulau Mursala adalah pilihan yang tepat. Dengan pantai yang indah, air terjun yang menakjubkan, dan hutan tropis yang hijau, Pulau Mursala akan memberikan pengalaman liburan yang tak terlupakan.