PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

10 Daftar Oleh-Oleh Khas Magelang Yang Ramah Dikantong

Blog

Getuk Trio

1. Deskripsi

Getuk Trio adalah oleh-oleh khas Magelang yang paling banyak diminati dan kerap dijadikan sebagai buah tangan. Getuk Trio bukanlah nama kelompok penyanyi, melainkan salah satu kreasi kuliner unik dan enak yang sedang naik daun di kota Magelang. Makanan ini diberi nama Getuk Trio karena memiliki tiga lapis warna yakni putih, cokelat, dan merah muda. Getuk ini menawarkan rasa unik antara manisnya gula merah dan gurihnya santan. Makanan ini termasuk makanan tahan lama, sehingga cocok jika dijadikan oleh-oleh. Untuk mendapatkan getuk trio ini tidak sulit karena banyak dijual di toko oleh-oleh dengan harga berkisar Rp.11.000-Rp.14.000 saja.

2. Sejarah

Getuk Trio memiliki sejarah yang cukup panjang di kota Magelang. Makanan ini sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram Kuno. Pada masa itu, getuk trio menjadi makanan istana karena proses pembuatannya yang cukup rumit dan membutuhkan bahan-bahan yang sulit didapatkan. Namun, seiring berjalannya waktu, getuk trio mulai dijual sebagai oleh-oleh di Magelang dan menjadi salah satu makanan khas yang paling terkenal.

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan getuk trio cukup rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pertama, singkong yang sudah dikupas dan dipotong-potong direbus hingga matang. Setelah itu, singkong yang sudah matang dihaluskan menggunakan alat penghalus atau blender. Setelah halus, santan yang sudah diperas dari kelapa parut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam singkong yang sudah dihaluskan. Kemudian, adonan singkong dan santan tersebut dibagi menjadi tiga bagian yang masing-masing diberi pewarna alami seperti pandan, cokelat, dan gula merah. Setelah itu, ketiga warna adonan tersebut dikukus hingga matang. Setelah matang, getuk trio siap disajikan.

Gethuk Bolen

1. Deskripsi

Gethuk Bolen merupakan kudapan khas Magelang yang terbuat dari singkong yang dibalut dengan kulit pastry dan diberi pasta. Gethuk Bolen memiliki tampilan yang menarik seperti sebuah mangkuk mini dan memiliki citarasa yang sangat lezat. Gethuk Bolen pertama kali dibuat di Fiory Bakery & Patisery yang berlokasi di Jln. Diponegoro No. 17, kota Magelang. Untuk mendapatkan Gethuk Bolen, pengunjung dapat datang langsung ke Fiory Bakery untuk melihat cara pembuatannya dan membeli Gethuk Bolen dengan harga Rp52.500 per kotak berisi 12 buah.

2. Sejarah

Gethuk Bolen memiliki sejarah yang cukup panjang di Magelang. Makanan ini pertama kali dibuat di Fiory Bakery & Patisery oleh seorang pengusaha lokal yang ingin menciptakan kudapan unik yang dapat menjadi oleh-oleh khas Magelang. Dengan bantuan rekan-rekannya, ia menciptakan Gethuk Bolen yang terbuat dari singkong dan dibalut dengan kulit pastry. Makanan ini kemudian menjadi populer di kalangan wisatawan dan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang paling dicari di Magelang.

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan Gethuk Bolen cukup rumit dan membutuhkan keahlian khusus. Pertama, singkong yang sudah dikupas dan dipotong-potong direbus hingga matang. Setelah matang, singkong dihaluskan menggunakan alat penghalus atau blender. Kemudian, adonan singkong yang sudah halus ditambahkan dengan bahan lain seperti gula, santan, dan pasta. Setelah adonan siap, kulit pastry yang sudah siap pakai dibentuk menjadi mangkuk mini dan diisi dengan adonan singkong. Setelah itu, Gethuk Bolen dikukus hingga matang. Setelah matang, Gethuk Bolen siap disajikan dan dapat dinikmati sebagai oleh-oleh khas Magelang.

BACA JUGA :  Asyiknya Bermain di Curug Lawang

Keripik Slondok

1. Deskripsi

Keripik Slondok adalah cemilan renyah yang terbuat dari singkong. Keripik ini tersedia dalam beberapa rasa, seperti rasa original, manis, dan pedas. Keripik Slondok sangat mudah didapatkan di sejumlah pusat oleh-oleh yang tersebar di kota Magelang dan harganya dibanderol hanya sekitar Rp.15.000 per bungkus. Selain banyak dijual di pusat oleh-oleh, Keripik Slondok juga dapat ditemui di toko-toko online seperti Bukalapak atau Tokopedia.

2. Sejarah

Keripik Slondok memiliki sejarah yang cukup panjang di Magelang. Makanan ini pertama kali dibuat oleh seorang ibu rumah tangga di Magelang yang ingin menciptakan cemilan unik dari bahan singkong. Dengan bantuan keluarganya, ia menciptakan Keripik Slondok yang memiliki tekstur renyah dan rasa yang lezat. Makanan ini kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat Magelang dan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang paling dicari.

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan Keripik Slondok cukup sederhana. Pertama, singkong yang sudah dikupas dan dipotong-potong tipis direbus hingga matang. Setelah matang, singkong diangin-anginkan sejenak hingga agak kering. Kemudian, singkong yang sudah agak kering digoreng dalam minyak panas hingga renyah dan kecokelatan. Setelah itu, Keripik Slondok siap disajikan dan dapat dinikmati sebagai cemilan renyah. Keripik Slondok memiliki beberapa varian rasa, seperti rasa original, manis, dan pedas, yang dapat dipilih sesuai dengan selera.

Pothil

1. Deskripsi

Pothil adalah makanan ringan khas Magelang yang bentuknya mirip cincin, berwarna kecoklatan, dan memiliki citarasa gurih. Pothil memiliki beberapa varian rasa, seperti rasa keju, pizza, dan jagung bakar. Makanan ini dapat dinikmati sebagai cemilan atau sebagai pelengkap lauk seporsi nasi atau makanan berkuah seperti bakso atau soto. Harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp.8.000-Rp.10.000 per bungkus, dan mudah ditemui di setiap toko oleh-oleh di Magelang.

2. Sejarah

Pothil memiliki sejarah yang cukup panjang di Magelang. Makanan ini pertama kali dibuat oleh seorang ibu rumah tangga yang ingin menciptakan makanan ringan yang unik dan enak. Dengan bantuan keluarganya, ia menciptakan Pothil yang memiliki tekstur renyah dan rasa yang gurih. Makanan ini kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat Magelang dan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang paling dicari.

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan Pothil cukup sederhana. Pertama, tepung terigu, air, dan garam dicampur hingga membentuk adonan yang elastis. Setelah itu, adonan dipotong-potong dan dibentuk menjadi cincin kecil. Kemudian, cincin-cincin tersebut digoreng dalam minyak panas hingga matang dan kecokelatan. Setelah matang, Pothil siap disajikan dan dapat dinikmati sebagai makanan ringan. Pothil memiliki beberapa varian rasa, seperti rasa keju, pizza, dan jagung bakar, yang dapat dipilih sesuai dengan selera.

Tape Ketan

1. Deskripsi

Tape Ketan merupakan buah tangan khas Magelang yang berwarna hijau. Warna hijau pada Tape Ketan berasal dari perasan daun katuk yang digunakan dalam proses pembuatannya. Tape Ketan memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang manis. Tape Ketan dapat dinikmati sebagai cemilan atau sebagai pelengkap makanan. Salah satu merk paling terkenal adalah “Tape Ketan 181” yang beralamat di Jln. Pemuda No. 181. Tape Ketan dapat awet selama 3-4 hari jika disimpan di dalam lemari es.

2. Sejarah

Tape Ketan memiliki sejarah yang panjang di Magelang. Makanan ini sudah ada sejak zaman dulu dan menjadi salah satu makanan tradisional yang populer di kalangan masyarakat Magelang. Tape Ketan pertama kali dibuat oleh seorang ibu rumah tangga yang ingin menciptakan makanan unik dan enak dari bahan ketan. Dengan bantuan keluarganya, ia menciptakan Tape Ketan yang memiliki tekstur kenyal dan rasa yang manis. Makanan ini kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat Magelang dan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang paling dicari.

BACA JUGA :  10 Gambar Curug Awang Sukabumi Cibenda + Tragedi Legenda Mitos Misteri Sejarah

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan Tape Ketan cukup sederhana. Pertama, ketan yang sudah dicuci bersih direndam dalam air selama beberapa jam. Setelah direndam, ketan diangkat dan dikukus hingga matang. Setelah matang, ketan dituangkan dengan air daun katuk yang telah diperas. Proses ini dilakukan agar ketan memiliki warna hijau yang khas. Setelah itu, ketan dikukus kembali hingga matang dan kenyal. Setelah matang, Tape Ketan siap disajikan dan dapat dinikmati sebagai cemilan atau sebagai pelengkap makanan.

Wajik dan Jenang Ny.Week

1. Deskripsi

Wajik dan Jenang Ny.Week merupakan buah tangan khas Magelang yang enak dimakan sembari minum teh. Wajik Ny.Week memiliki tekstur yang sangat lembut dan terdiri dari dua varian rasa, yaitu gula kelapa dengan warna cokelat dan pandan dengan warna hijau. Wajik ini dapat ditemukan di tempat produksinya langsung di jalan Magelang-Purworejo atau di sejumlah toko oleh-oleh. Harganya cukup bervariasi, mulai dari belasan ribu hingga Rp.40.500 untuk ukuran 900 gram.

2. Sejarah

Wajik dan Jenang Ny.Week memiliki sejarah yang cukup panjang di Magelang. Makanan ini pertama kali dibuat oleh seorang ibu rumah tangga yang ingin menciptakan makanan ringan yang enak untuk dinikmati sembari minum teh. Dengan bantuan keluarganya, ia menciptakan Wajik dan Jenang Ny.Week yang memiliki tekstur lembut dan rasa yang enak. Makanan ini kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat Magelang dan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang paling dicari.

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan Wajik dan Jenang Ny.Week cukup rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pertama, beras ketan direndam dalam air selama beberapa jam. Setelah direndam, beras ketan diangkat dan dikukus hingga matang. Setelah matang, beras ketan ditumbuk hingga halus dan dicampur dengan santan dan gula. Setelah itu, adonan ketan tersebut dimasak hingga mengental dan siap dijadikan wajik atau jenang. Setelah dingin, Wajik dan Jenang Ny.Week siap disajikan dan dapat dinikmati sebagai oleh-oleh khas Magelang.

Grubi

1. Deskripsi

Grubi adalah sejenis jajanan tradisional khas Magelang yang terbuat dari ubi jalar. Grubi memiliki bentuk yang menyerupai bola-bola dan memiliki tekstur yang kenyal. Meskipun hampir tersingkir oleh jajanan kekinian, Grubi masih tetap dapat ditemui di setiap toko oleh-oleh yang ada di Magelang. Harganya sangat terjangkau, hanya Rp.500 per butir atau Rp.10.000-Rp.50.000 per bungkus.

2. Sejarah

Grubi memiliki sejarah yang panjang di Magelang. Makanan ini sudah ada sejak zaman dulu dan menjadi salah satu jajanan tradisional yang populer di kalangan masyarakat Magelang. Grubi pertama kali dibuat oleh seorang ibu rumah tangga yang ingin menciptakan makanan unik dan enak dari bahan ubi jalar. Dengan bantuan keluarganya, ia menciptakan Grubi yang memiliki tekstur kenyal dan rasa yang enak. Makanan ini kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat Magelang dan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang paling dicari.

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan Grubi cukup sederhana. Pertama, ubi jalar dikukus hingga matang dan lunak. Setelah matang, ubi jalar dihaluskan menggunakan alat penghalus atau blender. Kemudian, adonan ubi jalar yang sudah halus dibentuk menjadi bola-bola kecil. Setelah itu, bola-bola ubi jalar tersebut direbus dalam air mendidih hingga matang. Setelah matang, Grubi siap disajikan dan dapat dinikmati sebagai jajanan tradisional. Grubi memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang enak, sehingga menjadi favorit di kalangan masyarakat Magelang.

Gula Kacang/Ampyang

1. Deskripsi

Gula Kacang atau Ampyang adalah kudapan khas Magelang yang terbuat dari kacang yang disiram dengan cairan gula merah dan didiamkan hingga mengeras. Gula Kacang memiliki rasa yang gurih dan manis. Kudapan ini sangat mudah ditemui di toko oleh-oleh di Magelang dengan harga mulai dari Rp.15.000-Rp.25.000 per bungkus.

BACA JUGA :  Pantai Sadeng Kabupaten Gunung Kidul Jogja

2. Sejarah

Gula Kacang atau Ampyang memiliki sejarah yang cukup panjang di Magelang. Makanan ini sudah ada sejak zaman dulu dan menjadi salah satu kudapan tradisional yang populer di kalangan masyarakat Magelang. Gula Kacang atau Ampyang pertama kali dibuat oleh seorang ibu rumah tangga yang ingin menciptakan kudapan unik dan enak dari bahan kacang dan gula merah. Dengan bantuan keluarganya, ia menciptakan Gula Kacang atau Ampyang yang memiliki tekstur kenyal dan rasa yang gurih. Makanan ini kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat Magelang dan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang paling dicari.

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan Gula Kacang atau Ampyang cukup sederhana. Pertama, kacang yang sudah disangrai direndam dalam air selama beberapa jam. Setelah direndam, kacang diangkat dan dihaluskan menggunakan alat penghalus atau blender. Kemudian, kacang yang sudah halus disiram dengan cairan gula merah yang sudah dididihkan. Setelah disiram, kacang dan gula merah didiamkan hingga mengeras. Setelah mengeras, Gula Kacang atau Ampyang siap disajikan dan dapat dinikmati sebagai kudapan tradisional.

Permen Tape

1. Deskripsi

Permen Tape adalah kudapan khas Magelang yang terbuat dari tape yang dicampur dengan gula putih dan parutan kelapa. Permen Tape memiliki rasa yang manis dan tekstur yang kenyal. Awalnya, Permen Tape hanya dapat dinikmati saat Idul Fitri, namun sekarang kudapan ini sudah dapat disantap kapan saja. Permen Tape banyak dijual di pusat oleh-oleh dan toko-toko online dengan harga berkisar Rp.20.000 per kilogram.

2. Sejarah

Permen Tape memiliki sejarah yang panjang di Magelang. Makanan ini pertama kali dibuat oleh seorang ibu rumah tangga yang ingin menciptakan kudapan unik dan enak dari bahan tape. Dengan bantuan keluarganya, ia mencampur tape dengan gula putih dan parutan kelapa untuk menciptakan Permen Tape yang memiliki rasa manis dan tekstur kenyal. Makanan ini kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat Magelang dan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang paling dicari.

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan Permen Tape cukup sederhana. Pertama, tape direndam dalam air selama beberapa jam. Setelah direndam, tape ditiriskan dan dicampur dengan gula putih dan parutan kelapa. Kemudian, adonan tape, gula putih, dan parutan kelapa tersebut dimasak hingga mengental. Setelah mengental, adonan tersebut dituangkan ke dalam cetakan dan didinginkan hingga mengeras. Setelah mengeras, Permen Tape siap disajikan dan dapat dinikmati sebagai kudapan tradisional. Permen Tape dapat awet selama beberapa hari jika disimpan dalam wadah kedap udara.

Buntil

1. Deskripsi

Buntil adalah makanan khas Magelang berbahan dasar daun talas muda yang diisi dengan campuran parutan kelapa, ikan asin, udang, atau petai. Buntil banyak dijual di pasar Tukangan Magelang dengan harga sekitar Rp.2.000 per buah. Makanan ini enak dimakan sebagai lauk dengan nasi atau sebagai oleh-oleh khas Magelang.

2. Sejarah

Buntil memiliki sejarah yang panjang di Magelang. Makanan ini pertama kali dibuat oleh seorang ibu rumah tangga yang ingin menciptakan makanan unik dan enak dari bahan daun talas muda. Dengan bantuan keluarganya, ia menciptakan Buntil yang memiliki rasa yang enak dan tekstur yang lembut. Makanan ini kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat Magelang dan menjadi salah satu oleh-oleh khas yang paling dicari.

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan Buntil cukup sederhana. Pertama, daun talas muda dicuci bersih dan direbus hingga layu. Setelah layu, daun talas muda diangkat dan diiris tipis-tipis. Kemudian, parutan kelapa, ikan asin, udang, atau petai ditambahkan ke dalam daun talas muda yang sudah diiris. Setelah itu, daun talas muda yang sudah diisi dengan campuran tersebut digulung dan diikat dengan tali. Setelah itu, Buntil direbus hingga matang. Setelah matang, Buntil siap disajikan dan dapat dinikmati sebagai makanan tradisional atau sebagai oleh-oleh khas Magelang.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *