Lokasi Gua Maria Pohsarang
Lokasi dan Harga Tiket Masuk
Gua Puhsarang terletak di Desa Pohsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Untuk mencapai tempat ini, dari pusat kota Kediri dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 km ke arah Barat Daya. Lokasinya yang strategis membuat gua ini mudah dijangkau oleh wisatawan, baik menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi.
Untuk bisa masuk ke area wisata religi umat Katolik ini, pengunjung cukup membayar biaya parkir. Harga tiket parkir untuk mobil adalah Rp. 5.000, sedangkan untuk sepeda motor adalah Rp. 3.000. Biaya yang cukup terjangkau ini menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi gua ini. Selain itu, umumnya pengunjung yang datang ke Gua Puhsarang adalah umat Katolik yang ingin berziarah atau berdoa.
Dijangkau Transportasi Umum
Bagi wisatawan yang tidak memiliki kendaraan pribadi, tidak perlu khawatir karena Gua Puhsarang dapat dijangkau menggunakan transportasi umum. Waktu tempuh dari kota Kediri ke lokasi objek wisata religi umat Katolik ini biasanya memakan waktu sekitar 60 hingga 90 menit, tergantung dari keadaan lalu lintas dan rute yang dilalui.
Jika wisatawan tidak mengetahui rute yang harus dilalui, mereka dapat menggunakan peta online yang tersedia. Peta online ini tidak hanya menampilkan rute menuju ke lokasi wisata, tetapi juga menyediakan foto-foto yang memudahkan wisatawan dalam mencari dan mengenali Gua Puhsarang. Selain itu, karena lokasi gua ini dekat dengan penginapan seperti hotel, wisatawan juga dapat menghubungi nomor telepon hotel untuk melakukan pemesanan kamar.
Sejarah Berdirinya Gua Puhsarang
Sejarah Gua Puhsarang dimulai pada tahun 1925 ketika ajaran Katolik mulai masuk ke Kediri. Penyebaran ajaran agama ini dilakukan oleh pelayanan Prefektur Apostolik Surabaya. Pada saat itu, sebagian penduduk lereng Gunung Wilis di Kediri juga mulai menganut ajaran Katolik. Dari sinilah muncul gagasan untuk membangun sebuah gereja.
Gagasan ini kemudian diprakarsai oleh Pastor Jan Wolters CM. Pembangunan gereja ini dilakukan dengan arsitektur karya Henricus Maclaine Pont dan selesai pada tahun 1934. Awalnya, gereja ini berlokasi di dekat makam dan terdapat sebuah gua yang dibuat oleh Romo Emilio Rossi.
Di dalam gua ini terdapat sebuah patung kecil yang terbuat dari kuningan. Patung ini menggambarkan Bunda Maria yang terkandung tanpa noda dosa asal. Di atas patung ini terdapat tulisan yang berarti “Bunda Maria yang terkandung tanpa noda dosa asal, doakanlah aku yang datang berlindung kepadaMu”. Gua kecil ini banyak didatangi oleh umat Katolik yang ingin berdoa atau berziarah. Namun yang menarik, umat beragama lain juga sering berkunjung ke gua ini.
Pembangunan Gua Puhsarang
Dengan terus bertambahnya jumlah pengunjung yang datang, lahan di sekitar gua semakin terasa sempit. Oleh karena itu, pada tahun 1998, dibangunlah sebuah gua baru yang diberi nama Puhsarang. Gua ini berlokasi tidak jauh dari area gereja Puhsarang. Pembangunan gua Puhsarang dimulai dengan upacara peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Uskup Surabaya saat itu, Monseignor Johanes Sudiarna Hadiwikarta.
Gua Puhsarang ini merupakan replika dari Gua Maria Lourdes yang terletak di Prancis. Gua ini dibangun menggunakan semen dan di dalamnya terdapat sebuah patung Bunda Maria. Patung ini memiliki tinggi 3,5 meter, melebihi ukuran patung aslinya yang hanya 1,75 meter. Hal ini dilakukan agar patung tersebut dapat sesuai dengan ukuran gua yang tingginya mencapai 18 meter.
Area Wisata Religi Gua Puhsarang
Area wisata religi umat Katolik ini tidak hanya mencakup gua Puhsarang, tetapi juga gereja yang memiliki arsitektur perpaduan antara budaya Hindu-Jawa. Gereja ini merupakan peninggalan sejarah yang dibangun pada tahun 1934. Di halaman gereja, pengunjung akan menjumpai arca Bunda Maria dan Yesus dengan tangan terbuka. Hal ini memberikan kesan bahwa kedua arca tersebut menyambut para pengunjung. Namun, makna sebenarnya dari kedua arca ini hanya diketahui oleh pembuatnya, karena setiap bagian dari arca memiliki filosofi sendiri.
Sebelum memasuki area pendopo gereja, terdapat gapura yang terbuat dari batu alam. Di sini juga terdapat menara lonceng yang dibangun untuk menghormati Santo Henricus sebagai pelindung sang arsitek. Menara lonceng ini memiliki sebuah ayam bertengger di bagian atasnya yang berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin.
Selain itu, di area ini juga terdapat pemakaman umum untuk umat Katolik dan para pastor dari Keuskupan Agung Surabaya. Terdapat juga hidangan kana dan gedung Serba Guna yang biasanya digunakan sebagai tempat istirahat para pengunjung. Gedung Serba Guna ini juga sering digunakan untuk mengadakan jadwal misa.
Tak jauh dari taman Kana, terdapat beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman. Di tengah-tengah taman Kana, terdapat jalur berbentuk salib yang mengelilingi area tersebut. Jalur ini biasanya digunakan oleh pengunjung untuk berdoa atau berziarah.
Keseluruhan area wisata religi umat Katolik di Gua Puhsarang ini merupakan tempat yang sangat indah dan mengesankan. Tidak hanya menawarkan keindahan alam gua yang terbentuk secara alami, tetapi juga memberikan tempat bagi umat Katolik untuk beribadah dan berziarah. Keberadaan gua ini juga menunjukkan bahwa tempat wisata tidak selalu harus berupa pantai atau pegunungan, tetapi juga dapat berupa tempat-tempat religi yang memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi.