PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Embung Batara Sriten Gunung Kidul Yogyakarta

Blog

Heading 2: Keindahan Embung Batara Sriten

Embung Batara Sriten adalah salah satu embung atau waduk di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di desa Pilangrejo, kecamatan Nglipar, Gunung Kidul. Embung ini memiliki daya tarik tersendiri karena keindahan alamnya yang memukau. Dengan ketinggian 859 meter di atas permukaan laut, embung ini menawarkan panorama yang spektakuler.

Embung Batara Sriten memiliki denah yang mirip dengan kolam renang pribadi sebuah resort. Namun, embung ini berfungsi sebagai wadah penampungan air untuk pengembangan kawasan agrowisata dan pencegahan kekeringan bagi warga sekitar. Meskipun di sekitar embung terdapat sebuah makam atau petilasan yang diyakini sebagai peninggalan kerabat kesultanan, tetapi hal tersebut tidak menghalangi wisatawan untuk berkunjung.

Menurut cerita dari warga sekitar, petilasan ini memiliki sejarah sebagai tempat penanda moksa dari Syech Wali Jati di masa lalu. Nama Batara Sriten sendiri diambil dari penggalan kata untuk kawasan pegunungan BATuragung utARA yang berada di kawasan Padukuhan Sriten. Embung ini memiliki kelebihan dalam tahan terhadap asam sulfat dan deformasi tanah di sekitarnya. Namun, embung ini kurang tahan terhadap penetrasi fisik sehingga tidak ada ikan yang hidup di dalamnya.

Embung Batara Sriten diresmikan oleh Sri Sultan HB X pada September 2014. Berkat letaknya yang tinggi, embung ini memiliki udara yang dingin terutama saat angin sedang kencang. Untuk masuk ke embung ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket seharga 3.000 rupiah per orang. Banyak pengunjung yang datang ke embung ini untuk melakukan olahraga dirgantara seperti gantole, paramotor, dan paralayang. Namun, bagi yang tidak hobi berolahraga dirgantara, embung ini juga menawarkan banyak aktivitas lainnya.

BACA JUGA :  The 101 OJ Malang, Hotel Bintang 4 Yang Elegan Dengan Fasilitas Lengkap Mulai Rp650.000 Per Malam

Pengunjung dapat menikmati keindahan alam sekitar embung dengan berburu foto di berbagai spot kece yang menampilkan panorama landscape dari deretan pegunungan di Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, dan Klaten. Selain itu, pengunjung juga dapat berburu sunrise atau sunset yang indah di tempat ini. Bagi yang suka camping atau hammocking, embung ini juga menjadi tempat yang cocok untuk bersantai dan menikmati alam.

Heading 3: Rute Menuju Embung Batara Sriten

Untuk menuju ke Embung Batara Sriten dari kota Yogyakarta, pengunjung dapat menggunakan jalur ke arah Jalan Wonosari. Kemudian, menuju Piyungan dan Patuk hingga tiba di pertigaan Sambipitu. Dari sana, pengunjung dapat berbelok ke kiri dan mengikuti petunjuk jalan hingga tiba di pertigaan besar sebelum pasar Nglipar. Berbelok ke kiri lagi dan setelah melewati kantor kades Pilangrejo, pengunjung akan menemukan jalan menanjak berbatu yang menuju ke Embung Batara Sriten.

Akses menuju embung ini memang lumayan curam dan membutuhkan kehati-hatian, terutama bagi pengunjung yang menggunakan motor matic. Selain itu, disarankan untuk menghindari kunjungan saat curah hujan tinggi karena beberapa bagian jalan dapat tertutup lumpur dan menjadi licin. Pastikan juga kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum perjalanan. Selain itu, bagi yang berkunjung berdua, disarankan untuk meninggalkan embung sebelum malam karena jalan di kawasan ini relatif sepi.

Untuk memudahkan pengunjung, dapat menggunakan aplikasi peta pada smartphone dengan mengikuti link yang tersedia pada deskripsi awal artikel. Dengan berbagai keindahan alam yang ditawarkan Embung Batara Sriten, tidak ada alasan untuk tidak mengunjunginya. Jadi, tunggu apa lagi? Lepaskan penat dan lelahmu di embung ini dan nikmati keindahan alam Gunung Kidul. Jangan lupa untuk mengabadikan momen spesialmu di embung ini dan membagikan pengalamanmu untuk membantu meningkatkan pariwisata lokal. Yuk, kunjungi Jogja!


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *