Berpetualang ke Bukit Lawang Kabupaten Langkat
Lokasi Wisata Bukit Lawang
Bukit Lawang terletak di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kawasan ini berada di dalam Taman Nasional Gunung Leuser, yang memiliki luas sekitar 1.094.692 hektar. Bukit Lawang dapat diakses melalui perjalanan darat dari Kota Medan, dengan jarak sekitar 120 km, atau dari Barat Laut Kota Binjai, dengan jarak sekitar 68 km.
Untuk mencapai Bukit Lawang, terdapat beberapa rute yang dapat dipilih. Jika Anda berangkat dari Kota Medan, perjalanan dimulai dari Bandara Kualanamu atau dari hotel tempat menginap di Medan. Anda dapat menyewa mobil dengan harga sekitar Rp.400.000 – Rp.500.000, termasuk sopir namun tidak termasuk bahan bakar. Alternatif lain adalah menuju Terminal Bus Pinang Baris dan naik bus jurusan Pinang Baris – Bukit Lawang dengan tarif sekitar Rp.50.000.
Jika Anda berangkat dari Kota Binjai, perjalanan dimulai dengan melewati Persimpangan Jalan Gatot Subroto dan menyusuri jalan Binjai – Kuala. Perjalanan ini akan melintasi 7 jembatan besi sebelum sampai di Bukit Lawang. Perjalanan dengan bus dari Terminal Pinang Baris berakhir di Terminal Gotong Royong di Bukit Lawang, dengan waktu tempuh sekitar 2,5 – 3 jam. Jika menggunakan mobil pribadi atau mobil rental, perjalanan akan melewati pintu gerbang PT Langkat Nusantara Kepong dan berakhir di area parkir kendaraan.
Tentang Bukit Lawang
Bukit Lawang mulai menjadi pusat perhatian dunia sejak tahun 1973, ketika Frankfurd Zoological Society dan WWF menjadikannya sebagai Pusat Rehabilitasi Orangutan. Pusat Rehabilitasi ini awalnya hanya dikunjungi oleh para konservasionis dan peneliti. Namun, dalam perkembangannya, Bukit Lawang menjadi tujuan wisatawan dari berbagai belahan dunia yang ingin melihat secara langsung keberadaan Orangutan.
Selama tahun 1972 – 2001, sebanyak 229 Orangutan yang disita dari perdagangan satwa liar direhabilitasi di Bukit Lawang dan dilepaskan kembali ke habitat aslinya. Setelah program Pusat Rehabilitasi tidak dilanjutkan, Bukit Lawang berubah menjadi Viewing Centre atau Pusat Pengamatan Orangutan, yang menjadi salah satu objek wisata unggulan di Sumatera Utara.
Bukit Lawang tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi Orangutan, tetapi juga berbagai jenis satwa liar lainnya. Di Taman Nasional Gunung Leuser, terdapat Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Gajah Sumatera, Ajag, Beruang Madu, Rangkong Papan, Siamang, dan banyak lagi. Selain itu, terdapat pula berbagai jenis flora langka seperti Rafflessia Arnoldi, Anggrek Hutan, Cendawan Harimau, dan lain-lain.
Cuaca di Bukit Lawang memiliki kelembaban antara 80 – 100 persen, dengan suhu udara rata-rata 21,1°C – 27,5°C. Curah hujan yang tinggi sepanjang tahun membuat Bukit Lawang selalu hijau dan segar. Topografi kawasan ini berbentuk landai dan perbukitan dengan tingkat kemiringan yang bervariasi antara 45 – 90 persen.
Masyarakat Bukit Lawang memiliki budaya heterogen, terdiri dari berbagai suku seperti Melayu, Jawa, Karo, dan Batak. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan pedagang. Seiring dengan berkembangnya industri pariwisata, masyarakat juga mencari penghasilan dari dunia pariwisata, seperti menyewakan rumah untuk homestay, berdagang makanan dan minuman, serta menjadi guide wisatawan.
Rute Menuju Lokasi
Untuk mencapai Bukit Lawang, terdapat beberapa rute yang dapat dipilih. Jika Anda berangkat dari Kota Medan, perjalanan dimulai dari Bandara Kualanamu atau hotel tempat menginap di Medan. Anda dapat menyewa mobil seharga Rp.400.000 – Rp.500.000, termasuk sopir namun tidak termasuk bahan bakar. Alternatif lain adalah menuju Terminal Bus Pinang Baris dan naik bus jurusan Pinang Baris – Bukit Lawang dengan tarif sekitar Rp.50.000.
Jika Anda berangkat dari Kota Binjai, perjalanan dimulai dengan melewati Persimpangan Jalan Gatot Subroto dan menyusuri jalan Binjai – Kuala. Perjalanan ini akan melintasi 7 jembatan besi sebelum sampai di Bukit Lawang. Jika menggunakan bus, perjalanan berakhir di Terminal Gotong Royong di Bukit Lawang dengan waktu tempuh sekitar 2,5 – 3 jam. Perjalanan dengan mobil pribadi atau mobil rental juga dapat dilakukan dengan melewati pintu gerbang PT Langkat Nusantara Kepong dan berakhir di area parkir kendaraan.
Berpetualang Menjelajah
Bukit Lawang menawarkan berbagai aktifitas menarik bagi para pengunjungnya. Salah satu aktifitas yang wajib dilakukan adalah Jungle Trekking, yang memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi hutan hujan tropis seluas 200 hektar. Selama trekking, pengunjung akan melihat berbagai jenis tumbuhan dan satwa langka, serta dapat berinteraksi dengan Orangutan di habitat aslinya.
Aktifitas lain yang dapat dilakukan di Bukit Lawang adalah Rafting dan River Tubing. Sungai Bahorok yang mengalir di kawasan ini menawarkan arus yang deras dan melewati batu-batu sungai yang besar. Pengunjung dapat menyewa perahu karet atau ban truk besar untuk menikmati aktifitas ini.
Selain itu, pengunjung juga dapat melihat berbagai satwa liar di habitat aslinya, seperti Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Gajah Sumatera, dan lain-lain. Pengunjung juga dapat berinteraksi dengan Orangutan yang masih ada di Bukit Lawang, meskipun tidak selalu dapat berinteraksi dengan mereka.
Aktifitas lain yang menarik adalah caving, yaitu menjelajahi Goa Kelelawar yang besar dan berisi ribuan ekor kelelawar. Di dalam gua, pengunjung dapat melihat keindahan stalaktit dan stalagmit yang ada di dalamnya.
Terakhir, pengunjung juga dapat mandi di bawah air terjun yang ada di Bukit Lawang. Air terjun ini tidak hanya menyegarkan tubuh setelah melakukan perjalanan panjang, tetapi juga menawarkan view yang indah untuk dijadikan latar belakang foto.
Harga Tiket Masuk
Untuk masuk ke kawasan Bukit Lawang, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp.5.000. Jika membawa kendaraan pribadi atau mobil rental, ongkos parkir sebesar Rp.20.000. Untuk melewati jembatan penyeberangan, pengunjung harus membayar sebesar Rp.2.000 kepada pemilik jembatan.
Selain harga tiket masuk, terdapat juga biaya lain yang harus dikeluarkan oleh pengunjung, seperti biaya sewa perahu karet atau ban truk besar untuk rafting atau river tubing, serta biaya sewa guide untuk melakukan trekking dan menjelajahi hutan Bukit Lawang.
Akomodasi
Bukit Lawang menawarkan berbagai pilihan akomodasi bagi para pengunjungnya. Terdapat beberapa hotel, villa, dan cottage yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan budget pengunjung. Beberapa penginapan yang populer di Bukit Lawang antara lain Ecolodge Bukit Lawang Cottages, Bugis Inn, Ida Guest House & Restaurants, Thomas Retreat Bukit Lawang, dan banyak lagi.
Hampir semua penginapan di Bukit Lawang mengusung konsep Eco Lodging, yang berarti tempat penginapan tersebut dibuat menyatu dengan alam. Fasilitas yang disediakan oleh penginapan-penginapan ini sangat lengkap, mulai dari guesthouse hingga restoran. Tarif kamar dihampir semua penginapan tersebut berkisar antara Rp.150.000 – Rp.500.000 per malam, tergantung dari ukuran dan fasilitas yang tersedia.
Salah satu penginapan yang paling banyak menerima tamu wisatawan asing adalah Ecolodge Bukit Lawang Cottages, yang letaknya di belakang Penginapan Rindu Alam. Penginapan ini digandrungi oleh turis wisatawan asing karena mengusung konsep naturan dan ekowisata dalam segala aspeknya, mulai dari desain bangunan hingga pengelolaan sampah.
Conclusion
Bukit Lawang merupakan destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Kawasan hutan hujan tropis yang luas, flora dan fauna langka, serta interaksi dengan Orangutan di habitat aslinya menjadikan Bukit Lawang sebagai tujuan wisata yang menarik.
Akses menuju Bukit Lawang mudah dijangkau dari Kota Medan atau Binjai. Terdapat berbagai aktifitas menarik yang dapat dilakukan di Bukit Lawang, seperti Jungle Trekking, Rafting dan River Tubing, melihat satwa di habitat aslinya, berinteraksi dengan Orangutan, caving, dan mandi di bawah air terjun.
Harga tiket masuk ke Bukit Lawang relatif murah, dan terdapat berbagai pilihan akomodasi yang sesuai dengan kebutuhan dan budget pengunjung. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati makanan khas daerah tersebut.
Bukit Lawang merupakan destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan bagi pecinta alam dan petualangan. Dengan keindahan alamnya yang masih alami dan keberagaman flora dan fauna yang ada, Bukit Lawang menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu primadona pariwisata di Indonesia.