10 Daftar Biaya Hidup di Negara India Per Bulan, Apakah Benar Lebih Murah Daripada Indonesia?
1. Sewa Tempat Tinggal
Asrama Kampus
Sewa tempat tinggal merupakan salah satu biaya yang wajib dikeluarkan ketika tinggal di luar negeri, termasuk di India. Di India, ada beberapa pilihan tempat tinggal, salah satunya adalah asrama kampus. Bagi mahasiswa yang masih kuliah, tinggal di asrama kampus bisa menjadi pilihan yang baik karena harganya yang terjangkau.
Di India, harga sewa asrama kampus berkisar sekitar 300 Rupee per bulan atau sekitar Rp. 60.000. Harga ini sudah termasuk fasilitas seperti keamanan, listrik, air, dan wi-fi. Tinggal di asrama kampus tentunya bisa menghemat biaya, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Salah satu kekurangan tinggal di asrama kampus adalah minimnya privacy. Kalian harus berbagi kamar dengan beberapa orang, sehingga privasi menjadi terbatas. Namun, bagi sebagian orang, hal ini bukanlah masalah besar karena mereka lebih fokus pada keuntungan dari segi biaya yang lebih murah.
Apartemen
Selain tinggal di asrama kampus, opsi lain yang bisa dipertimbangkan adalah menyewa apartemen. Harga sewa apartemen di India bervariasi tergantung dari beberapa faktor seperti letak, luas hunian, dan fasilitas yang disediakan.
Untuk apartemen satu kamar di pusat kota, harga sewanya sekitar 12.000 Rupee atau setara dengan Rp. 2.300.000 per bulan. Jika kalian ingin mencari yang lebih murah lagi, bisa mencoba mencari apartemen di pinggiran kota dengan harga sewa sekitar 7.000 Rupee atau setara dengan Rp. 1.400.000.
Sedangkan untuk apartemen tiga kamar, harganya lebih mahal. Di pusat kota, harga sewanya sekitar 28.000 Rupee atau sekitar Rp. 5.600.000 per bulan, sedangkan di pinggiran kota harganya sekitar 16.000 Rupee atau setara dengan Rp. 3.200.000 per bulan.
Dari perbandingan antara India dan Indonesia, dapat dikatakan bahwa biaya hunian di India jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. Jadi, jika kalian memilih India sebagai tempat tinggal, kalian bisa menghemat biaya dalam hal hunian.
2. Tagihan Utilitas
Sewa tempat tinggal saja tidaklah cukup, kalian juga perlu membayar tagihan utilitas seperti listrik dan wi-fi. Bagi mahasiswa yang tinggal di asrama kampus, biasanya tagihan utilitas sudah termasuk dalam harga sewa per bulan.
Namun, bagi kalian yang memilih untuk menyewa apartemen, tagihan utilitas menjadi biaya tambahan yang perlu diperhitungkan. Jumlah tagihan utilitas bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung dari pemakaian masing-masing.
Untuk tagihan listrik, biayanya sekitar Rp. 100.000 atau sekitar 500 Rupee per bulan. Sedangkan untuk wi-fi, biayanya sekitar Rp. 140.000 atau sekitar 700 Rupee per bulan. Biaya ini tentunya juga perlu diperhitungkan dalam pengeluaran bulanan kalian.
3. Makan dan Minum
Pengeluaran lain yang tidak bisa dihindari adalah biaya untuk makan dan minum. Di India, biaya makan cukup terjangkau. Harga makanan per porsi beragam, mulai dari 20 Rupee hingga 300 Rupee atau sekitar Rp. 4.000 hingga 60.000.
Bagi mahasiswa yang tinggal di asrama kampus, biaya makan per bulan bisa lebih murah, sekitar 2.500 Rupee atau sekitar Rp. 500.000. Biaya ini sudah termasuk makanan yang kalian bayar untuk satu bulan penuh.
Sementara untuk minuman, harga air mineral di India lebih murah daripada di Indonesia. Satu botol air mineral ukuran 330 ml dijual sekitar 14 Rupee atau sekitar Rp. 2.800. Hal ini tentunya akan membantu menghemat pengeluaran kalian dalam hal minuman.
4. Transportasi
Biaya transportasi juga perlu diperhitungkan ketika tinggal di India. Ada beberapa pilihan transportasi yang bisa kalian gunakan, seperti memiliki motor sendiri atau menggunakan transportasi umum.
Bagi yang memiliki motor, biaya untuk bensin sekitar 1.500 Rupee atau sekitar Rp. 300.000. Harga bensin per liternya sekitar 68 Rupee atau sekitar Rp. 14.000. Tentunya, biaya ini tergantung dari pemakaian kalian.
Untuk yang memilih menggunakan transportasi umum, biaya tiket sekali jalan di India berkisar antara 15 Rupee hingga 20 Rupee atau sekitar Rp. 3.000 hingga 4.000. Jika kalian ingin membeli tiket langganan, harganya sekitar 600 Rupee hingga 650 Rupee atau sekitar Rp. 120.000 hingga 130.000.
5. Komunikasi
Untuk kebutuhan komunikasi, tentunya kalian juga perlu membayar paket data untuk ponsel. Harga paket data di India bervariasi tergantung dari provider dan paket yang kalian pilih.
Untuk membeli paket data di India, kalian memerlukan sekitar 300 Rupee hingga 1.500 Rupee atau sekitar Rp. 60.000 hingga 100.000 per bulan. Harga ini hampir sama dengan harga paket data di Indonesia.
6. Biaya Kuliah
Bagi para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di India, biaya kuliah adalah sesuatu yang harus diperhitungkan. Namun, biaya kuliah ini juga tergantung dari setiap kampus dan program studi yang diambil.
Biaya kuliah di universitas negeri di India biasanya memakan puluhan juta per tahunnya. Sedangkan untuk universitas swasta, rata-rata lebih mahal daripada universitas negeri. Bagi yang mendapatkan beasiswa, ini tentunya merupakan keuntungan karena tidak perlu membayar biaya kuliah.
Ada banyak pilihan beasiswa yang bisa kalian ambil untuk menghemat pengeluaran di India. Beasiswa ini dapat membantu dalam hal biaya kuliah dan mengurangi beban finansial bagi para mahasiswa.
7. Belanja Bulanan
Sebagai anak rantau, tentunya kalian juga perlu belanja bulanan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti bahan makanan, camilan, perlengkapan kebersihan, dan lain-lain. Kabar baiknya, belanja bulanan di India tergolong murah, bahkan lebih murah daripada di Indonesia.
Harga beras di India sekitar 50 Rupee atau sekitar Rp. 10.000. Sedangkan harga daging di India sekitar 320 Rupee per kilogram atau sekitar Rp. 64.000. Harga ini jauh lebih murah daripada di Indonesia yang harga dagingnya minimal Rp. 120.000 per kilogram.
Dengan harga-harga yang lebih terjangkau, kalian bisa menghemat pengeluaran bulanan kalian dalam hal belanja bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
8. Hiburan dan Rekreasi
Tinggal di luar negeri juga harus diimbangi dengan hiburan dan rekreasi. Kalian sebagai anak rantau pasti butuh waktu untuk bersantai dan melepas penat. Biaya untuk hiburan dan rekreasi ini tergantung dari gaya hidup masing-masing orang.
Semakin sering kalian pergi ke luar kota atau berlibur, tentunya akan semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk hiburan dan rekreasi. Namun, jika kalian lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kota, biaya untuk hiburan dan rekreasi akan lebih terjangkau.
Namun, perlu diingat bahwa pengeluaran untuk hiburan dan rekreasi termasuk kebutuhan sekunder, sehingga jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial kalian.
9. Belanja Pakaian
Pakaian juga merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi ketika tinggal di luar negeri. Harga pakaian di India tidak jauh berbeda dengan harga pakaian di Indonesia. Beberapa pakaian ada yang dijual lebih murah di Indonesia, namun ada juga yang lebih murah di India.
Sebagai contoh, satu potong jeans Levis di India dijual sekitar 2.200 Rupee atau sekitar Rp. 441.000. Harga ini sedikit lebih mahal daripada di Indonesia yang menjual satu potong jeans Levis dengan harga sekitar Rp. 464.000.
Namun, harga sepatu pantofel di India lebih murah daripada di Indonesia. Sepasang sepatu pantofel di India dijual sekitar 2.600 Rupee atau sekitar Rp. 521.000. Sedangkan di Indonesia, harga sepatu pantofel minimal mencapai Rp. 800.000.
10. Total dan Kesimpulan
Jadi, untuk membiayai hidup di India, kalian membutuhkan jumlah uang minimal sekitar 5.000 Rupee atau setara dengan Rp. 1.002.520 per bulan. Jumlah ini sudah mencakup biaya sewa tempat tinggal, tagihan utilitas, makan dan minum, transportasi, komunikasi, biaya kuliah, belanja bulanan, hiburan dan rekreasi, serta belanja pakaian.
Namun, perlu diingat bahwa angka di atas tidaklah mutlak karena tergantung dari gaya hidup dan kebutuhan masing-masing individu. Jumlah pengeluaran dapat bervariasi tergantung dari kebiasaan dan preferensi masing-masing orang.
Jika kalian tertarik untuk merantau ke India, ada baiknya untuk melakukan perencanaan keuangan yang matang. Lakukan riset terlebih dahulu mengenai biaya hidup di India, cari tahu informasi tentang beasiswa yang tersedia, dan buatlah anggaran pengeluaran yang realistis sesuai dengan kondisi keuangan kalian.
Merantau ke luar negeri adalah pengalaman yang menarik dan bisa memberikan banyak pelajaran dan pengalaman baru. Namun, perlu diingat bahwa merantau juga membutuhkan persiapan yang matang, termasuk dalam hal keuangan.