Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jalan Jaksa

Jalan Jaksa mengacu pada sebuah jalan sepanjang 400 meter di daerah Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Indonesia. Jalan Jaksa terkenal sebagai surganya turis backpackers terutama turis ‘bule’. Mengapa? Alasannya tak lain karena di sini ada banyak penginapan murah, restoran dan warung makan yang sangat terjangkau.

Selain karena faktor tadi, letak Jalan Jaksa sendiri memang strategis. Jalan Jaksa merupakan salah satu jalan tembus dari dan ke Jalan Wahid Hasyim serta Jalan Kebon Sirih. Jalan Jaksa juga dekat dengan Stasiun Gondangdia, Stasiun Gambir, halte TransJakarta Bank Indonesia. Objek wisata utama seperti Museum Nasional dan Monas pun cukup dekat.

Jalan Jaksa dan kawasan Kebon Sirih sering disebut-sebut di berbagai buku panduan wisata luar negeri. Sehingga tidak heran jika kawasan ini memiliki pamor yang tinggi di kalangan turis mancanegara. Anda akan menemui banyak turis dengan ransel, kaos oblong dan sandal jepit di sini.

Setiap bulan Oktober, Pemprov DKI mengadakan Festival Jalan Jaksa. Ini adalah sebuah pertunjukan budaya Betawi yang dikolaborasikan dengan pesta kuliner khas Betawi dan bazaar hasil kerajinan lokal. Rangkaian hiburan budaya Betawi yang akan ditampilkan meliputi Palang Pintu dan tarian tradisional Betawi.

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jalan Jaksa

 

Sejarah Jalan Jaksa

Asal muasal nama Jalan Jaksa adalah karena ada banyak murid Rechts Hogeschool (sekolah hukum pada masa Hindia-Belanda) yang tinggal di kawasan ini. Kebanyakan para lulusan sekolah ini bekerja sebagai jaksa di pengadilan. Lambat laun, kawasan ini pun dikenal sebagai Jalan Jaksa.

Pamor Jalan Jaksa sebagai daerah yang menyediakan penginapan murah bagi para turis asing baru dimulai pada tahun 60-an. Nathanael Lawalata adalah salah satu orang pertama yang menginap di Jalan Jaksa dengan cara menempati rumah warga.

Awalnya pemilik rumah keberatan karena merasa tidak mampu menyediakan fasilitas layaknya sebuah hotel berbintang. Namun Nathanael tidak peduli meski fasilitas yang tersedia minim. Ia hanya membutuhkan tempat untuk tidur dan menaruh barang-barang bawaannya.

Nathanael adalah alumni Rechts Hogeschool Batavia (Akademi Hukum Jakarta) dan ia pernah tinggal di daerah ini ketika masih kuliah. Penggemar traveling ini sempat keliling dunia 3x! Pada tahun 1968, datang sebuah tawaran dari International Youth Hostel Federation yang kala itu berpusat di Jepang.

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jalan Jaksa

Tawaran tersebut meminta Nathanael untuk mendirikan sebuah penginapan low budget, mengingat saat itu di Jakarta belum ada hostel bagi para backpacker. Tahun 1969, Wisma Delima menjadi satu-satunya hostel di Jakarta yang membuka tempat menginap dengan harga bersahabat.

Pada awalnya, penginapan Wisma Delima banyak dihuni oleh para pelajar dari Eropa yang berlibur ke Jakarta. Sepuluh tahun berjalan ternyata jejak Wisma Delima banyak menginspirasi warga sekitar untuk membuka penginapan. Keuntungan yang menjanjikan memang menjadi alasan untuk membuka penginapan di area tersebut.

Era keemasan Jalan Jaksa terjadi di tahun 80an. Di era tersebut sudah mulai bermunculan beberapa tempat penginapan selain Wisma Delima. Di masa itu, hampir setiap pagi turis asing berdatangan ke setiap penginapan. Mereka ingin menginap, namun kamar-kamar selalu dalam kondisi penuh.

Bahkan beberapa di antara mereka ada yang rela tidur di teras penginapan dengan menggunakan sleeping bag. Ada sekitar 20 hostel saat itu. Kemudian sejumlah kafe ikut bermunculan. Jalan Jaksa pun tidak hanya menjadi tempat bagi turis asing, tetapi juga sudah menjadi tempat berkumpul ekspatriat di Jakarta.

Sekitar tahun 1998, sebagian orang Indonesia mulai melirik Jalan Jaksa sebagai alternatif tempat penginapan. Dimana sebelumnya, kawasan ini tidak dilirik sama sekali oleh pengusaha lokal. Saat ini, jumlah hostel yang tersisa hanya 14 saja. Sebagian hostel sudah berpindah tangan ke pemilik modal yang lebih besar. Sejumlah rumah warga dibeli dan diubah menjadi hotel. Sekitar lima tahun terakhir, minimarket yang merangkap restoran mungil mulai beroperasi 24 jam. Akibatnya, kehidupan di Jalan Jaksa ikut berputar 24 jam.

Cara Pergi ke Jalan Jaksa

Anda bisa menggunakan pesawat penerbangan tujuan Bandara Soekarno Hatta. Setelah tiba dari Bandara Soekarno-Hatta, anda dapat menggunakan taksi atau bus Damri tujuan stasiun Gambir lalu dilanjutkan dengan menggunakan bajaj atau ojek. Apabila Anda ingin jalan kaki, jaraknya sekitar 1 kilometer dari stasiun Gambir sampai Jalan Jaksa.

Transportasi Umum di Jalan Jaksa

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jalan Jaksa

TransJakarta

Halte TransJakarta terdekat dari Jalan Jaksa adalah halte Bank Indonesia. Halte ini termasuk dalam koridor 1 Blok M – Kota. Dari halte Bank Indonesia, cukup berjalan sekitar 10 menit maka Anda sudah bisa tiba di Jalan Jaksa.

MetroMini dan Kopaja

Jika ingin naik bus kota, Anda bisa mencari bus dengan rute yang melewati Tugu Tani, Jalan Kebon Sirih, Agus Salim atau Wahid Hasyim. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Kopaja P20 (AC dan non-AC) rute Lebak Bulus – Senen (Terminal), naik/turun di Tugu Tani
  • Kopaja T502 rute Kampung Melayu – Tanah Abang, naik/turun di Jalan Kebon Sirih dan di Tugu Tani.
  • MetroMini P15 rute Senen – Setiabudi, naik/turun di Tugu Tani, Jalan Agus Salim (Sabang)

Ojek

Ojek online merupakan moda transportasi yang populer di Jakarta saat ini. Jika ojek konvensional membutuhkan keahlian tawar menawar, ojek online sudah memiliki tarif yang pasti berdasarkan jarak maupun waktu. Ojek online maupun konvensional adalah salah satu pilihan transportasi yang paling praktis untuk keluar dan menuju Jalan Jaksa.

Bajaj

Inilah salah satu transportasi khas Jakarta. Jika Anda membawa barang cukup banyak atau tidak pergi sendirian, naik bajaj bisa jadi pilihan. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, sekarang bajaj yang ada di Jakarta sudah sepenuhnya menggunakan BBG / bahan bakar gas. Jadi kendaraan unik ini tidak lagi berisik dan bau. Tarif bajaj berdasarkan jauh dekat dan tergantung kemampuan Anda menawar.

Taksi

Salah satu perusahaan taksi paling aman dan terpercaya di Jakarta adalah Blue Bird Group. Taksi ini menggunakan argo meter dan memiliki tarif dasar Rp 7.000. Taksi dengan ciri khas cat bodi mobil berwarna biru dan logo burung ini dapat dengan mudah ditemukan di mana-mana. Namun jangan sampai salah naik karena banyak taksi lain yang memiliki warna serupa. Pastikan ada tulisan Blue Bird Group di kaca depan mobil.

Uber, GrabCar atau Go-Car

Inilah alternatif transportasi paling nyaman selain taksi. Ketika Anda bepergian dalam jumlah 2 – 4 orang, naik taksi, Uber, GrabCar atau GO-Car bisa jadi lebih hemat. Berbeda dengan taksi yang bisa dipanggil di pinggir jalan, Uber, GrabCar atau GO-Car harus dipesan lewat aplikasi. Pembayarannya bisa menggunakan uang tunai, saldo/kredit to up maupun kartu kredit.

Hotel di Jalan Jaksa

  • Istana Ratu Hotel Jalan Jaksa No.7-9, Daerah Khusus Ibukota Jakarta Telepon: (021) 3142464
  • TATOR Hotel Jl. Jaksa Nomor No.37, RT.6/RW.5, Kb. Sirih, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta Telepon: (021) 31923940
  • Hotel Jaksa Jl. Jaksa No.35, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • Margot Hotel Jl. Jaksa No. No.15 C, RT.8/RW.5, Kb. Sirih, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • Alila Jakarta Jl. Pecenongan Kav 7-17, Gambir, 10120 Jakarta, Indonesia 2.2 km dari Jalan Jaksa
  • Millennium Hotel Sirih Jakarta Jalan Fachrudin 3, Tanah Abang, 10250 Jakarta, Indonesia. 1.4 km dari Jalan Jaksa
  • Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim Jl. K. H. Wahid Hasyim No. 123, Tanah Abang, 10240 Jakarta, Indonesia. 0.8 km dari Jalan Jaksa
  • Holiday Inn Express Jakarta Thamrin Jl. Tanjung Karang No. 1, Tanah Abang, 10230 Jakarta, Indonesia. 1.8 km dari Jalan Jaksa
  • Morrissey Serviced Apartment Jalan Wahid Hasyim No.70, Menteng, Tanah Abang, 10340 Jakarta, Indonesia. 0.2 km dari Jalan Jaksa
  • Mercure Jakarta Sabang Jl. H. Agus Salim No. 11, Gambir, Gambir, 10310 Jakarta, Indonesia. 0.6 km dari Jalan Jaksa
  • Sari Pan Pacific Jakarta Jalan M.H.Thamrin 6, Tanah Abang, 10340 Jakarta, Indonesia. 0.6 km dari Jalan Jaksa

Iklim di Jalan Jaksa

Mengenai iklim di Sudirman yang termasuk ke dalam daerah Khusus Ibu Kota Jakarta adalah iklim tropis. Curah hujan yang signifikan di sebagian besar bulan dalam setahun. Bulan terkering adalah di Bulan Juli, dengan 58 mm hujan. Dengan rata-rata 402 mm.

Bahasa di Jalan Jaksa

Bahasa yang umum digunakan di sini adalah bahasa Indonesia. Namun seperti daerah lainnya di Jakarta, mungkin Anda akan menemukan beberapa orang berbicara dalam bahasa Betawi dan Jawa.

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jalan Jaksa

Tempat Wisata di Sekitar Jalan Jaksa

  • Wisata Kuliner Jalan Jaksa
  • Tugu Tani
  • Monumen Nasional (MONAS)
  • Bioskop Metropole, Cikini
  • Tugu Proklamasi
  • Masjid At Tin
  • Gedung Kesenian Jakarta
  • Taman Ismail Marzuki
  • Bundaran Hotel Indonesia (HI)
  • Gereja Katedral Jakarta

Museum di Sekitar Jalan Jaksa

  • Museum Nasional (Museum Gajah), Jl. Medan Merdeka Barat No. 12
  • Museum Joang 45, Jl, Menteng Raya No. 31
  • Galeri Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka Timur No. 14

Mal/Pusat Perbelanjaan di Sekitar Jalan Jaksa

  • Sarinah Plaza, Jl. M. H. Thamrin No. 11
  • Pasar Tanah Abang, Metro Tanah Abang, Blok A Tanah Abang, Blok B Tanah Abang
  • Plaza Indonesia, Jl. M.H. Thamrin Kav.28-30, Jl. M.H. Thamrin No.28-30
  • Grand Indonesia Shopping Town, Jl. M.H. Thamrin No.1

Tempat Hiburan Malam di Jalan Jaksa dan Sekitarnya

  • Memories Cafe Jakarta, Jl. Jaksa 17
  • BFC Cafe, Jl. Jaksa No 10
  • Dyna’s Pub, Jl. K.H Wahid Hasyim No.116
  • Melly’s Garden Bar & Resto, Jl. Kebon Sirih Timur Dalam No. 37 – 39
  • D’Consulate Lounge, Jl. KH Wahid Hasyim No. 49 – 51

Rekomendasi  Tempat Makan Kuliner di Jalan Jaksa dan sekitarnya

  • KL Village Kopi Tiam
  • Waroeng Kabita
  • Joker Cafe & Resto
  • New Memories Café
  • Equal Park
  • EVITA
  • JM CAFÉ Indian Food
  • New Absolute Coffee Shop
  • Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih
  • Penang Bistro
  • Sate Khas Senayan

Tips Wisata di Jalan Jaksa

  • Jalan Jaksa memiliki dua akses keluar masuk yaitu dari Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Kebon Sirih. Masalahnya, Jalan Kebon Sirih menerapkan sistem lalu lintas satu arah. Hal ini agak menyulitkan bagi Anda yang ingin naik bus kota karena rute pulang dan perginya akan berbeda.
  • Jalan Jaksa termasuk kawasan yang hidup hingga tengah malam. Namun tetap waspada dengan barang berharga Anda. Sebaiknya jangan mengeluarkan ponsel sembari berjalan kaki.
  • Di Jalan Jaksa ada banyak jasa penukaran mata uang asing. Namun berhati-hatilah dan pastikan Anda teliti memeriksa uang yang telah ditukarkan sebelum meninggalkan counter.

Perlu Kamu Tahu Tentang Jalan Jaksa

  • Polsek Menteng, Jl. Sutan Syahrir No.1, RT.7/RW.2, Gondangdia, (021) 0326390.
  • Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jalan HOS. Cokroaminoto No. 31-33, Menteng, (021) 3144989.
  • Kantor Kelurahan Kebon Sirih, Jl. Jaksa No.8 (021) 31935889.
  • Kantor Pos Menteng, Jl. Sumenep No. 9, Menteng, (021) 330947.
  • Money Changer PT. DIAN SEMESTA PRAKARSA, Jl. Jaksa No. 20B, (021) 3910323, 3918850.
  • VIP Money Changer, Jl. Menteng Raya No.c23, Menteng, (021) 31907777.

Leave a Reply