10 Daftar Biaya Hidup di Daerah Semarang Per-Bulan, Mahal Atau Murah Untuk Mahasiswa?
1. Tempat Tinggal
Kost
Bagi para mahasiswa yang merantau ke Semarang, menyewa kamar kost adalah pilihan terbaik untuk tempat tinggal. Hal ini juga disarankan bagi para pekerja, terlebih yang belum lama tiba di Semarang dan merantau sendirian.
Harga sewa kost di kota ini bermacam-macam, tergantung dari lokasi, fasilitas, dan luas kamarnya. Sistem pembayarannya juga berbeda-beda, ada yang dibayar per bulan, per semester, hingga per tahun.
Rata-rata harga kost di Semarang adalah Rp. 300.000 hingga 500.000 per bulan dengan fasilitas yang standar di kamar yaitu kasur, lemari, meja belajar, listrik, dan air. Di pinggiran kota, harga kost bisa lebih murah daripada ini.
Buat kalian yang punya budget lebih, kost eksklusif bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Harga sewanya memang lebih mahal karena bisa mencapai Rp. 1.000.000 ke atas per bulan. Namun, fasilitas yang diberikan jauh lebih lengkap.
Kost eksklusif biasanya dilengkapi dengan kamar mandi dalam dan pendingin ruangan alias AC. Hal ini tentu bisa menjadi keuntungan bagi kalian karena daerah Semarang terkenal sangat panas pada siang hari.
Satu hal yang harus diperhatikan adalah jarak dari kost ke kampus atau tempat kerja. Sebaiknya, pilihlah kost yang jaraknya dekat atau tidak terlalu jauh dari kampus atau tempat kerja agar tidak banyak pengeluaran untuk uang transportasi.
Buat kalian yang membawa keluarga ke Semarang, sewa rumah kontrakan bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Harga kontrakan pun juga berbeda, tergantung dari lokasi, kondisi, dan ukuran rumah, tapi biasanya 5-7 juta per tahun untuk rumah sederhana.
2. Biaya Utilitas
Tagihan Listrik, Air, Telepon, dan Internet
Biaya utilitas mencakup beberapa hal seperti tagihan listrik, air, telepon, dan internet. Biaya ini adalah salah satu yang harus dibayarkan, terlebih bagi kalian yang memilih untuk sewa kontrakan.
Jumlah biaya utilitas yang harus dibayarkan setiap orang pasti berbeda-beda, tergantung dari pemakaian. Jadi, tidak ada angka yang mutlak untuk biaya ini.
Beberapa kost bahkan ada yang sudah membebankan biaya utilitas ke dalam harga sewanya sehingga penghuni kost tidak perlu membayar lagi secara rutin. Nah, ini akan jadi keuntungan buat kalian.
Jadi, jika memungkinkan, kalian bisa cari kost yang sudah membebankan biaya utilitas ke dalam harga sewanya.
3. Biaya Makan
Pengeluaran untuk Makan dan Minum
Selanjutnya, biaya yang harus diperhitungkan adalah pengeluaran untuk makan dan minum. Untungnya, Semarang adalah kota yang cukup murah untuk hal yang satu ini, bahkan di bawah Rp. 10.000 kalian sudah bisa membeli nasi, lauk, sayur, dan es teh!
Untuk makan tiga kali sehari, maka kalian akan memerlukan sebesar Rp. 30.000. Nah, dalam sebulan, kalian akan menghabiskan Rp. 900.000 untuk makan. Hal ini berlaku jika kalian membeli makan di luar terus.
Jika kalian sewa kontrakan atau tinggal di kost yang menyediakan dapur, maka memasak makanan sendiri bisa menjadi pilihan lain untuk lebih berhemat.
Namun, jika kost kalian tidak menyediakan dapur, membawa magic jar dari rumah untuk masak nasi sendiri juga bisa menjadi salah satu upaya untuk melakukan penghematan budget makan.
Buat kalian yang ingin makan di mall atau restoran, kalian perlu mengeluarkan budget minimal Rp. 20.000 untuk satu porsi makanan.
4. Transportasi
Moda Transportasi di Semarang
Buat sebagian besar anak rantau, naik kendaraan umum adalah pilihan yang paling tepat. Ada berbagai moda transportasi di Semarang yang bisa digunakan nih, dari bus Trans Semarang, angkot, ojek online, taksi online, dan lain-lain.
Tarif untuk setiap moda transportasi berbeda-beda, tergantung jaraknya. Angkutan umum rata-rata Rp. 2.000 hingga 5.000 sekali jalan. Untuk bus Trans Semarang, tarif sekali jalan hanya Rp. 3.500 untuk umum dan Rp. 1.000 untuk pelajar.
Nah, untuk mendapatkan harga pelajar, kalian harus menunjukkan kartu mahasiswa. Eits, namun ini hanya berlaku di Hari Senin – Sabtu ya, di Hari Minggu semua orang harus membayar dengan tarif normal, yaitu Rp. 3.500.
Besarnya pengeluaran buat transportasi juga tergantung dari mobilitas kalian. Semakin sering bepergian keluar, maka yang harus kalian bayar akan semakin mahal juga.
Buat para mahasiswa aktif, sebaiknya carilah kost yang cukup dekat dengan kampus kalian menempuh studi. Ini akan sangat menghemat uang transportasi karena kalian bisa jalan kaki ke kampus.
5. Biaya Kuliah
Biaya Kuliah yang Harus Dibayarkan
Bagi para mahasiswa aktif, biaya kuliah menjadi salah satu pengeluaran lain yang harus dibayarkan. Jumlah biaya kuliah yang harus dibayar untuk setiap mahasiswa bisa berbeda-beda, tergantung kampus, jurusan, dan jumlah SKS yang diambil.
Agar kalian tidak perlu repot membayar sendiri, meminta orang tua untuk langsung transfer ke kampus adalah salah satu pilihan yang tepat.
6. Kebutuhan Bulanan
Belanja Kebutuhan Bulanan
Selanjutnya, kalian juga perlu belanja kebutuhan bulanan untuk keperluan di dalam kost. Ini mencakup beberapa hal seperti bahan-bahan makanan untuk dimasak sendiri, persediaan camilan, alat-alat kebersihan, dan lain-lain.
Buat belanja bulanan, setidaknya kalian perlu menyisihkan uang sebesar Rp. 400.000 setiap bulannya. Namun, angka ini juga bukan angka yang mutlak, bisa lebih besar atau lebih kecil tergantung kebutuhan masing-masing orang.
7. Kuota Internet
Pembelian Kuota Internet
Untuk tetap menghidupkan ponsel kalian selama di perantauan, kuota internet juga harus dibeli. Kini, kebanyakan provider akan meminta kalian untuk membeli paket data selama satu bulan dengan harga yang berbeda-beda.
Sekarang kita sudah bisa menemukan wi-fi dengan mudah di hampir setiap tempat umum. Jadi, Rp. 50.000 per bulan untuk kuota internet itu sudah cukup.
8. Hiburan dan Rekreasi
Pengeluaran untuk Hiburan dan Rekreasi
Biaya untuk hiburan dan rekreasi adalah pengeluaran sekunder yang mungkin perlu kalian keluarkan untuk menghilangkan rasa penat dan jenuh. Nah, ini juga sangat relatif dan berbeda untuk setiap orang, tergantung dari gaya hidup masing-masing.
Buat kalian yang suka nongkrong dan jalan-jalan, pasti akan lebih banyak pengeluaran untuk hiburan. Namun, buat kalian yang lebih bisa berhemat, Rp. 300.000 hingga 400.000 untuk nongkrong per bulan sudah cukup lho.
9. Biaya Tak Terduga
Biaya Darurat yang Tidak Terduga
Sebagai salah satu upaya antisipasi, kalian perlu menyediakan dana darurat atau biaya tak terduga. Biaya ini adalah yang nantinya akan digunakan jika mengalami kejadian tidak mengenakan dan kemudian mengharuskan untuk menambah pengeluaran.
Beberapa contoh kejadian darurat yang akan menambah pengeluaran adalah sakit, mengalami ban pecah bagi yang punya kendaraan, kehilangan, dan lain-lain.
Jumlah dana darurat bisa berbeda-beda untuk setiap orang, namun setidaknya sisihkan minimal Rp. 1.000.000 sebulan.
10. Total dan Kesimpulan
Total Pengeluaran dan Kesimpulan
Jadi, untuk membiayai kehidupan sebagai anak rantau di Semarang, dibutuhkan setidaknya Rp. 2.300.000 – 3.300.000 per bulan. Angka ini tidak mutlak, bisa berbeda setiap orang.
Dengan memperhitungkan semua pengeluaran di atas, kalian dapat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang berapa jumlah uang yang diperlukan untuk hidup di Kota Semarang sebagai pekerja atau mahasiswa. Selain itu, penting juga untuk mengatur keuangan dengan baik agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan dalam pengeluaran. Semoga informasi ini dapat membantu kalian dalam merencanakan kehidupan di Semarang.